PKSPL IPB University Telusuri Konektivitas Ekosistem Laut di Kepulauan Togean untuk Perkuat Konservasi

IMG-20261012-WA0042

PKSPL IPB University Telusuri Konektivitas Ekosistem Laut di Kepulauan Togean untuk Perkuat Konservasi

Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, 13 Oktober 2026 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University melaksanakan pengumpulan data lapangan untuk studi validasi konektivitas Taman Nasional Laut Kepulauan Togean pada 5–15 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mengenai hubungan antara habitat laut serta mendukung perencanaan kawasan konservasi yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis bukti ilmiah.

Kepulauan Togean merupakan bagian dari kawasan segitiga karang dunia (Coral Triangle) yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati laut dan berperan penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Berbagai ekosistem, seperti terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove, saling terhubung dalam mendukung siklus hidup biota laut. Hubungan tersebut memungkinkan ikan dan organisme laut lainnya berpindah antar lokasi untuk mencari makan, tumbuh, dan berkembang biak. Karena itu, memahami konektivitas antara habitat menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan populasi ikan dan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi laut.

Dalam kegiatan ini, tim PKSPL IPB University menggali pengetahuan masyarakat, khususnya nelayan yang memiliki pengalaman panjang dalam aktivitas penangkapan ikan di sekitar kawasan. Informasi yang dikumpulkan mencakup perubahan lokasi penangkapan, musim kemunculan ikan, lokasi pemijahan, habitat pembesaran ikan, hingga dugaan jalur perpindahan ikan antarkawasan. Pengetahuan tersebut menjadi sumber informasi penting untuk memahami dinamika ekosistem laut berdasarkan pengalaman masyarakat yang berinteraksi langsung dengan perairan setempat.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan pemetaan partisipatif (participatory mapping). Dalam proses pemetaan, masyarakat diajak mengidentifikasi lokasi yang diketahui sebagai tempat pemijahan ikan (spawning ground), habitat pembesaran (nursery ground), daerah penangkapan ikan (fishing ground), lokasi kemunculan ikan muda, serta arah arus berdasarkan perubahan musim. Tim juga menggali informasi melalui kalender ekologis musiman untuk memahami keterkaitan antara musim, pemijahan, kemunculan larva dan ikan muda, serta perpindahan ikan.

Pendekatan ini menggunakan kerangka Local Ecological Knowledge (LEK), yaitu pengetahuan ekologis lokal yang berkembang dari pengalaman dan pengamatan masyarakat terhadap lingkungan dalam jangka panjang. Melalui pendekatan tersebut, informasi dari nelayan tidak hanya menjadi pelengkap kajian ilmiah, tetapi juga dapat membantu memeriksa kesesuaian hasil analisis konektivitas dengan kondisi yang diketahui di lapangan. Informasi masyarakat selanjutnya akan dibandingkan dengan data oseanografi dan distribusi larva untuk menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, tim PKSPL IPB University terdiri atas M. Qustam Sahibuddin, S.E., M.Si., dan Dr. Robba Fahrisy Darus, S.Kel., M.Si., dengan melibatkan Taman Nasional Laut Kepulauan Togean. Kegiatan ini mencakup koordinasi dengan pengelola taman nasional, pengumpulan informasi dari nelayan dan pemangku kepentingan lokal, serta diskusi untuk memvalidasi hasil studi konektivitas. Proses tersebut diharapkan dapat mempertemukan perspektif ilmiah dengan pengalaman masyarakat dalam memahami hubungan ekologis antar wilayah perairan.

Hasil pengumpulan data lapangan ini ditargetkan berupa peta validasi konektivitas larva ikan dan rancangan jejaring kawasan konservasi laut (Marine Protected Area/MPA network). Informasi tersebut penting untuk memahami bagaimana suatu kawasan dapat berperan sebagai sumber penyebaran larva (source) maupun wilayah penerima (sink), serta bagaimana hubungan antar kawasan dapat mendukung keberlanjutan populasi ikan. Dengan pemahaman konektivitas yang lebih baik, perencanaan kawasan konservasi diharapkan tidak hanya mempertimbangkan kondisi setiap lokasi secara terpisah, tetapi juga hubungan ekologis yang menghubungkannya dengan kawasan lain.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 14: Ekosistem Lautan, melalui penguatan dasar ilmiah bagi perlindungan ekosistem laut dan pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Pelibatan nelayan dan pemangku kepentingan lokal juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena mendorong kolaborasi antara lembaga penelitian, pengelola kawasan konservasi, dan masyarakat dalam menghasilkan rekomendasi pengelolaan. Selain itu, pemanfaatan pengetahuan lokal sebagai bagian dari proses validasi ilmiah mendukung pengambilan keputusan yang lebih inklusif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB University menegaskan perannya dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut berbasis ilmu pengetahuan serta partisipasi masyarakat. Integrasi data ilmiah dan pengetahuan ekologis lokal diharapkan dapat menjadi landasan bagi penyusunan jejaring kawasan konservasi laut yang lebih terarah, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya perikanan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kepulauan Togean.

PKSPL IPB University terus mendorong penguatan riset kelautan yang kolaboratif dan berbasis bukti sebagai kontribusi nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati laut serta pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan di Indonesia.