PKSPL IPB Perkuat Rancangan Kawasan Konservasi Laut Togean–Teluk Tomini Berbasis Konektivitas Ekosistem

default

PKSPL IPB Perkuat Rancangan Kawasan Konservasi Laut Togean–Teluk Tomini Berbasis Konektivitas Ekosistem

PALU, 14 Oktober 2026 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Kelautan (PKSPL) LRI-iMAR IPB University mendorong penguatan pengelolaan kawasan konservasi laut Togean–Teluk Tomini melalui integrasi hasil kajian ilmiah, pengetahuan masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Upaya ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Sinergi Konektivitas Ekologis, Ketahanan Pangan Pesisir, dan Penyempurnaan Desain Jaringan MPA Togean–Teluk Tomini yang berlangsung di Hotel Sutan Raja, Palu, pada Rabu (14/10).

Kegiatan yang merupakan bagian dari proyek Enhancing Marine Biodiversity Conservation and Poverty Reduction through Marine Protected Areas in Indonesia (ENMAPS) ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengonfirmasi dan memvalidasi hasil kajian PKSPL IPB University, sekaligus mengintegrasikannya dengan pengetahuan lokal, kebutuhan ruang bagi nelayan, serta arah kebijakan pemerintah daerah.

Konektivitas ekologis menjadi aspek penting dalam perencanaan kawasan konservasi laut karena ekosistem tidak bekerja secara terpisah berdasarkan batas administratif. Pergerakan organisme laut, penyebaran larva ikan, serta keterhubungan ant habitat dapat mempengaruhi keberlanjutan sumber daya perikanan dan efektivitas perlindungan keanekaragaman hayati.

Taman Nasional Kepulauan Togean di Teluk Tomini merupakan kawasan dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi dan memiliki keterkaitan ekologis dengan perairan sekitarnya. Namun, pemanfaatan ruang laut yang semakin beragam, perubahan iklim, dan tekanan aktivitas manusia di wilayah pesisir menjadi tantangan dalam menjaga kelestarian terumbu karang, lokasi pemijahan ikan, serta keberlangsungan biota laut.

Perwakilan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan, Irfan Cahyadi, S.Hut., M.Si., menekankan pentingnya memahami keterhubungan perairan Togean dengan kawasan lain, termasuk Wakatobi, Banggai, hingga perairan Filipina. Menurutnya, pemahaman tersebut diperlukan untuk mengetahui peran suatu kawasan sebagai sumber maupun penerima larva ikan, sehingga perencanaan konservasi dapat dilakukan secara lebih terarah.

Hasil survei PKSPL IPB University yang mencakup pemetaan pola arus, keberadaan ikan, dan titik tangkap nelayan menjadi salah satu landasan ilmiah dalam pembahasan tersebut. Informasi ini diharapkan dapat membantu para pemangku kepentingan memahami hubungan antara kondisi ekosistem, keberadaan sumber daya ikan, dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada wilayah perairan.

Wakil Kepala Bidang Sosial-Ekonomi dan Kelembagaan PKSPL IPB University, Dr. Akhmad Solihin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan kawasan konservasi. “Pengelolaan kawasan konservasi di Kepulauan Togean butuh kerja sama lintas sektor. Menjaga perairan ini agar kelimpahan ikannya terus ada adalah komitmen besar. Melalui FGD ini, kita bersama-sama membangun pemahaman untuk merancang jaringan kawasan konservasi yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Agus Priambudi, S.Hut., M.Sc., menyampaikan bahwa hasil kajian konektivitas ekologis dapat menjadi masukan strategis untuk memperkuat pengelolaan kawasan, termasuk evaluasi zonasi, perlindungan habitat penting, dan koordinasi lintas wilayah. Pendekatan ini diperlukan agar fungsi konservasi berjalan seiring dengan keberlanjutan sumber daya perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui FGD ini, PKSPL LRI-iMAR IPB University mendorong penyempurnaan desain jaringan kawasan konservasi Togean–Teluk Tomini yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis bukti ilmiah. Masukan para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat validasi hasil penelitian, mengidentifikasi kebutuhan penyempurnaan desain, serta mendukung penyusunan rekomendasi pengelolaan kawasan yang sesuai dengan kondisi ekologi dan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui upaya perlindungan keanekaragaman hayati dan keberlanjutan sumber daya perikanan; SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui dukungan terhadap ketahanan pangan berbasis sumber daya laut; SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan pengelolaan sumber daya yang menopang penghidupan masyarakat pesisir; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara lembaga penelitian, pemerintah, dan pemangku kepentingan lintas wilayah.

PKSPL LRI-iMAR IPB University berharap penguatan jaringan kawasan konservasi Togean–Teluk Tomini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem laut sekaligus mempertahankan manfaatnya bagi masyarakat. Dengan memadukan kajian ilmiah, koordinasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat, pengelolaan kawasan konservasi diharapkan semakin efektif dalam mendukung kelestarian laut dan kesejahteraan pesisir secara berkelanjutan.