PKSPL IPB University Perkuat Kontribusi Keilmuan Pulau dan Pesisir pada 2026 Islands of the World Conference di Korea Selatan
PKSPL IPB University Perkuat Kontribusi Keilmuan Pulau dan Pesisir pada 2026 Islands of the World Conference di Korea Selatan
Shinan, Korea Selatan, 10 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kontribusi Indonesia di tingkat internasional melalui partisipasi aktif pada 20th Islands of the World Conference 2026 yang diselenggarakan pada 7–11 Juli 2026 di Jaeundo, Shinan County, Republik Korea. Mengusung tema “Island Space and Time“, konferensi ini menjadi ajang strategis bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, hasil penelitian, serta pengalaman dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan wilayah kepulauan.
Konferensi internasional ini membahas berbagai isu strategis yang dihadapi pulau-pulau di dunia, mulai dari perubahan iklim, tata kelola wilayah, ekonomi biru, identitas dan budaya masyarakat kepulauan, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Melalui keikutsertaan dalam forum tersebut, PKSPL IPB University tidak hanya memperkenalkan hasil-hasil penelitian yang dikembangkan di Indonesia, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi internasional untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil.

PKSPL IPB University diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Yonvitner, S.Pi., M.Si.; Isdahartati, M.Si.; Prof. Dr. Ir. Luky Adrianto, M.Sc.; serta Dr. Fery Kurniawan, S.Kel., M.Si. Keempat peneliti tersebut mempresentasikan hasil kajian yang mencerminkan pendekatan multidisiplin dalam mendukung pengelolaan wilayah kepulauan yang berkelanjutan.
Prof. Yonvitner mempresentasikan penelitian berjudul “Conservation Boost on Coral Health and Fish Abundance Production: Baseline for Impact Bond Financing on Small Island Ecosystem in Kepulauan Seribu Marine National Park, Indonesia.“ Kajian tersebut menyoroti pentingnya konservasi ekosistem terumbu karang dalam meningkatkan kesehatan ekosistem dan produktivitas sumber daya ikan sebagai dasar pengembangan skema impact bond financing pada ekosistem pulau-pulau kecil. Pendekatan ini menawarkan perspektif baru mengenai pembiayaan konservasi yang mampu mengintegrasikan manfaat ekologis dan ekonomi secara berkelanjutan.

Pada sesi lainnya, Isdahartati, M.Si. memaparkan penelitian “Applying the Integrated Coastal Management Framework to Safeguard Coastal Ecosystems and Promote a Blue Economy in Bintan, Riau Islands Province.” Penelitian tersebut menjelaskan bagaimana penerapan Integrated Coastal Management (ICM) mampu menjadi pendekatan yang efektif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus mendorong pengembangan ekonomi biru melalui tata kelola wilayah yang terintegrasi dan kolaboratif.

Perspektif sosial-ekologi wilayah kepulauan disampaikan oleh Prof. Dr. Ir Luky Adrianto melalui kajian mengenai eksplorasi dan evaluasi dinamika jasa ekosistem budaya pada pulau-pulau kecil perkotaan dengan studi kasus Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai hubungan antara masyarakat, ruang kepulauan, dan nilai-nilai budaya yang terbentuk dalam sistem sosial-ekologi, sehingga memperkaya perspektif pengelolaan pulau kecil yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekologis, tetapi juga mempertimbangkan dimensi sosial dan budaya.

Sementara itu, Dr. Fery Kurniawan mempresentasikan penelitian mengenai adaptasi terhadap kerentanan perubahan garis pantai pada pulau-pulau sangat kecil dalam konteks pariwisata. Kajian tersebut menekankan pentingnya strategi adaptasi berbasis ilmu pengetahuan dalam menghadapi dinamika perubahan garis pantai yang dipengaruhi oleh perubahan iklim maupun tekanan aktivitas manusia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pengelolaan kawasan wisata pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Keempat kajian yang dipresentasikan menunjukkan kekuatan pendekatan multidisiplin yang dikembangkan PKSPL IPB University dalam memahami kompleksitas pengelolaan wilayah pesisir dan kepulauan. Mulai dari konservasi ekosistem, tata kelola pesisir terpadu, pengembangan ekonomi biru, penguatan dimensi sosial-ekologi, hingga strategi adaptasi terhadap perubahan lingkungan, seluruhnya menjadi bagian yang saling terintegrasi dalam mendukung pembangunan pulau-pulau kecil yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.

Partisipasi PKSPL IPB University dalam 20th Islands of the World Conference 2026 juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai praktik baik (best practices) dan hasil penelitian Indonesia kepada komunitas internasional. Forum ini membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat peluang kolaborasi penelitian, pendidikan, serta pengembangan kapasitas bersama berbagai institusi yang memiliki perhatian terhadap isu-isu kepulauan di tingkat global.
Melalui kontribusi aktif dalam forum keilmuan internasional ini, PKSPL IPB University terus mempertegas perannya sebagai pusat unggulan riset di bidang pengelolaan sumber daya pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berbasis bukti ilmiah, serta mampu memberikan solusi yang aplikatif dalam mendukung pengelolaan wilayah kepulauan yang adaptif terhadap berbagai tantangan global.
Partisipasi PKSPL IPB University dalam 2026 Islands of the World Conference turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) melalui penguatan kajian mengenai adaptasi perubahan iklim dan dinamika garis pantai pada pulau-pulau kecil. Selain itu, kontribusi penelitian mengenai konservasi terumbu karang, pengelolaan ekosistem pesisir, dan sumber daya laut mendukung SDG 14 (Life Below Water). Kajian mengenai pengembangan ekonomi biru melalui penerapan Integrated Coastal Management berkontribusi terhadap SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), sementara pembahasan mengenai tata kelola wilayah kepulauan dan penguatan ketahanan masyarakat mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Keikutsertaan PKSPL IPB University dalam forum ilmiah internasional ini juga memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring kolaborasi global, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kerja sama riset untuk mewujudkan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
