PKSPL IPB University Bersama In Journey Green Lanjutkan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir melalui Penanaman 4.500 Mangrove di Kawasan Mandalika

WhatsApp Image 2026-07-25 at 11.24.26 (2)

PKSPL IPB University Bersama In Journey Green Lanjutkan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir melalui Penanaman 4.500 Mangrove di Kawasan Mandalika

Lombok Tengah, 24 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir melalui pelaksanaan penanaman mangrove tahap kedua di Kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara PKSPL IPB University dan In Journey Green dalam mewujudkan kawasan pesisir yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis ekologi dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan seremoni yang diselenggarakan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) selaku pengelola Kawasan Mandalika. Seremoni tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Danramil, Kapolsek, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), para kepala dusun, Karang Taruna, perwakilan pengelola kawasan wisata, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan kuatnya semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan pesisir.

Sebagai bagian dari implementasi program rehabilitasi, sebanyak 4.500 bibit mangrove ditanam pada lokasi yang telah ditetapkan di kawasan pesisir Mandalika. Penanaman ini merupakan kelanjutan dari upaya restorasi ekosistem yang bertujuan meningkatkan fungsi ekologis kawasan pesisir, memperkuat perlindungan alami terhadap abrasi, meningkatkan kapasitas penyimpanan karbon biru (blue carbon), serta menciptakan habitat yang mendukung keberlangsungan berbagai jenis biota pesisir.

General Manager The Mandalika, I Made Pari Wijaya, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai bagian dari perlindungan kawasan pesisir.

“Mangrove sebagai ekosistem yang penting di kawasan pesisir harus dijaga dan dilestarikan. Dengan ini mari kita bersama berkarya, lestarikan Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan konservasi mangrove memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat serta sinergi berbagai institusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Senada dengan hal tersebut, Vice President In Journey, Robby Saputra, menekankan bahwa keberhasilan program rehabilitasi tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberhasilan memastikan mangrove dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Kegiatan kali ini adalah menumbuhkan mangrove, tidak hanya menanam tetapi bersama-sama menjaga agar mangrove tumbuh dengan baik dan menjadi kawasan ecotourism. Dengan ini harapannya masyarakat akan merasakan dampak positif,” ungkapnya.

Pesan tersebut mempertegas bahwa pengelolaan mangrove perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui keterlibatan masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata yang mendukung perekonomian lokal.

Selain kegiatan penanaman, tim PKSPL IPB University juga melaksanakan survei sosial-ekonomi melalui wawancara langsung dengan masyarakat di Dusun Gerupuk I, Dusun Gerupuk II, dan Dusun Ebangah. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan Program InJourney Green, memahami kondisi sosial-ekonomi masyarakat, serta mengidentifikasi pandangan mereka mengenai kondisi ekosistem pesisir di wilayah tersebut.

Pendekatan yang mengintegrasikan aspek ekologis dan sosial menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program ini. Informasi yang diperoleh melalui survei lapangan diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan strategi pengelolaan yang lebih adaptif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan demikian, program rehabilitasi mangrove tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga mampu meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap kawasan pesisir sehingga keberlanjutan program dapat terus terjaga.

Melalui kolaborasi bersama In Journey Green dan berbagai pemangku kepentingan, PKSPL IPB University terus menunjukkan perannya sebagai lembaga riset yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi pondasi penting dalam menciptakan ekosistem pesisir yang sehat, produktif, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan rehabilitasi mangrove dan survei sosial-ekonomi ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penanaman mangrove mendukung SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan kapasitas penyerapan karbon dan penguatan ketahanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Upaya rehabilitasi ekosistem pesisir juga berkontribusi pada SDG 14 (Life Below Water) dengan menjaga fungsi ekologis habitat pesisir yang penting bagi keanekaragaman hayati. Keterlibatan masyarakat dalam survei sosial-ekonomi serta pengembangan potensi ekowisata mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peluang peningkatan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan. Di sisi lain, kolaborasi antara PKSPL IPB University, InJourney Green, ITDC, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi wujud nyata implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam mewujudkan pengelolaan kawasan pesisir yang inklusif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berkelanjutan.

Kontak Media:

 📧 humas@pksplipb.or.id

 🌐 www.pkspl.ipb.ac.id

 📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university

 📘 Facebook: PKSPL IPB

📺 YouTube: PKSPL IPB University