Dr. Kuan Shiong Khoo Hadir di PKSPL IPB untuk Berbagi Strategi Menulis Review Article
Dr. Kuan Shiong Khoo Hadir di PKSPL IPB untuk Berbagi Strategi Menulis Review Article

Bogor, 31 Juli 2026 – Dr. Kuan Shiong Khoo dari Yuan Ze University, Taiwan, berbagi strategi menyusun review article berkualitas dalam workshop bertajuk Tips on Writing a Review Article, Academic and Research Discussion. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Riset Internasional Kemaritiman, Kelautan, dan Perikanan (LRI-iMAR) IPB University bekerja sama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University, Program Studi Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, serta didukung oleh Indonesia Endowment Fund for Education Agency (LPDP).

Workshop yang berlangsung di Ruang Riau, Gedung Pasca Sarjana kampus IPB Baranangsiang ini diikuti oleh 29 peserta, terdiri atas mahasiswa program MBKM dari berbagai perguruan tinggi, research fellow, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perairan (THP), serta anggota LRI-iMAR. Acara dibuka oleh Andy Affandy, S.Pi., M.M., Wakil Kepala Bidang Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan PKSPL IPB University. Selanjutnya, Prof. Dr. rer. nat. Kustiariyah Tarman, S.Pi., M.Si., Kepala Divisi Program Bioteknologi Pesisir dan Lautan PKSPL IPB University, menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan Dr. Kuan kepada para peserta.

Dalam pemaparannya, Dr. Kuan menekankan pentingnya membangun pola pikir sebagai seorang ahli saat menulis artikel ilmiah. Menurutnya, penulis perlu memosisikan diri sebagai pakar pada bidang yang sedang ditulis agar mampu menghasilkan karya yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
“Write the article for yourself. View yourself as the expert in the topic you are writing about.”
Dr. Kuan menjelaskan bahwa penyusunan review article sebaiknya diawali dengan menentukan kata kunci (keywords) yang spesifik. Langkah tersebut membantu peneliti memfokuskan hasil pencarian literatur sehingga proses telaah menjadi lebih efektif. Ia juga menganjurkan penggunaan referensi terbaru, khususnya publikasi dalam tiga tahun terakhir, agar artikel mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Ia juga memaparkan struktur penulisan review article yang sistematis. Pendahuluan sebaiknya diawali dengan kebijakan (policies) atau regulasi yang relevan sebagai landasan pembahasan, kemudian dilanjutkan dengan uraian mengenai permasalahan sebelum memasuki pembahasan utama.
Pada bagian isi artikel, Dr. Kuan mendorong penggunaan visual seperti diagram, ilustrasi, atau infografik untuk memperjelas penyampaian informasi. Selain memudahkan pembaca memahami isi artikel, visual yang informatif juga berpotensi meningkatkan peluang artikel menjadi rujukan bagi penelitian lain. Ia mengingatkan agar setiap gambar dan ilustrasi selalu mencantumkan sumber untuk menghindari pelanggaran hak cipta.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penulisan ilmiah. Menjawab pertanyaan Dr. Lusita Meilana, Ph.D., Postdoctoral Fellow PKSPL IPB University dari Divisi Program Perencanaan Spasial Laut dan Ekosistem, mengenai penggunaan gambar hasil AI dalam artikel ilmiah, Dr. Kuan menyatakan bahwa ia lebih menyarankan penggunaan gambar yang dibuat secara orisinal. Menurutnya, kebijakan penerbit mengenai penggunaan AI masih terus berkembang sehingga penulis perlu mematuhi pedoman masing-masing jurnal. Apabila menggunakan bantuan AI, hal tersebut harus dinyatakan secara terbuka dan penulis tetap bertanggung jawab penuh atas isi yang dihasilkan.

Menanggapi pertanyaan Prof. Dr. rer. nat. Kustiariyah Tarman, S.Pi., M.Si. mengenai keamanan data pada platform AI, Dr. Kuan menjelaskan bahwa data yang diunggah berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan sistem AI. Oleh karena itu, pengguna perlu mencermati syarat penggunaan, kebijakan privasi, serta pengaturan keamanan data sebelum memanfaatkan teknologi tersebut.
Dr. Kuan juga menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan pemahaman peneliti terhadap metodologi review article. Kemampuan berpikir kritis, menganalisis, dan mensintesis literatur tetap menjadi kompetensi utama yang membedakan peneliti dengan teknologi AI.

Usai workshop, kegiatan dilanjutkan dengan sesi “podcast PKSPL IPB University” yang menghadirkan Dr. Kuan sebagai narasumber. Podcast dipandu oleh Dinda Wahyu Rezeki, S.Pi., M.Si., dari Divisi Program Perencanaan Spasial Laut dan Ekosistem PKSPL IPB University. Dalam sesi tersebut, Dr. Kuan berbagi pengalaman mengenai perjalanan akademiknya, penelitian yang sedang dikembangkan, serta pandangannya mengenai publikasi ilmiah dan kolaborasi riset internasional.

Melalui workshop ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru dalam menyusun review article yang sistematis, relevan, dan berkualitas sehingga mampu meningkatkan daya saing publikasi ilmiah Indonesia di tingkat internasional.
