PKSPL IPB University Dukung Monitoring Aspek Sosial UKL-UPL Survei Seismik PT Pertamina PHE Jambi Merang di Selat Makassar

WhatsApp Image 2026-07-26 at 07.04.27 (1)

PKSPL IPB University Dukung Monitoring Aspek Sosial UKL-UPL Survei Seismik PT Pertamina PHE Jambi Merang di Selat Makassar

xMamuju, Sulawesi Barat, 24 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University berpartisipasi dalam pelaksanaan Monitoring Pemenuhan Kewajiban UKL-UPL Survei Seismik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang di Blok Kandawulo, Selat Makassar, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi aspek sosial dalam dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), khususnya terkait pelaksanaan survei seismik yang dilaksanakan oleh PT Elnusa sebagai kontraktor pelaksana.

Monitoring ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan bahwa setiap tahapan kegiatan survei seismik tidak hanya memenuhi ketentuan administratif dan teknis, tetapi juga memperhatikan prinsip keterbukaan, partisipasi masyarakat, serta pengelolaan dampak sosial secara bertanggung jawab. Melalui pendekatan berbasis evaluasi lapangan, PKSPL IPB University berkontribusi dalam menyediakan kajian yang objektif sebagai dasar peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan dan hubungan sosial pada kegiatan hulu migas.

Pelaksanaan monitoring dilakukan melalui serangkaian wawancara dan diskusi dengan berbagai pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan survei seismik. Tim melakukan konfirmasi terhadap implementasi matriks pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tercantum dalam dokumen UKL-UPL PT Pertamina PHE Jambi Merang. Pendekatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas pelaksanaan pengelolaan aspek sosial selama kegiatan berlangsung.

Fokus utama monitoring diarahkan pada tiga aspek penting. Pertama, memastikan bahwa seluruh pihak yang berpotensi terdampak telah dilibatkan secara aktif sejak tahap awal perencanaan kegiatan. Kedua, mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana yang telah disusun, termasuk kelengkapan prosedur, dokumentasi, serta bukti implementasi di lapangan. Ketiga, mengonfirmasi bahwa proses penanganan terhadap nelayan maupun pemilik rumpon yang terdampak kegiatan survei seismik telah dilakukan secara terbuka, adil, transparan, serta mampu meminimalkan potensi konflik sosial.

Untuk memperoleh informasi yang representatif, tim monitoring melakukan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Kantor KUPP Kelas III Mamuju, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mamuju, para nelayan dan pemilik rumpon, serta PT Elnusa sebagai pelaksana survei seismik sekaligus pengelola hubungan sosial selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan berbagai pihak tersebut memberikan perspektif yang menyeluruh terhadap pelaksanaan pengelolaan dampak sosial di lapangan.

Berdasarkan hasil monitoring, diperoleh temuan bahwa pelaksanaan survei seismik berlangsung dengan baik dan mendapatkan penerimaan positif dari berbagai pihak yang terlibat. Proses komunikasi, koordinasi, serta penyelesaian berbagai potensi dampak sosial dinilai berjalan secara terbuka dan mengedepankan dialog dengan masyarakat.

Senior Research PKSPL IPB University, Yoppie Christian, menyampaikan bahwa pendekatan sosial menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan survei seismik.

“Dari berbagai pihak yang kami temui, terdapat kesamaan pandangan bahwa proses seismik ini berjalan sangat lancar dan semua pihak dapat menerima proses maupun kompensasi yang diberikan secara legawa. Hasil ini bisa menjadi pembelajaran bagi KKKS lain yang melakukan seismik bahwa pendekatan yang digunakan tidak semata-mata bersifat teknis dan formal. Pendekatan sosial dan pembangunan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak dari jauh-jauh hari ternyata sangat krusial,” ujar Yoppie Christian.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan aspek sosial dalam kegiatan hulu migas tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga oleh kualitas komunikasi, keterlibatan para pemangku kepentingan, serta pembangunan kepercayaan dengan masyarakat sejak tahap awal pelaksanaan kegiatan. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan proses yang lebih inklusif sekaligus meminimalkan potensi konflik di lapangan.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan monitoring ini, PKSPL IPB University terus memperkuat perannya sebagai lembaga riset yang mendukung implementasi pembangunan berkelanjutan melalui penyediaan kajian ilmiah yang independen dan berbasis bukti. Evaluasi terhadap aspek sosial dalam pelaksanaan UKL-UPL menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa kegiatan pemanfaatan sumber daya alam dapat berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan prinsip tata kelola yang baik.

Kegiatan monitoring ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik, sektor industri, pemerintah, aparat, serta masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi praktik baik (best practice) dalam pelaksanaan kegiatan survei seismik maupun kegiatan pembangunan lainnya yang berinteraksi langsung dengan masyarakat pesisir.

Pelaksanaan Monitoring UKL-UPL Survei Seismik PT Pertamina PHE Jambi Merang ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penerapan tata kelola yang transparan, partisipatif, dan akuntabel dalam pengelolaan dampak sosial kegiatan pembangunan. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya memastikan aktivitas survei seismik memperhatikan pengelolaan lingkungan pesisir dan laut sesuai dokumen UKL-UPL. Penguatan keterlibatan masyarakat serta perlindungan terhadap mata pencaharian nelayan mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Selain itu, kolaborasi antara PKSPL IPB University, PT Pertamina PHE Jambi Merang, PT Elnusa, pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat menjadi implementasi nyata SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kolaborasi.

Kontak Media:

 📧 humas@pksplipb.or.id

 🌐 www.pkspl.ipb.ac.id

 📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university

 📘 Facebook: PKSPL IPB

📺 YouTube: PKSPL IPB University