PKSPL IPB University Perkuat Human Capital dan Knowledge Product melalui PRESTASI Academy Senior Scientists and Researchers Dialogue

WhatsApp Image 2026-07-16 at 09.51.48

PKSPL IPB University Perkuat Human Capital dan Knowledge Product melalui PRESTASI Academy Senior Scientists and Researchers Dialogue

Bogor, 14 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Lembaga Riset Internasional Kemaritiman, Kelautan dan Perikanan (LRI-iMAR) IPB University terus memperkuat transformasi kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia peneliti melalui kegiatan PKSPL PRESTASI Academy: Senior Scientists and Researchers Dialogue yang dilaksanakan di Gedung EDTC PKSPL IPB University, Bogor.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan pimpinan, penasihat, dan peneliti senior untuk bersama-sama merumuskan arah pengembangan pusat kajian di masa mendatang. Sebanyak 37 peserta tercatat mengikuti kegiatan dan menyampaikan pandangan mengenai penguatan riset, pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan data, produk pengetahuan, tata kelola proyek, hingga penguatan budaya kerja di lingkungan PKSPL.

PRESTASI Academy merupakan bagian dari komitmen PKSPL dalam membangun sumber daya manusia riset yang agile, motivated, dan adaptif terhadap regenerasi. Program ini diarahkan untuk memperkuat scientific leadership, agility, dan ethics, sekaligus menciptakan atmosfer riset berkualitas yang mampu mendukung perkembangan PKSPL sebagai pusat kajian pesisir dan kelautan yang semakin berpengaruh.

Dari Service Product Menuju Knowledge Product

Dalam pemaparan strategis, Prof. Dr. Ir. Luky Adrianto, M.Sc. menekankan pentingnya human capital sebagai salah satu fondasi utama dalam transformasi PKSPL. Kualitas sumber daya manusia PKSPL dinilai memiliki modal yang baik dari sisi keterampilan dan kepemimpinan. Namun, kapasitas tersebut perlu terus diperkuat agar mampu menghasilkan dampak riset yang lebih luas.

Salah satu arah transformasi yang menjadi perhatian adalah mendorong PKSPL bergerak dari excellent service products menuju excellent knowledge products. Setiap kegiatan dan proyek penelitian diharapkan tidak hanya berakhir dalam bentuk laporan, tetapi meninggalkan jejak pengetahuan yang jelas dan dapat dikembangkan menjadi publikasi, data dan informasi, teknologi, inovasi, rekomendasi kebijakan, produk komunikasi ilmiah, maupun solusi bagi masyarakat.

Semangat tersebut juga menegaskan bahwa karya peneliti tidak selalu harus terbatas pada artikel ilmiah atau paper. Hasil kegiatan dapat dikemas menjadi kutipan ilmiah, poster, infografis, publikasi media sosial, serta beragam produk komunikasi pengetahuan yang mampu menjangkau khalayak lebih luas. Penguatan media sosial PKSPL melalui publikasi hasil riset dan konten pengetahuan turut menjadi salah satu perhatian dalam dialog.

Ke depan, PKSPL memiliki cita-cita untuk memperluas dampak secara global, menghasilkan knowledge product yang unggul, mencetak peneliti brilian, menjadi pusat kajian terbaik dan terbesar, serta berkembang menjadi pusat kajian dengan pengaruh yang semakin kuat. Arah tersebut sejalan dengan target transformasi PKSPL menuju global engagement network, excellent knowledge products, more excellent researchers, dan the most impacted research center.

Membangun Budaya Scientist dan Peneliti yang Adaptif

Dialog menempatkan penguatan budaya ilmiah sebagai salah satu agenda penting. Peneliti PKSPL didorong untuk membangun kebiasaan menulis, berdiskusi, mengikuti seminar dan sharing session, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kemampuan membaca, menginterpretasikan, dan memanfaatkan data juga dinilai penting agar peneliti tidak hanya berperan sebagai pengumpul data, tetapi mampu menghasilkan produk berbasis pengetahuan.

Pengembangan kompetensi perlu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi. Peneliti diharapkan terus mengasah keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perubahan metode, teknologi, dan persaingan riset. Dalam dialog, mengemuka pula pentingnya mekanisme coaching dan mentoring dari peneliti senior kepada generasi peneliti berikutnya, termasuk dalam membuka akses terhadap peluang riset, konferensi, publikasi, dan pengembangan jejaring.

Budaya untuk membuka diri terhadap pengetahuan baru juga menjadi perhatian. Pengembangan kemampuan bahasa Inggris, teknologi digital, visualisasi data, GIS, desain presentasi, komunikasi profesional, hingga sertifikasi keahlian dipandang sebagai bagian penting dalam membentuk peneliti masa depan. Sistem pembelajaran yang fleksibel dan dapat diakses dari mana saja juga didorong agar peningkatan kompetensi tidak selalu bergantung pada keberadaan mentor secara langsung.

Dalam konteks pengembangan diri, setiap individu didorong untuk mengenali dan mendalami passion, mencoba bidang baru, serta aktif mencari peluang. Peneliti tidak diharapkan hanya menunggu untuk dilibatkan dalam suatu kegiatan, tetapi mampu menunjukkan kontribusi yang dapat diberikan kepada institusi. Pemanfaatan teknologi informasi, pemeliharaan jejaring, serta keterbukaan terhadap masukan dan evaluasi dari pimpinan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Penguatan Bank Data dan Digitalisasi Pengetahuan

Pengelolaan data menjadi salah satu isu strategis yang banyak mendapat perhatian dalam dialog. Berbagai penelitian PKSPL telah menghasilkan data dalam jumlah besar dan mencakup periode yang panjang. Data stok ikan, valuasi ekonomi, kajian sosial, lingkungan, pesisir, karbon, lamun, hingga terumbu karang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi basis pengetahuan dan produk analisis baru.

Peserta mendorong pembentukan bank data PKSPL yang terintegrasi sehingga data penelitian tidak lagi tersimpan secara personal maupun tersebar pada masing-masing proyek. Data berkelanjutan dari berbagai lokasi dan periode dapat dikonsolidasikan, dianalisis kembali, serta dikembangkan menjadi tools, model analisis, publikasi, maupun produk pengetahuan berbasis data.

Gagasan pengembangan pusat data dan informasi atau Pusdatin juga mengemuka. Digitalisasi sistem dinilai penting untuk mempermudah pencarian data, regulasi, dokumen, dan informasi kelembagaan. Pengelolaan data secara terpusat diharapkan mampu mempercepat proses penulisan dan pengembangan produk pengetahuan, mengingat data yang tersebar menjadi salah satu hambatan dalam proses produksi karya ilmiah.

Namun demikian, persoalan confidential data turut menjadi tantangan. Sejumlah data proyek memiliki batasan penggunaan sehingga belum dapat secara langsung dimanfaatkan untuk publikasi atau produk pengetahuan lainnya. Dalam forum, muncul gagasan untuk memperkuat kesepakatan kerja sama dan pengaturan pemanfaatan data sejak awal sehingga, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan etika, hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk ilmiah yang memberikan manfaat lebih luas.

Mentoring, Talent Pool, dan Regenerasi Peneliti

Penguatan regenerasi menjadi agenda penting lainnya. PKSPL memiliki banyak fellow dengan potensi yang perlu terus dibimbing dan diarahkan. Karena itu, sistem talent pool, pemetaan keahlian, coaching, dan mentoring dinilai penting untuk memastikan setiap peneliti dapat berkembang sesuai kompetensi dan bidang keahliannya.

Pemetaan ulang kapasitas sumber daya manusia juga diperlukan untuk melihat hubungan antara kemampuan, nilai, komitmen, dan potensi masing-masing individu. Hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pelatihan, penugasan, pengembangan karier, hingga akselerasi talenta peneliti.

Forum turut mengusulkan pengembangan profil peneliti PKSPL pada kanal digital institusi sebagai bagian dari personal branding dan penguatan rekognisi keahlian. Melalui profil yang terstruktur, bidang keahlian dan rekam jejak setiap peneliti dapat lebih mudah dikenali oleh mitra nasional maupun internasional.

Regenerasi tidak hanya menjadi perhatian dalam bidang penelitian, tetapi juga pada unit pendukung seperti keuangan dan administrasi. Adanya sumber daya manusia yang akan memasuki masa purna tugas menjadi pengingat akan pentingnya kaderisasi dan transfer pengetahuan secara sistematis. Tantangan pekerjaan yang kompleks perlu diimbangi dengan proses pendampingan agar generasi penerus memiliki kesiapan dan ketahanan dalam menjalankan tanggung jawab kelembagaan.

Memperkuat Trust, Etika, dan Kesetaraan dalam Berkolaborasi

Selain keterampilan teknis, dialog menegaskan bahwa trust dan etika merupakan modal penting dalam membangun institusi riset. Kepercayaan antarsesama peneliti perlu dibangun agar kolaborasi dapat berkembang secara sehat dan produktif.

Semangat kesetaraan juga menjadi perhatian. Lingkungan kerja diharapkan tidak membangun sekat berdasarkan kelas maupun senioritas. Pengurangan kesenjangan antar generasi dan antar posisi menjadi penting agar setiap individu memiliki ruang untuk belajar, menyampaikan gagasan, dan memberikan kontribusi.

Etika tetap menjadi pondasi utama dalam proses transformasi. Menghargai keahlian rekan kerja, membangun komunikasi yang baik, meningkatkan rasa percaya diri, serta mampu menyampaikan kebutuhan secara tepat merupakan bagian dari kompetensi yang perlu dikembangkan. Continuous improvement juga menjadi semangat yang didorong agar transformasi berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan.

Kebahagiaan dalam bekerja turut mendapat perhatian dalam forum. Suasana kerja yang positif diyakini dapat mempengaruhi kinerja dan cara individu menghadapi tantangan pekerjaan. Dengan membangun lingkungan yang saling menghargai dan mendukung, PKSPL diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi peneliti dan seluruh sumber daya manusia di dalamnya.

Membangun Sistem Knowledge Management yang Lebih Kuat

Salah satu gagasan strategis yang mengemuka adalah pembentukan tim yang secara khusus mengelola impact dan knowledge dari berbagai proyek PKSPL. Tim tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi potensi pengetahuan dari setiap kegiatan, menggali informasi, serta membantu mengemas hasil proyek menjadi produk yang menarik dan relevan.

Penguatan knowledge management dapat dilakukan dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi spesifik dalam penulisan dan pengembangan produk pengetahuan. Pengemasan hasil riset menjadi aspek penting karena kualitas substansi perlu didukung oleh cara komunikasi yang mampu menarik perhatian mitra, termasuk lembaga non pemerintah dan jejaring internasional.

Gagasan call for authors, paper developer, dan paper drafter turut dibahas sebagai alternatif percepatan publikasi. PKSPL dapat membangun jejaring penulis dengan kompetensi yang sesuai, menyiapkan template penulisan, menetapkan target dan batas waktu yang jelas, serta membangun sistem kerja yang berorientasi pada hasil. Kegiatan bimbingan mahasiswa juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi publikasi ilmiah melalui pengelolaan dan pendampingan yang tepat.

Selain itu, forum mendorong adanya pertemuan rutin untuk knowledge development. Setiap bulan, para peneliti dapat duduk bersama untuk mengidentifikasi hasil proyek yang potensial, mendiskusikan data, serta menentukan bentuk produk pengetahuan yang dapat dikembangkan. Rapat pimpinan juga dapat menjadi ruang untuk melaporkan proyek yang diperoleh sehingga potensi knowledge product dapat dipetakan sejak awal.

Penguatan Tata Kelola Proyek dan Supporting System

Transformasi PKSPL juga membutuhkan sistem pendukung yang kuat. Sinergi antara tim keuangan, administrasi proyek, dan pimpinan proyek menjadi perhatian penting, khususnya dalam pengelolaan kerja sama dengan nilai dan kompleksitas yang tinggi.

Sinkronisasi sistem, kepatuhan terhadap aturan, pengelolaan kontrak sejak awal kegiatan, serta distribusi dokumen kepada unit terkait dinilai dapat meningkatkan efisiensi tata kelola. Sosialisasi kepada tim administrasi proyek juga perlu melibatkan ketua dan anggota tim agar informasi dapat dipahami secara menyeluruh.

Dalam forum turut disampaikan pentingnya mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia. Sistem dan infrastruktur yang telah dibangun perlu dimanfaatkan secara maksimal dan dievaluasi keberlanjutannya. Peningkatan fasilitas pendukung, termasuk kualitas jaringan internet, menjadi penting untuk mendukung kegiatan daring, akses data, serta proses pengunggahan dan pengolahan data berukuran besar.

Memperkuat Identitas PKSPL sebagai Rujukan ICM dan Blue Economy

PKSPL juga didorong untuk semakin memperkuat posisinya sebagai ikon dan rujukan dalam bidang Integrated Coastal Management (ICM) dan blue economy. Penguatan identitas keilmuan tersebut diperlukan agar rekam jejak panjang PKSPL dapat semakin dikenal dan menjadi referensi di tingkat nasional maupun global.

Para peneliti didorong untuk terus mengikuti perkembangan isu nasional dan internasional serta membangun diri sebagai researcher yang memiliki dedikasi terhadap bidang keahliannya. Orientasi jangka panjangnya adalah menjadikan para peneliti PKSPL sebagai rujukan nasional dan internasional dalam isu pesisir, kelautan, perikanan, ekonomi biru, karbon biru, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Penguatan jejaring internasional juga menjadi perhatian. PKSPL perlu memperluas keterlibatan international fellows, memanfaatkan konferensi dan kunjungan mitra sebagai ruang pertukaran pengetahuan, serta aktif menyelenggarakan dan menghadiri general lecture. Tantangan bahasa tidak seharusnya menjadi penghambat untuk terlibat dalam ruang akademik global.

Menuju The Most Impacted Research Center

Melalui PRESTASI Academy, PKSPL IPB University menegaskan bahwa transformasi institusi harus dimulai dari perubahan individu, penguatan sistem, dan pembangunan budaya riset yang berkelanjutan. Semangat Changing Mindset to Changing Future menjadi bagian penting dalam mendorong setiap sumber daya manusia untuk tidak menunda pekerjaan, mencatat setiap perjalanan dan pencapaian, berani mencoba hal baru, berpikir positif, dan terus mengejar passion sebagai peneliti andal.

PKSPL juga terus mendorong penguatan dampak riset melalui kerangka Blue IMPACT, yang mencakup dampak terhadap kebijakan kepulauan, kesehatan ekosistem kepulauan, sains dan inovasi kepulauan, serta kesejahteraan wilayah kepulauan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memastikan riset tidak hanya menghasilkan keluaran akademik, tetapi memberikan manfaat nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Pada akhirnya, dialog para ilmuwan dan peneliti senior ini menegaskan bahwa kekuatan PKSPL tidak hanya terletak pada besarnya proyek atau panjangnya rekam jejak institusi, tetapi pada kemampuan seluruh sumber daya manusianya untuk membangun kepercayaan, berkolaborasi, terus belajar, serta mengubah pengalaman riset menjadi pengetahuan yang berdampak.

Dengan semangat kebersamaan, penguatan human capital, serta tata kelola pengetahuan yang semakin baik, PKSPL IPB University terus melangkah untuk menjadi pusat kajian yang tidak hanya unggul dan besar, tetapi hadir sebagai the most impacted research center yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan keberlanjutan wilayah pesisir dan laut.

Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penguatan kompetensi, pembelajaran sepanjang hayat, coaching, mentoring, dan regenerasi peneliti; SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui pembangunan lingkungan kerja yang produktif, inklusif, beretika, dan mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui pengembangan produk pengetahuan, digitalisasi data, inovasi, teknologi, serta penguatan sistem dan infrastruktur riset; SDG 13: Climate Action melalui penguatan riset terkait interaksi laut dan iklim, karbon biru, serta solusi berbasis alam dan budaya; SDG 14: Life Below Water melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi bagi pengelolaan sumber daya pesisir, kelautan, dan perikanan yang berkelanjutan; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan jejaring glocal engagement, kolaborasi peneliti, fellow internasional, dan kemitraan strategis.

Kontak Media:

 📧 humas@pksplipb.or.id

 🌐 www.pkspl.ipb.ac.id

 📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university

 📘 Facebook: PKSPL IPB

📺 YouTube: PKSPL IPB University