PKSPL IPB Terima Kunjungan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta, Perkuat Kompetensi Praktis Penyusunan AMDAL bagi Calon Profesional Lingkungan
PKSPL IPB Terima Kunjungan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta, Perkuat Kompetensi Praktis Penyusunan AMDAL bagi Calon Profesional Lingkungan
Bogor, 17 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University menerima kunjungan observasi mahasiswa Peminatan Kesehatan Masyarakat Lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Jumat (17/7) di Gedung EDTC PKSPL IPB, Kampus Baranangsiang, Bogor. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari pendalaman Mata Kuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk memperkaya wawasan mahasiswa melalui pembelajaran langsung bersama para praktisi dan tenaga ahli penyusun AMDAL di PKSPL IPB.

Kegiatan diikuti oleh 18 mahasiswa UMJ beserta dosen pengampu mata kuliah, serta melibatkan mahasiswa magang PKSPL IPB. Selama empat jam, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar AMDAL, implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) AMDALNET, hingga pendekatan sosial dalam penyusunan dokumen lingkungan melalui pemaparan materi, demonstrasi sistem, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab.

Membuka kegiatan, Ari Gunawan Wardhana menegaskan bahwa penyusunan AMDAL merupakan bidang keilmuan yang bersifat multidisiplin. “Ilmu ANDAL itu mencakup banyak ilmu, di mana AMDAL ini termasuk dalam kajian ilmiah,” ujarnya saat memberikan pembekalan kepada peserta. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyusunan AMDAL tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman lintas disiplin untuk menghasilkan rekomendasi lingkungan yang komprehensif.

Dalam pengantarnya, Dadang Herdiansyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik tersebut sekaligus berharap mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dari para tenaga ahli PKSPL IPB. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Harapannya, mahasiswa dapat mengambil ilmu secara praktik dari para tenaga ahli ANDAL PKSPL IPB,” ungkapnya.

Sementara itu, Andy Afandy memperkenalkan PKSPL IPB sebagai lembaga yang berfokus pada action research yang menghasilkan berbagai knowledge product dalam bentuk modul, sistem, dan inovasi berbasis riset. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang belajar yang aktif. “Selamat datang di PKSPL IPB. Jangan sungkan untuk berdiskusi sehingga kunjungan ini dapat menjadi pengalaman belajar yang bermanfaat,” pesannya kepada mahasiswa.

Sesi pertama menghadirkan Dwianka Rahman Maisalda yang membawakan materi Pengantar AMDAL. Dalam paparannya dijelaskan bahwa AMDAL merupakan kajian ilmiah yang menjadi prasyarat pengambilan keputusan terhadap suatu rencana usaha atau kegiatan serta berfungsi sebagai instrumen pengendalian dampak lingkungan. Ia menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. “Pembangunan seringkali berdampak pada lingkungan. Oleh karena itu, pembangunan berkelanjutan diperlukan untuk menyeimbangkan kepentingan pembangunan dengan perlindungan lingkungan,” jelasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Muhammad Syafi’i mengenai implementasi SPBE AMDALNET. Melalui demonstrasi langsung, peserta diperkenalkan dengan proses digital penyusunan dan pengajuan dokumen lingkungan. Menurutnya, “Secara sederhana, proses AMDAL dimulai dengan mengunggah dokumen ke AMDALNET, dilanjutkan uji administrasi, uji teknis, penilaian oleh tim ahli dan masyarakat hingga diterbitkannya persetujuan lingkungan.” Ia juga menjelaskan bahwa sistem tersebut merupakan bagian dari transformasi digital yang membuat proses penyelenggaraan persetujuan lingkungan menjadi lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.

Pada sesi ketiga, Yoppie Christian mengulas pentingnya perspektif sosial dalam penyusunan AMDAL. Ia menekankan bahwa tenaga ahli harus mampu memahami kondisi masyarakat secara objektif tanpa mengabaikan bukti ilmiah. “Tugas tenaga ahli adalah mengumpulkan informasi dan berbagai pendapat secara netral. Fokusnya bukan menilai, melainkan menggali alasan di balik setiap pendapat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa dalam paradigma sosial, “peneliti dapat berpihak pada kepentingan masyarakat, tetapi keberpihakan tersebut harus didasarkan pada bukti dan temuan penelitian.”
Suasana diskusi berlangsung dinamis ketika mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses penyusunan AMDAL, implementasi AMDALNET, hingga prinsip pembangunan berkelanjutan. Menanggapi pertanyaan mengenai aspek yang sering dikorbankan dalam pembangunan, Dwianka kembali menegaskan bahwa lingkungan kerap menjadi komponen yang paling terdampak sehingga diperlukan instrumen yang mampu menjaga keseimbangannya. Sementara itu, Yoppie menjelaskan bahwa “AMDAL berfungsi untuk merepresentasikan kepentingan lingkungan dalam proses pengambilan keputusan” sehingga perlindungan lingkungan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum suatu kegiatan dilaksanakan.
Pada kesempatan yang sama, Muhammad Syafi’i juga menjelaskan mekanisme perubahan dokumen lingkungan apabila terjadi pengembangan kegiatan. Menurutnya, perusahaan yang melakukan perluasan wajib mengajukan adendum persetujuan lingkungan untuk memastikan seluruh potensi dampak baru telah dikaji secara memadai sebelum kegiatan dilaksanakan.
Menutup sesi diskusi, Ari Gunawan Wardhana menegaskan bahwa AMDAL merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. “Tujuan AMDAL adalah mendukung keberlanjutan kehidupan manusia melalui perlindungan lingkungan. AMDAL memastikan dampak pembangunan dapat dicegah atau diminimalkan, bahkan suatu rencana usaha dapat dinyatakan tidak layak apabila berisiko besar terhadap lingkungan,” ujarnya. Ia juga mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensinya melalui berbagai kesempatan belajar di PKSPL IPB, termasuk peluang menjadi fellow agar memperoleh pengalaman langsung sebagai calon penyusun AMDAL profesional.
Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang lingkungan hidup. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset diharapkan mampu melahirkan generasi profesional yang memiliki kompetensi ilmiah, integritas, serta kemampuan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan pembangunan dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas mahasiswa dengan pembelajaran berbasis praktik dan transfer pengetahuan langsung dari para tenaga ahli. Pengenalan transformasi digital melalui AMDALNET turut berkontribusi pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dengan memperkenalkan inovasi dalam sistem pelayanan persetujuan lingkungan yang lebih efektif dan terintegrasi. Selain itu, pemahaman mengenai AMDAL sebagai instrumen perlindungan lingkungan mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dan SDG 15 (Life on Land) melalui penguatan prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. Kolaborasi antara PKSPL IPB dan Universitas Muhammadiyah Jakarta juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam memperkuat jejaring pendidikan, riset, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia menuju pembangunan berkelanjutan.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
