PKSPL IPB Perkuat Monitoring Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Segara Anakan, Cilacap
PKSPL IPB Perkuat Monitoring Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Segara Anakan, Cilacap
Cilacap, 11 September 2026 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University melaksanakan kegiatan Implementasi Program Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Kawasan Segara Anakan, Cilacap. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan rehabilitasi ekosistem mangrove melalui monitoring perkembangan vegetasi, pengumpulan data karbon, serta penguatan pemahaman mengenai karakteristik ekosistem mangrove di lapangan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa magang internasional asal Kanada yang sedang mengikuti kegiatan di PKSPL IPB. Melalui keterlibatan secara langsung dalam kegiatan lapangan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal praktik monitoring rehabilitasi ekosistem mangrove di Indonesia, termasuk proses pengumpulan data pertumbuhan vegetasi serta pengambilan data dan sampel karbon.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari (9-11 September 2026) ini diawali dengan koordinasi bersama pemangku kepentingan setempat di wilayah Kecamatan Kampung Laut dan TNI Angkatan Laut (TNI AL). Koordinasi tersebut dilakukan sebelum tim melanjutkan kegiatan monitoring dan pengambilan data di kawasan rehabilitasi mangrove.

Dalam kegiatan lapangan, tim melakukan monitoring pertumbuhan mangrove untuk melihat perkembangan vegetasi pada kawasan yang telah menjadi bagian dari program rehabilitasi. Pengamatan pertumbuhan menjadi salah satu aspek penting dalam mengevaluasi kondisi dan perkembangan ekosistem setelah dilakukan upaya rehabilitasi.
Selain pemantauan vegetasi, tim juga melakukan pengambilan data dan sampel karbon sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi mengenai potensi penyimpanan karbon pada ekosistem mangrove. Pengukuran karbon biomassa dilakukan menggunakan pendekatan non-destruktif, sehingga proses pengambilan data dapat dilakukan tanpa merusak atau menebang vegetasi mangrove yang diamati.

Pengambilan sampel karbon tanah turut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kandungan karbon yang tersimpan pada sedimen kawasan mangrove. Data karbon biomassa dan karbon tanah menjadi informasi penting dalam memperkuat basis data ekosistem pesisir, khususnya dalam memahami peran mangrove sebagai salah satu ekosistem yang memiliki kemampuan menyimpan karbon.
Bagi mahasiswa magang internasional yang terlibat, kegiatan ini memberikan pengalaman untuk memahami secara langsung tahapan monitoring implementasi rehabilitasi mangrove, mulai dari pengamatan kondisi dan pertumbuhan vegetasi hingga proses pengambilan data dan sampel karbon. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kondisi nyata pengelolaan ekosistem pesisir di Indonesia.

Setelah kegiatan monitoring dan pengambilan data karbon, tim melanjutkan kegiatan ke kawasan arboretum untuk melakukan pengenalan dan identifikasi berbagai jenis mangrove yang terdapat di kawasan tersebut. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal keanekaragaman jenis mangrove sekaligus memahami karakteristik vegetasi yang menjadi bagian penting dari ekosistem pesisir Segara Anakan.
Perwakilan PKSPL IPB menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa internasional dalam kegiatan lapangan menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman dan wawasan mengenai pengelolaan ekosistem pesisir secara langsung.
“Kegiatan lapangan seperti ini tidak hanya penting untuk memperoleh data monitoring, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa magang internasional dari Kanada, untuk melihat secara langsung bagaimana rehabilitasi mangrove dipantau dan bagaimana data ekologi serta karbon dikumpulkan. Kami berharap pengalaman ini dapat memperkaya perspektif mereka mengenai pengelolaan ekosistem pesisir dan pentingnya pendekatan berbasis data dalam mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar perwakilan PKSPL IPB.
Bagi PKSPL IPB, keberlanjutan rehabilitasi ekosistem mangrove membutuhkan proses pemantauan yang dilakukan secara berkala dan berbasis data. Hasil monitoring dapat menjadi dasar untuk memahami perkembangan vegetasi, kondisi ekosistem, serta potensi karbon yang tersimpan sehingga upaya rehabilitasi dapat terus dikembangkan secara lebih terarah.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan peran PKSPL IPB dalam menyediakan ruang pembelajaran internasional berbasis pengalaman lapangan. Interaksi langsung dengan ekosistem mangrove memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami berbagai aspek pengelolaan pesisir, sekaligus mengenal konteks ekologis dan praktik rehabilitasi mangrove yang diterapkan di Indonesia.
Kawasan Segara Anakan memiliki ekosistem mangrove yang penting dalam mendukung keseimbangan lingkungan pesisir. Keberadaan mangrove tidak hanya berperan sebagai habitat berbagai biota, tetapi juga memberikan manfaat dalam perlindungan kawasan pesisir dan penyimpanan karbon. Oleh karena itu, penguatan kegiatan monitoring menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat rehabilitasi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Kegiatan implementasi dan monitoring rehabilitasi ekosistem mangrove di Segara Anakan turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengumpulan data karbon biomassa dan karbon tanah yang memperkuat pemahaman mengenai peran ekosistem mangrove dalam penyimpanan karbon. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 14: Ekosistem Lautan melalui upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemantauan vegetasi dan pengenalan keanekaragaman jenis mangrove. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa magang internasional dalam pembelajaran berbasis lapangan turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan pengalaman belajar dan pertukaran pengetahuan lintas negara. Kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mendorong pengelolaan lingkungan dan pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengelolaan ekosistem pesisir berbasis ilmu pengetahuan, data lapangan, dan pembelajaran lintas negara. Monitoring pertumbuhan mangrove, pengukuran karbon, pengenalan keanekaragaman jenis, serta keterlibatan mahasiswa internasional menjadi bagian dari langkah untuk memastikan rehabilitasi mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi sarana pengembangan pengetahuan dan kapasitas generasi muda dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
