PKSPL IPB Kaji Potensi Ekonomi Sumberdaya Pesisir Cirebon melalui Valuasi Ekosistem dan Ekowisata Mangrove

IMG-20260818-WA0008

PKSPL IPB Kaji Potensi Ekonomi Sumberdaya Pesisir Cirebon melalui Valuasi Ekosistem dan Ekowisata Mangrove

Cirebon, Jawa Barat, 16 Agustus 2026 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University terus memperkuat kajian valuasi ekonomi sumberdaya pesisir melalui kegiatan lapangan di kawasan Baro Gebang, Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari Penelitian Valuasi Ekonomi Sumberdaya Pesisir Cirebon Jawa Barat, khususnya untuk mengumpulkan data yang mendukung penguatan sistem website valuasi ekonomi.

Kegiatan lapangan dilaksanakan dengan melibatkan tim PKSPL IPB yang terdiri atas Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si., Ir. Supriyanto, S.TP., M.Kom., Ph.D., Dr. Benny Osta Nababan, S.Pi., M.Si., Kamsari, S.Kom., dan Irwin Subarkah, S.Kom. Tim juga didukung oleh mahasiswa magang vokasi IPB, yaitu Muhammad Dhafa Fauzi Ikhsan, Suswanto, Daffa Arya Wiranata, dan Ahmad.

Pemilihan Baro Gebang sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada karakteristik wilayah yang memiliki aktivitas perikanan sekaligus potensi wisata mangrove. Kondisi tersebut memberikan peluang untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai nilai ekonomi sumberdaya pesisir, baik dari aktivitas perikanan tangkap maupun pemanfaatan ekosistem pesisir untuk kegiatan wisata.

Dalam proses pengumpulan data, tim melakukan wawancara dengan nelayan untuk menggali berbagai informasi terkait kondisi ekonomi dan aktivitas pemanfaatan sumberdaya pesisir. Data yang dihimpun mencakup tanggapan nelayan terhadap tren hasil tangkapan, komponen biaya operasional harian melaut seperti bahan bakar minyak (BBM), es, perbekalan, serta perawatan mesin.

Selain aspek perikanan, pengumpulan data juga mencakup potensi pemanfaatan kawasan mangrove sebagai destinasi ekowisata. Tim menggali tingkat ketertarikan wisatawan terhadap objek wisata mangrove serta penggunaan jasa sewa perahu yang dikelola masyarakat lokal. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi peluang ekonomi alternatif yang dapat berkembang seiring dengan pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan.

Hasil pengumpulan data awal menunjukkan adanya potensi diversifikasi sumber pendapatan nelayan melalui sektor ekowisata, terutama melalui jasa wisata mangrove dan penyewaan perahu. Potensi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mendorong pemanfaatan ekosistem mangrove yang tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.

Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si., selaku Kepala PKSPL IPB, menyampaikan bahwa data lapangan menjadi elemen penting dalam menghasilkan valuasi ekonomi yang dapat menggambarkan nilai sumberdaya pesisir secara lebih utuh.

“Valuasi ekonomi tidak hanya melihat nilai dari hasil tangkapan nelayan, tetapi juga perlu menangkap nilai jasa ekosistem dan peluang ekonomi lain yang berkembang di wilayah pesisir. Data lapangan dari masyarakat menjadi dasar penting agar hasil valuasi dapat merepresentasikan kondisi nyata dan mendukung rekomendasi pengelolaan kawasan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Yonvitner.

Data yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan dalam proses analisis valuasi ekonomi sekaligus penguatan sistem website valuasi ekonomi. Pengembangan sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah penyajian informasi mengenai nilai ekonomi sumberdaya pesisir dan mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data.

Bagi PKSPL IPB, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan wilayah pesisir yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan tersebut penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan sumberdaya pesisir dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi ekologis ekosistem mangrove dan sumberdaya pesisir lainnya.

Kegiatan penelitian valuasi ekonomi sumberdaya pesisir Cirebon turut berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14: Ekosistem Lautan melalui upaya penguatan informasi dan dasar pengelolaan sumberdaya pesisir secara berkelanjutan. Kajian mengenai potensi ekowisata mangrove juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mengidentifikasi peluang diversifikasi pendapatan masyarakat pesisir melalui aktivitas ekonomi yang berbasis sumberdaya lokal. Selain itu, pendekatan valuasi yang mempertimbangkan aspek ekonomi dan jasa ekosistem mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sementara keterlibatan masyarakat, akademisi, dan mahasiswa dalam proses pengumpulan data turut memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB terus mendorong pemanfaatan data dan pendekatan ilmiah sebagai landasan dalam memahami nilai sumberdaya pesisir. Hasil kajian diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan Baro Gebang dan wilayah pesisir Cirebon yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kontak Media:

 📧 humas@pksplipb.or.id

 🌐 www.pkspl.ipb.ac.id

 📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university

 📘 Facebook: PKSPL IPB

 📺 YouTube: PKSPL IPB University