PKSPL IPB dan Bank Indonesia Dorong Strategi Perlindungan Pesisir Balikpapan yang Berkelanjutan

WhatsApp Image 2026-07-25 at 11.48.57 (2)

PKSPL IPB dan Bank Indonesia Dorong Strategi Perlindungan Pesisir Balikpapan yang Berkelanjutan

Balikpapan, 22 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University bersama Bank Indonesia terus memperkuat upaya pengelolaan wilayah pesisir melalui penyusunan strategi perlindungan sempadan pantai berbasis kajian ilmiah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan diskusi teknis hasil kajian proteksi sempadan pantai di kawasan Griya Berkah Insani (GBI), Balikpapan Timur, yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung penyusunan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) sebagai dasar perencanaan dan pemanfaatan ruang pesisir yang berkelanjutan.

Diskusi teknis tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapan, Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bank Indonesia, serta sejumlah instansi teknis terkait. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan pemahaman mengenai aspek teknis, regulasi, dan pengelolaan kawasan pesisir sehingga setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat mendukung pembangunan wilayah pesisir secara terpadu dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, tim PKSPL IPB University memaparkan hasil kajian komprehensif yang disusun sebagai dasar ilmiah dalam penyusunan dokumen KKPRL. Kajian tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari karakteristik biofisik kawasan pesisir, kondisi oseanografi, dinamika sedimen, kondisi ekologi, hingga analisis sosial-ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Pendekatan multidisiplin tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi eksisting wilayah sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat menjawab tantangan perlindungan kawasan pesisir secara lebih tepat sasaran.

Selain menyampaikan hasil analisis kondisi kawasan, tim PKSPL IPB University juga memaparkan kajian tata ruang serta rekomendasi desain bangunan pelindung pantai yang disusun berdasarkan karakteristik lingkungan setempat. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu menjadi alternatif solusi yang efektif dalam mengurangi risiko abrasi, melindungi kawasan sempadan pantai, serta mendukung keberlanjutan fungsi ekologis dan sosial-ekonomi wilayah pesisir Balikpapan.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta yang berasal dari kementerian, pemerintah daerah, maupun instansi teknis lainnya. Berbagai perspektif yang disampaikan menjadi bahan penyempurnaan hasil kajian sekaligus memperkuat proses penyusunan dokumen perizinan dan rencana implementasi proteksi kawasan sempadan pantai. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan pengelolaan wilayah pesisir yang berbasis data ilmiah, sesuai regulasi, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Bagi PKSPL IPB University, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung penyusunan kebijakan pengelolaan pesisir yang berbasis ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek biofisik, sosial-ekonomi, tata ruang, dan rekayasa pantai, PKSPL IPB University terus berupaya menghadirkan rekomendasi yang tidak hanya mampu mengurangi risiko kerusakan kawasan pesisir, tetapi juga menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pemanfaatan ruang laut secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara PKSPL IPB University, Bank Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan pengelolaan kawasan pesisir Balikpapan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, tangguh menghadapi tantangan pesisir, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta ekosistem.

Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan pengelolaan dan perlindungan ekosistem pesisir berbasis kajian ilmiah. Penyusunan strategi proteksi sempadan pantai yang adaptif juga mendukung SDG 13 (Climate Action) dalam meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan abrasi. Dari sisi tata kelola wilayah, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui perencanaan ruang pesisir yang aman dan berkelanjutan. Selain itu, sinergi antara PKSPL IPB University, Bank Indonesia, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai instansi teknis menjadi implementasi nyata SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam mendorong pengelolaan sumber daya pesisir yang kolaboratif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada keberlanjutan.