Pembekalan Keterampilan bagi Masyarakat Desa Perlang terkait Rehabilitasi Terumbu Karang untuk Mendukung Kelestarian Ekosistem Pesisir

DSC08561

Pembekalan Keterampilan bagi Masyarakat Desa Perlang terkait Rehabilitasi Terumbu Karang untuk Mendukung Kelestarian Ekosistem Pesisir

Perlang, 17 September 2026 – Tiga puluh perwakilan m asyarakat Desa Perlang mengikuti Pelatihan Rehabilitasi Terumbu Karang Level Masyarakat yang diselenggarakan pada 17-20 September 2026 di Desa Perlang, Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat pesisir dalam menjaga dan memulihkan ekosistem terumbu karang. Upaya ini penting terutama karena terumbu karang memiliki fungsi penting bagi keberlanjutan sumber daya laut dan kehidupan masyarakat setempat.

Pelatihan rehabilitasi terumbu karang ini difasilitasi oleh PKSPL IPB University bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia dan United Nations Office for Project Services (UNOPS). Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekologi terumbu karang serta keterampilan dasar yang diperlukan dalam kegiatan pemantauan dan rehabilitasi karang.

Kegiatan dibuka melalui sambutan dari Kepala PKSPL IPB University, Prof. Dr. Yonvitner, yang menyampaikan bahwa pelatihan menjadi langkah awal untuk memberikan pembekalan kepada masyarakat sebelum pelaksanaan kegiatan rehabilitasi terumbu karang. Ia menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, dalam mendukung keberhasilan upaya pemulihan ekosistem.

“Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membekali peserta sebelum pelaksanaan rehabilitasi terumbu karang yang rusak. Keberhasilan rehabilitasi tentu membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Karena itu, kami mengharapkan dukungan dan keterlibatan aktif dari seluruh peserta agar kegiatan rehabilitasi nantinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar Prof. Dr. Yonvitner.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Drs. Heru Waluyo Koesworo, M.Com. selaku Koordinator Nasional Program The Strategic Action Programme for the South China Sea and Gulf of Thailand in Indonesia (SCS-SAP) UNOPS. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat Desa Perlang sekaligus menekankan pentingnya keberlanjutan program dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga hasil rehabilitasi.

“Kami sangat senang dapat bertemu dengan masyarakat yang hadir dan mengikuti kegiatan ini. Melalui kegiatan SCS yang melibatkan enam negara dengan fokus rehabilitasi berbagai ekosistem, termasuk terumbu karang, lamun, mangrove, dan wetland, kami berharap program ini dapat memberikan manfaat sekaligus menambah kekayaan aset wisata yang dapat dipelihara secara berkelanjutan. Perlang telah menjadi salah satu desa wisata yang membanggakan, dan kami berharap hasil rehabilitasi ini dapat menjadi bagian dari kepemilikan serta tanggung jawab bersama masyarakat untuk dijaga dan dikembangkan,” ujar Drs. Heru Waluyo Koesworo, M.Com.

Lebih lanjut, Drs. Heru menekankan bahwa keberlanjutan perlu menjadi perhatian setelah program selesai dilaksanakan. Menurutnya, hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi aset yang dimiliki dan dipelihara oleh masyarakat Desa Perlang.

“Yang kami harapkan bukan hanya terlaksananya kegiatan, tetapi adanya keberlanjutan setelah program selesai. Hasil rehabilitasi dan fasilitas yang dibangun diharapkan dapat menjadi ownership bagi Desa Perlang, sehingga dapat dipelihara dengan baik dan menjadi salah satu hasil terbaik dari program ini yang dapat terus dikembangkan apabila terdapat kesempatan pendanaan berikutnya,” tambahnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini turut disampaikan oleh Pemerintah Desa Perlang yang diwakili Ketua BPD Desa Perlang, Saihu. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan rehabilitasi terumbu karang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kemajuan Desa Perlang.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan menjadi langkah yang mendorong Desa Perlang untuk terus berkembang. Semoga hasil dari kegiatan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik sehingga kedepannya dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” ujar Saihu.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut, Aditya Yuniarti, ST., M.M., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memelihara hasil rehabilitasi terumbu karang. Berdasarkan hasil monitoring sebelumnya, sejumlah karang hasil transplantasi masih ditemukan tertutup gulma sehingga pemeliharaan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga hasil rehabilitasi.

“Hasil monitoring sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian karang hasil transplantasi masih tertutup gulma, sehingga kami mengharapkan keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melakukan pemeliharaan terhadap hasil transplantasi tersebut. Dengan adanya penanaman terumbu karang, kawasan ini telah mulai menarik kedatangan ikan. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk nelayan, karena keberadaan ikan yang semakin dekat dengan wilayah pesisir dapat membantu nelayan melaut dengan jarak yang tidak terlalu jauh,” ujar Aditya Yuniarti, ST., M.M.

Lebih lanjut, Aditya menyampaikan harapan agar hasil rehabilitasi dapat terus dijaga dan dikembangkan sehingga Desa Perlang dapat menjadi salah satu contoh pengembangan wisata edukasi berbasis ekosistem pesisir.

“Kami berharap apa yang telah diimplementasikan dapat dijaga dengan baik dan kegiatan ini tidak berhenti ketika dukungan pendanaan berakhir. Kami juga berharap Desa Perlang dapat terus berkembang dan menjadi salah satu contoh untuk wisata edukasi yang mengintegrasikan rehabilitasi ekosistem dengan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh materi yang disampaikan melalui sesi kelas interaktif dan diskusi. Pembelajaran dimulai dari pengenalan dasar mengenai karang dan terumbu karang, peran ekologisnya bagi kehidupan laut, hingga berbagai ancaman yang menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem. Peserta juga dibekali kemampuan untuk mengenali indikator kesehatan karang, melakukan pengamatan lapangan, serta memahami teknik pengumpulan data kondisi terumbu karang yang dapat digunakan untuk kegiatan monitoring secara berkala.

Tidak hanya mendapatkan teori, para peserta akan turut mengikuti praktek lapangan yang menjadi bagian utama dari pelatihan. Pada sesi ini, peserta belajar secara langsung mengenai teknik rehabilitasi terumbu karang menggunakan metode transplantasi. Praktik transplantasi direncanakan akan dilaksanakan pada hari ketiga dan keempat pelatihan, yaitu 19 dan 20 September 2026.

Pelatihan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat Desa Perlang, termasuk Karang Taruna, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kelompok nelayan, BUMDes, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, Tim Penggerak PKK, komunitas sosial Kamen.id, serta Komunitas Pecinta Alam Perlang. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjaga sumber daya pesisir yang menjadi aset bersama masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan terbentuk kelompok masyarakat yang tidak hanya memahami pentingnya terumbu karang, tetapi juga memiliki kemampuan dasar untuk melakukan pemantauan dan rehabilitasi secara mandiri. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun gerakan konservasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Desa Perlang.

Kegiatan Pelatihan Rehabilitasi Terumbu Karang Level Masyarakat di Desa Perlang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 14 (Life Below Water) melalui upaya rehabilitasi dan pemeliharaan ekosistem terumbu karang, Tujuan 13 (Climate Action) melalui penguatan ketahanan ekosistem pesisir, Tujuan 4 (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam rehabilitasi ekosistem, serta Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, PKSPL IPB University, KLH/BPLH, UNOPS, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan ekosistem pesisir.

Kontak Media:

 📧 humas@pksplipb.or.id

 🌐 www.pkspl.ipb.ac.id

 📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university

 📘 Facebook: PKSPL IPB

 📺 YouTube: PKSPL IPB University