PKSPL IPB Perkuat Kompetensi Riset Kelautan melalui Tan Kah Kee Research Voyage XMU at Sea

IMG-20260818-WA0062

PKSPL IPB Perkuat Kompetensi Riset Kelautan melalui Tan Kah Kee Research Voyage XMU at Sea

Laut China Selatan, 15 Agustus 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University turut memperkuat pengembangan kapasitas dan kompetensi riset kelautan melalui partisipasi dalam Tan Kah Kee Research Voyage pada program Xiamen University “XMU at Sea”, yang berlangsung pada 8–15 Agustus 2026. Kegiatan pelatihan praktik kelautan ini menjadi ruang pembelajaran lintas disiplin bagi mahasiswa dan akademisi untuk memahami proses oseanografi, biogeokimia, dan biologi laut secara langsung melalui kegiatan penelitian di atas kapal riset R/V Tan Kah Kee.

Dalam kegiatan tersebut, Qonita Sinatrya, mewakili PKSPL IPB University, berpartisipasi pada Leg II sebagai bagian dari Marine Biology Group. Pelayaran mencakup kawasan Laut China Selatan, dengan rute Leg II dari Kinabalu menuju Port Klang, Malaysia. Program XMU at Sea dirancang sebagai platform pendidikan kelautan berbasis praktik yang memberikan pengalaman penelitian pada berbagai lingkungan laut, mulai dari wilayah pesisir hingga perairan laut dalam dan laut lepas.

Kegiatan ini diikuti oleh 132 dosen dan mahasiswa yang terbagi dalam empat kelompok keilmuan, yaitu Marine Physics, Marine Chemistry, Marine Biology, dan Marine Geology. Peserta berasal dari 16 perguruan tinggi, termasuk Xiamen University, sejumlah universitas di Tiongkok dan Malaysia, perguruan tinggi dari Thailand, The Hong Kong Polytechnic University, serta IPB University dari Indonesia. Keterlibatan lintas institusi dan negara tersebut memperkuat karakter program sebagai wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan kelautan pada tingkat internasional.

Bagi PKSPL IPB, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas pengalaman riset kelautan sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional. Berdasarkan laporan partisipasi, kegiatan XMU at Sea diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai dinamika laut, proses biogeokimia dan biologis, interaksinya di kawasan Laut China Selatan, serta pengaruh perubahan alami dan aktivitas manusia terhadap ekosistem laut. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat secara berkelanjutan.

Selama pelayaran, peserta Marine Biology Group memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai tahapan penelitian. Kegiatan diawali dengan persiapan pengambilan sampel dan group briefing, dilanjutkan dengan water sampling, analisis eDNA fitoplankton dan zooplankton, serta pengamatan morfologi zooplankton menggunakan mikroskop. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman praktis mengenai metode pengumpulan dan analisis sampel biologis laut sebagai bagian dari kajian ekosistem kelautan.

Materi praktik juga memperkenalkan berbagai pendekatan dalam analisis organisme laut berukuran sangat kecil. Berdasarkan materi Marine Biology Group, fitoplankton berukuran pico dan nano dapat dianalisis menggunakan flow cytometry, sementara zooplankton diamati melalui karakteristik morfologi dan kandungan saluran pencernaannya. Materi juga mendokumentasikan keberadaan bioluminescent zooplankton yang teramati pada peralatan pengambilan sampel.

Selain pengamatan organisme mikroskopis, peserta mengikuti marine mammal observation melalui sistem pengamatan bergiliran sepanjang rute pelayaran. Dalam kegiatan tersebut, tercatat pengamatan terhadap spinner dolphin (Stenella attenuata), yang menjadi salah satu pengalaman penting dalam memahami keberadaan dan distribusi mamalia laut di perairan yang dilalui selama pelayaran.

 

Rangkaian pelatihan kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil pengambilan sampel, sehingga peserta tidak hanya belajar melakukan pengumpulan data, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengolah dan mengkomunikasikan hasil pengamatan secara ilmiah. Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai teknologi penelitian kelautan melalui kuliah dan demonstrasi underwater imaging and communication technology, termasuk penerapannya untuk penelitian, eksplorasi, dan dokumentasi lingkungan laut.

Pembelajaran lintas disiplin semakin diperkuat melalui sesi “Tiny Giants: Planktic Foraminifera and their Application for Understanding the Climate of the Past”. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada penggunaan foraminifera planktonik sebagai indikator untuk memahami kondisi iklim masa lalu, dilanjutkan dengan pengamatan mikroskopis terhadap spesimen yang diperoleh dari sampel permukaan box corer pada Station HS_A1 oleh Marine Geology Group.

Dari perspektif PKSPL IPB, partisipasi dalam pelatihan ini memperlihatkan pentingnya pembelajaran kelautan yang menggabungkan teori, praktik lapangan, penguasaan teknologi, dan kolaborasi lintas disiplin. Melalui keterlibatan Qonita Sinatrya dalam Marine Biology Group, PKSPL IPB turut memperluas pengalaman sumber daya manusia dalam penerapan metode penelitian biologi laut sekaligus memperoleh wawasan mengenai pendekatan riset yang digunakan dalam pengamatan ekosistem Laut China Selatan.

“XMU at Sea” sendiri dirancang sebagai platform pendidikan kelautan yang komprehensif dan berorientasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia bidang ilmu kelautan. Program tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman penelitian langsung pada lingkungan laut yang memiliki dinamika ekologis tinggi, sekaligus membangun interaksi akademik dengan peserta dari berbagai institusi dan negara.

Bagi PKSPL IPB University, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas keilmuan dan jejaring internasional di bidang sumber daya pesisir dan laut. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelayaran diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam pelaksanaan riset, pendidikan, serta pengembangan kajian kelautan yang relevan dengan tantangan pengelolaan ekosistem laut Indonesia dan kawasan.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan internasional semacam ini, PKSPL IPB terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan metodologi penelitian kelautan. Penguatan kompetensi tersebut menjadi modal penting untuk menghasilkan riset yang semakin berkualitas, kolaboratif, dan mampu memberikan kontribusi bagi pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Partisipasi PKSPL IPB dalam Tan Kah Kee Research Voyage melalui program XMU at Sea berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia bidang kelautan berbasis pengalaman praktik, penelitian, dan pertukaran pengetahuan internasional. Kegiatan ini juga secara langsung mendukung SDG 14 (Life Below Water) melalui peningkatan pemahaman terhadap biodiversitas, dinamika biologis, serta kondisi ekosistem laut melalui pengamatan fitoplankton, zooplankton, mamalia laut, dan berbagai komponen ekosistem lainnya. Kajian mengenai interaksi proses laut dengan kondisi lingkungan dan iklim turut mendukung SDG 13 (Climate Action) melalui penguatan basis pengetahuan mengenai respons ekosistem laut terhadap perubahan lingkungan. Selain itu, keterlibatan peserta dari berbagai universitas dan negara memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan jejaring akademik, dan kolaborasi internasional dalam mendukung ilmu pengetahuan serta pengelolaan laut yang berkelanjutan.

Kontak Media:

 📧 humas@pksplipb.or.id

 🌐 www.pkspl.ipb.ac.id

 📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university

 📘 Facebook: PKSPL IPB

 📺 YouTube: PKSPL IPB University