PKSPL IPB Perkuat Peran Indonesia dalam Pengelolaan Laut Berkelanjutan pada 18th East Asian Seas Partnership Council Meeting

WhatsApp Image 2026-08-03 at 07.55.37

PKSPL IPB Perkuat Peran Indonesia dalam Pengelolaan Laut Berkelanjutan pada 18th East Asian Seas Partnership Council Meeting

Singapura, 24 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pengelolaan pesisir dan laut melalui partisipasinya pada 18th East Asian Seas (EAS) Partnership Council Meeting yang diselenggarakan pada 22–23 Juli 2026 di Aloft Singapore Novena, Singapura. Pertemuan tahunan yang diinisiasi oleh PEMSEA (Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia) tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan perwakilan negara, lembaga riset, organisasi internasional, dan mitra pembangunan untuk membahas arah kebijakan serta penguatan implementasi pengelolaan laut berkelanjutan di kawasan Asia Timur.

Pada pertemuan ini, PKSPL IPB diwakili oleh Prof. Dr. Yonvitner dan Isdahartati, M.Si sebagai bagian dari jejaring Non-Country Partners PEMSEA. Kehadiran keduanya mencerminkan peran aktif PKSPL IPB dalam mendukung pengembangan kebijakan regional berbasis ilmu pengetahuan serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam berbagai inisiatif pengelolaan pesisir dan laut di kawasan Asia Timur.

Selama dua hari pelaksanaan, forum membahas berbagai agenda strategis, mulai dari laporan perkembangan implementasi Sustainable Development Strategy for the Seas of East Asia (SDS-SEA) Implementation Plan 2023–2030, penguatan tata kelola kelembagaan PEMSEA, pemilihan pimpinan baru PEMSEA Resource Facility, hingga penyusunan rencana kerja jejaring pembelajaran dan pemerintah daerah yang menjadi bagian penting dalam implementasi pengelolaan pesisir terpadu di kawasan.

Sesi teknis juga mengangkat sejumlah isu prioritas regional, di antaranya pengembangan Program Blue Carbon, peluncuran Regional Blue Carbon Accounting Protocol, pembahasan laporan Marine Protected Areas in the East Asian Seas, penguatan keterlibatan generasi muda melalui PEMSEA Young Leaders Program, serta pembaruan berbagai proyek regional yang mendukung ketahanan ekosistem pesisir dan laut. Agenda tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat integrasi ilmu pengetahuan, kebijakan, dan implementasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, degradasi ekosistem, serta pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Salah satu pembahasan penting dalam pertemuan ini adalah persiapan East Asian Seas Congress (EASC) 2027 yang akan diselenggarakan di Indonesia. Forum membahas tema, rencana kerja, serta dukungan seluruh mitra regional dalam menyukseskan penyelenggaraan kongres yang akan menjadi wadah utama pertukaran pengetahuan dan penguatan kerjasama pengelolaan laut di kawasan Asia Timur. Sebagai lembaga riset yang selama ini aktif mendukung berbagai program PEMSEA, PKSPL IPB memandang momentum tersebut sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kolaborasi regional dalam pengelolaan pesisir dan laut berkelanjutan.

Forum juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang memperkuat implementasi SDS-SEA 2023–2030, termasuk penyempurnaan Balanced Scorecard, penguatan indikator kesetaraan gender dan partisipasi pemuda, penyederhanaan sistem pemantauan dan pelaporan, serta pengesahan Regional Blue Carbon Accounting Protocol sebagai acuan regional dalam penghitungan karbon biru. Selain itu, peserta juga mendukung pengembangan jejaring kawasan konservasi laut melalui pendekatan bentang laut (seascape approach) serta memperkuat strategi kemitraan regional untuk memperluas partisipasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Bagi PKSPL IPB, keterlibatan dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi, memperkuat diplomasi ilmiah (science diplomacy), serta memastikan hasil-hasil riset Indonesia dapat berkontribusi dalam penyusunan kebijakan pengelolaan pesisir dan laut di tingkat regional. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pertemuan diharapkan dapat memperkaya pengembangan riset, penguatan kapasitas, serta implementasi berbagai program pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang dijalankan PKSPL IPB di Indonesia.

Sebagai lembaga riset yang berkomitmen menghasilkan ilmu pengetahuan yang berdampak, PKSPL IPB akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra internasional dalam mendukung pengelolaan wilayah pesisir dan laut yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Partisipasi pada 18th East Asian Seas Partnership Council Meeting sekaligus menegaskan posisi PKSPL IPB sebagai salah satu institusi yang aktif mendorong penguatan tata kelola laut berbasis sains di tingkat regional.

Keikutsertaan PKSPL IPB dalam 18th East Asian Seas Partnership Council Meeting berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan kerja sama regional dalam pengelolaan kawasan pesisir, konservasi laut, serta pengembangan program karbon biru dan kawasan konservasi laut berbasis ilmu pengetahuan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 13 (Climate Action) melalui pengembangan Regional Blue Carbon Accounting Protocol sebagai instrumen penguatan aksi mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir. Selain itu, forum ini memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi internasional, dan lembaga riset dalam mewujudkan tata kelola laut yang berkelanjutan. Penguatan jejaring pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antarnegara juga mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas, inovasi, dan diseminasi praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut di kawasan Asia Timur.

Kontak Media:

📧 humas@pksplipb.or.id

🌐 www.pkspl.ipb.ac.id

📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university

📘 Facebook: PKSPL IPB

📺 YouTube: PKSPL IPB University