PKSPL IPB Lakukan Monitoring Sosial Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat, Ungkap Dampak Positif Program CSR PHE TEJ di Tuban dan Gresik
PKSPL IPB Lakukan Monitoring Sosial Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat, Ungkap Dampak Positif Program CSR PHE TEJ di Tuban dan Gresik

Tuban–Gresik, Jawa Timur — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB melaksanakan kegiatan monitoring aspek sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) di wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Gresik. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk melihat perkembangan manfaat program terhadap masyarakat, mengidentifikasi perubahan sosial ekonomi yang terjadi, serta mengevaluasi keberlanjutan berbagai inisiatif pemberdayaan yang telah dilakukan.
Monitoring dilakukan pada sejumlah desa dampingan PHE TEJ, meliputi Desa Rahayu, Desa Bulurejo, Desa Sumber, dan Desa Sambong Gede di Kabupaten Tuban, serta Desa Suci di Kabupaten Gresik. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, berbagai program CSR yang dilaksanakan PHE TEJ telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan aspek kesehatan masyarakat.

Salah satu dampak positif yang ditemukan dalam kegiatan monitoring adalah penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal. Di Desa Bulurejo, Kabupaten Tuban, PKSPL IPB menemukan keberadaan komunitas UMKM pengolahan Ikan Lele Asap yang terus berkembang sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat. Dalam mendukung keberlanjutan usaha tersebut, PHE TEJ turut memberikan dukungan berupa bantuan peralatan produksi, seperti alat vacuum kemasan dan alat tusuk lele, yang membantu meningkatkan efisiensi proses pengolahan dan kualitas produk.
Produk Ikan Lele Asap hasil olahan masyarakat Desa Bulurejo telah dipasarkan secara langsung di Pasar Soko dengan harga sekitar Rp2.500–Rp3.000 per tusuk. Kehadiran dukungan sarana produksi dari PHE TEJ menjadi salah satu faktor yang membantu kelompok usaha masyarakat dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas peluang ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Selain sektor ekonomi, program CSR PHE TEJ juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Desa Rahayu, Kabupaten Tuban. Melalui dukungan terhadap TK PKK Harapan Desa Rahayu, PHE TEJ turut berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui berbagai kegiatan pendampingan, termasuk pelatihan metode pembelajaran kreatif seperti kegiatan outbound dan pendekatan belajar membaca serta menulis yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia sejak usia dini. Dengan adanya peningkatan kapasitas guru dan inovasi metode pembelajaran, proses pendidikan di tingkat TK dan PAUD diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan mendukung perkembangan anak.
Di sisi lain, PHE TEJ juga memberikan perhatian terhadap pengembangan generasi muda melalui kegiatan kepemudaan. Salah satu bentuk dukungan diberikan kepada kelompok karang taruna melalui pelatihan keterampilan sablon. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan keterampilan produktif pemuda desa sekaligus membuka peluang pengembangan usaha kreatif berbasis masyarakat.

Dalam aspek kesehatan masyarakat, hasil monitoring PKSPL IPB menunjukkan bahwa program CSR PHE TEJ juga memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah pemasangan jamban bagi masyarakat di desa-desa dampingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, PHE TEJ juga melaksanakan kegiatan pengobatan gratis bagi kelompok lanjut usia (lansia) serta mendukung peningkatan kesehatan anak melalui pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, khususnya di Desa Rahayu. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan permasalahan kesehatan masyarakat serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Berdasarkan hasil monitoring PKSPL IPB, rangkaian program CSR yang dilaksanakan PHE TEJ menunjukkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu berkembang secara mandiri. Integrasi antara pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan kesehatan masyarakat menjadi strategi penting dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Tim PKSPL IPB menilai bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif masyarakat, dukungan pemangku kepentingan, serta keberlanjutan pendampingan setelah program berjalan. Oleh karena itu, proses monitoring menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat program dapat terus dirasakan dan berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan monitoring ini, PKSPL IPB terus berkomitmen mendukung penyediaan kajian berbasis data sebagai dasar evaluasi program pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Hasil monitoring diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi PHE TEJ dalam mengembangkan program CSR yang semakin adaptif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
Kegiatan monitoring sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat yang dilakukan PKSPL IPB bersama PHE TEJ berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM lokal serta peningkatan kapasitas kelompok usaha masyarakat. Program ini juga mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyediaan layanan kesehatan, pengobatan gratis bagi lansia, dukungan pemenuhan gizi balita melalui PMT, serta peningkatan sanitasi masyarakat melalui pembangunan jamban sehat. Selain itu, dukungan terhadap pendidikan anak usia dini dan peningkatan kapasitas guru berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas pembelajaran di tingkat masyarakat. Kolaborasi antara PKSPL IPB, PHE TEJ, pemerintah desa, dan masyarakat mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi wilayah sekitar operasional perusahaan.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
