PKSPL IPB Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Program TRANSFORMASEA Gili Balu untuk Perkuat Ekowisata Berbasis Ekosistem

WhatsApp Image 2026-06-11 at 10.57.45

PKSPL IPB Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Program TRANSFORMASEA Gili Balu untuk Perkuat Ekowisata Berbasis Ekosistem

 

Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi implementasi Program Kemitraan TRANSFORMASEA Gili Balu Tahun 2025 yang berfokus pada pengembangan ekowisata bahari terpadu berbasis ekosistem di kawasan Gili Balu, Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan visitasi berlangsung pada 3–8 Juni 2026 dan menjadi bagian dari upaya memastikan keberlanjutan program rehabilitasi ekosistem serta penguatan kelembagaan pengelolaan wisata berbasis masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan tim PKSPL IPB bersama berbagai mitra pengelola, termasuk BLUD UPTD BPSDKP Wilayah Sumbawa–Sumbawa Barat, pemerintah desa, kelompok pengelola wisata, Pokdarwis, Pokmaswas, Poklahsar, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang selama ini berperan aktif dalam pengelolaan kawasan pesisir dan wisata bahari Gili Balu.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim PKSPL IPB terlebih dahulu melakukan pertemuan dan diskusi bersama para pihak terkait untuk membahas pengajuan ulang Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) pada lokasi rehabilitasi ekosistem di Gili Balu. Diskusi juga difokuskan pada pengembangan strategi keberlanjutan (sustainability) dan peluang ekstensi program guna memperkuat manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir dan kawasan wisata bahari setempat.

Selama pelaksanaan monitoring dan evaluasi, tim melakukan berbagai kegiatan lapangan yang mencakup pemantauan transplantasi terumbu karang, rehabilitasi mangrove, serta pilot uji coba rehabilitasi lamun. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai perkembangan program rehabilitasi yang telah dilaksanakan sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan efektivitas pemulihan ekosistem pesisir dan laut di kawasan Gili Balu. Selain itu, tim juga melakukan pengukuran serapan karbon pada lokasi rehabilitasi mangrove menggunakan metode alometrik untuk mengetahui kontribusi ekosistem mangrove dalam menyimpan karbon dan mendukung mitigasi perubahan iklim.

Aspek kelembagaan dan ekonomi masyarakat juga menjadi fokus penting dalam kegiatan ini. Tim PKSPL IPB melakukan evaluasi terhadap perkembangan kelembagaan pengelola wisata Poto Tano, implementasi rencana aksi kerja sama antara kelompok pengelola wisata dengan BLUD, perkembangan digital marketing, serta kegiatan pengolahan hasil yang dilakukan oleh kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar). Evaluasi tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi ekologis, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Andy Affandy, S.Pi., M.M., selaku Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi sekaligus Deputi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (SDAL) PKSPL IPB, menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan pesisir tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan rehabilitasi ekosistem, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dan kelembagaan lokal dalam menjaga serta mengembangkan manfaat yang dihasilkan dari program tersebut.

“Program TRANSFORMASEA Gili Balu dirancang untuk membangun keseimbangan antara pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, monitoring dan evaluasi tidak hanya melihat perkembangan rehabilitasi terumbu karang, mangrove, dan lamun, tetapi juga mengevaluasi penguatan kelembagaan, kapasitas masyarakat, serta pengembangan usaha berbasis ekowisata yang menjadi fondasi keberlanjutan program. Harapannya, Gili Balu dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan kawasan pesisir yang mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Andy.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program rehabilitasi dan pengembangan ekowisata di kawasan Gili Balu. Menurutnya, pendekatan yang mengintegrasikan konservasi ekosistem dengan pemberdayaan masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan pengelolaan pesisir yang adaptif dan berdaya saing.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, PKSPL IPB berharap Program TRANSFORMASEA Gili Balu dapat terus berkembang sebagai model pengelolaan ekowisata berbasis ekosistem yang mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Sumbawa Barat. Hasil evaluasi yang diperoleh juga diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengembangan program pada masa mendatang sehingga dampak positif yang telah dibangun dapat terus diperluas dan diperkuat.

Kegiatan monitoring dan evaluasi Program TRANSFORMASEA Gili Balu ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui rehabilitasi terumbu karang, lamun, dan mangrove sebagai upaya menjaga kesehatan ekosistem pesisir dan laut. Program ini juga mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengukuran dan peningkatan potensi serapan karbon biru pada ekosistem mangrove. Penguatan kelembagaan pengelola wisata dan pengembangan usaha masyarakat pesisir berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan peluang ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Selain itu, pengembangan kawasan wisata bahari berbasis konservasi mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pengelolaan kawasan pesisir yang tangguh dan berkelanjutan, sementara kolaborasi antara PKSPL IPB, pemerintah, kelompok masyarakat, dan berbagai mitra mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mewujudkan pengelolaan pesisir terpadu yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Kontak Media:

 📧 humas@pksplipb.or.id

 🌐 www.pkspl.ipb.ac.id

 📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university

 📘 Facebook: PKSPL IPB

 📺 YouTube: PKSPL IPB University