PKSPL IPB dan Kemenhub Perkuat Kapasitas SDM melalui Pelatihan Kepelabuhanan Management Level Tipe-A
PKSPL IPB dan Kemenhub Perkuat Kapasitas SDM melalui Pelatihan Kepelabuhanan Management Level Tipe-A
Bogor, 12 April 2026 β Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Kepelabuhanan Management Level Tipe-A di IPB International Convention Center, Bogor. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 6β12 April 2026 ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor kepelabuhanan dan logistik nasional.
Pelatihan ini diikuti oleh 13 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan di sektor pelabuhan, logistik, energi, dan pertambangan, antara lain PT Terminal Teluk Lamong, PT Bintang Delapan Mineral, PT Pelabuhan Sagara Indonesia, hingga PT Pelabuhan Barito Kuala Mandiri. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta dalam memahami dan mengimplementasikan konsep manajemen pelabuhan modern yang profesional, efisien, dan berdaya saing global.
Dalam sambutannya, Kepala PKSPL IPB University, Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si., menekankan pentingnya peran pelabuhan sebagai simpul utama konektivitas nasional dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia sebagai negara kepulauan.
βPelabuhan harus terus dijaga agar tetap hidup dan berkembang sebagai penggerak utama konektivitas nasional. Kita bisa belajar dari keberhasilan pengelolaan pelabuhan internasional seperti Hainan Port dan Xiamen Port di Tiongkok yang mampu mendukung penguatan konsep blue economy. Konektivitas antar pulau harus diperkuat untuk meminimalkan jeda distribusi dan mengurangi kerentanan di tengah dinamika global. Menjaga keutuhan NKRI juga dapat dimulai dari penguatan konektivitas port to port, termasuk kelancaran distribusi barang dan jaringan logistik nasional. Dalam hal ini, IPB melalui PKSPL berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat di sektor maritim dan kepelabuhanan,β tegasnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang mencakup paradigma ekonomi maritim, perencanaan dan pengembangan pelabuhan internasional, integrasi pelabuhan dengan kawasan industri, hingga konsep green and smart port serta sistem manajemen anti penyuapan (SMAP). Materi ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan pelabuhan modern di era globalisasi dan digitalisasi.

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti kegiatan field trip ke New Priok Container Terminal One (NPCT-1) yang memberikan pengalaman langsung terkait operasional pelabuhan modern. Kegiatan ini dilengkapi dengan site tour serta diskusi interaktif bersama pengelola terminal, sehingga peserta dapat memahami praktik terbaik dalam pengelolaan pelabuhan secara langsung di lapangan.
Dari perspektif PKSPL IPB, pelatihan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung penguatan sektor maritim nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan kompetensi yang lebih baik, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mendorong pengelolaan pelabuhan yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep, strategi, serta implementasi pengelolaan pelabuhan modern, baik dari sisi teoritis maupun praktik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme serta daya saing sektor kepelabuhanan Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Pelaksanaan Pelatihan Kepelabuhanan Management Level Tipe-A ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pelabuhan mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi tenaga kerja. Pengembangan pelabuhan modern yang terintegrasi dan efisien juga berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, penerapan konsep green port dan pengelolaan logistik yang berkelanjutan mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Kolaborasi antara PKSPL IPB dan Kementerian Perhubungan dalam kegiatan ini juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mendorong pembangunan sektor maritim yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Kontak Media:
π§ humas@pksplipb.or.id
π www.pkspl.ipb.ac.id
π± Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
π Facebook: PKSPL IPB
πΊ YouTube: PKSPL IPB University
