PKSPL IPB dan DKPKP Laksanakan Pemantauan Tahunan Ekosistem Pesisir dan Laut di Kepulauan Seribu

WhatsApp Image 2026-06-08 at 11.13.53

PKSPL IPB dan DKPKP Laksanakan Pemantauan Tahunan Ekosistem Pesisir dan Laut di Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu, Jakarta — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Ekosistem Pesisir, Laut, dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2026 di wilayah Kepulauan Seribu pada 28 Mei hingga 2 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan agenda pemantauan tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi terkini ekosistem pesisir dan laut serta membandingkannya dengan hasil pemantauan pada tahun-tahun sebelumnya sebagai dasar pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.

Kegiatan pemantauan berlangsung selama enam hari dan melibatkan tim peneliti serta tenaga teknis yang melakukan pengambilan data pada berbagai komponen ekosistem utama, meliputi terumbu karang, padang lamun, mangrove, dan kualitas perairan. Data yang diperoleh diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan ekosistem pesisir dan laut di Kepulauan Seribu, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan strategi pengelolaan dan konservasi di masa mendatang.

Pada hari pertama, tim melakukan pengambilan data di Pulau Tidung Kecil. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di Pulau Pari dan Pulau Payung Besar pada hari kedua. Hari ketiga difokuskan pada pengambilan data di Pulau Karang Beras, Pulau Ayer, dan Pulau Payung Kecil. Sementara itu, pada hari keempat tim melakukan survei di Pulau Lancang, Pulau Bokor, dan Pulau Untung Jawa. Rangkaian pengambilan data lapangan ditutup pada hari kelima di Pulau Tidung Besar.

Melalui pendekatan ilmiah yang terstandarisasi, tim melakukan pengukuran kondisi tutupan dan kesehatan terumbu karang, struktur dan kerapatan lamun, kondisi vegetasi mangrove, serta berbagai parameter kualitas air yang menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan ekosistem pesisir. Pemantauan berkala seperti ini menjadi instrumen penting dalam mendeteksi perubahan kondisi lingkungan, mengidentifikasi potensi tekanan terhadap ekosistem, serta mengevaluasi efektivitas berbagai upaya konservasi yang telah dilakukan.

Selain kegiatan pemantauan lapangan, pada hari keenam tim PKSPL IPB dan DKPKP juga melakukan pengambilan video podcast bersama Bang Jordi, Ketua Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL-BM) di Pulau Tidung. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus berbagi pengalaman mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Jordi menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam pesisir. “Ekosistem tidak hanya untuk dimanfaatkan, tetapi harus kita jaga kelestariannya agar manfaat dari ekosistem itu sendiri dapat terus kita nikmati,” ujarnya.

Menurut tim PKSPL IPB, keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan pemantauan tidak hanya berfokus pada pengumpulan data ilmiah, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga sumber daya pesisir dan laut.

Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB dan DKPKP berkomitmen untuk terus mendukung pengelolaan ekosistem pesisir dan laut berbasis data ilmiah yang akurat serta mendorong penguatan upaya konservasi di Kepulauan Seribu. Hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam pengambilan kebijakan dan pengelolaan sumber daya pesisir yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu menjawab berbagai tantangan lingkungan di masa depan.

Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Ekosistem Pesisir, Laut, dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2026 ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pemantauan dan perlindungan ekosistem terumbu karang, lamun, mangrove, serta kualitas perairan untuk mendukung keberlanjutan sumber daya laut. Kegiatan ini juga mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan data dan informasi ekosistem pesisir yang berperan penting dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Selain itu, upaya pemantauan mangrove dan kualitas lingkungan pesisir berkontribusi terhadap SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan habitat pesisir. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan pesisir mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dengan memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap berbagai tekanan lingkungan, sementara kolaborasi antara PKSPL IPB, DKPKP, dan masyarakat lokal mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mewujudkan pengelolaan pesisir dan laut yang berkelanjutan.

Kontak Media:

 📧 humas@pksplipb.or.id

 🌐 www.pkspl.ipb.ac.id

 📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university

 📘 Facebook: PKSPL IPB

 📺 YouTube: PKSPL IPB University