PKSPL IPB Dukung Survei Environmental Baseline Assessment di Natuna dan Anambas

Gemini_Generated_Image_h7y27ih7y27ih7y2

PKSPL IPB Dukung Survei Environmental Baseline Assessment di Natuna dan Anambas

Natuna, Anambas — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB telah melaksanakan kegiatan survei Environmental Baseline Assessment (EBA) di wilayah Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Perairan Laut Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada tanggal 7-13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pengumpulan data dasar lingkungan sebagai upaya mendukung pengelolaan wilayah pesisir dan laut yang berkelanjutan.

Survei dilakukan melalui berbagai pengambilan sampel lingkungan dan identifikasi keanekaragaman hayati pada sejumlah lokasi strategis di wilayah kerja Natuna dan Anambas. Tim lapangan melakukan pengukuran kualitas udara ambien, tingkat kebisingan lingkungan, kualitas air sungai, kualitas air tanah, kualitas tanah, hingga identifikasi flora dan fauna di kawasan mangrove dan pesisir.

Pada kegiatan pengukuran kualitas udara ambien dan kebisingan lingkungan di Desa Putik, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Anambas, tim melakukan pengambilan sampel parameter gas menggunakan impinger, pengukuran debu PM10 dan PM2,5 menggunakan mini volume sampler, serta pengukuran kebisingan lingkungan menggunakan sound level meter. Selain itu, pengukuran suhu, kelembapan, dan tekanan udara dilakukan untuk mendukung analisis kondisi lingkungan secara menyeluruh.

Sementara itu, survei kualitas air sungai dilakukan di Desa Tebang, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Anambas dan Sungai Ulu, Kabupaten Natuna. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode trawas serta dilengkapi pengukuran parameter kualitas air seperti pH, suhu, dan dissolved oxygen (DO). Tim juga melakukan pengambilan plankton, benthos, dan sedimen guna mendukung analisis kondisi ekosistem perairan. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi perairan yang beragam, mulai dari perairan keruh berlumpur hingga sungai dengan kondisi relatif jernih dan berarus deras.

Kegiatan pengambilan sampel kualitas air tanah dan kesuburan tanah juga dilaksanakan di sejumlah titik pemukiman masyarakat. Pengambilan sampel air tanah dilakukan pada sumur warga untuk mengetahui karakteristik kualitas air bersih, sedangkan pengambilan sampel tanah dilakukan untuk parameter fisika dan kimia menggunakan hand auger dan ring sample. Hasil pengukuran menunjukkan kondisi air tanah masyarakat relatif jernih dan tawar dengan kualitas yang cukup baik.

Selain aspek fisik-kimia lingkungan, tim PKSPL IPB juga melakukan identifikasi flora dan fauna di sejumlah kawasan mangrove di wilayah Anambas. Hasil pengamatan menunjukkan keberadaan vegetasi mangrove seperti Bakau Hitam (Rhizophora mucronata), Bakau Minyak (Rhizophora apiculata), Putut (Bruguiera gymnorrhiza), dan Tengar Putih (Ceriops tagal). Tim juga berhasil mengidentifikasi berbagai fauna, termasuk puluhan jenis burung, reptil, serta mamalia yang menjadi indikator penting kondisi ekosistem pesisir dan mangrove.

Kegiatan survei dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Desa Putik, Desa Ladan, Desa Batu Ampar, Pulau Nongkat, Teluk Terempak, Desa Sedak, Desa Bayat, Pulau Durai, hingga kawasan Air Terjun Temburun. Keberagaman lokasi tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi lingkungan dasar di wilayah kerja Natuna dan Anambas.

PKSPL IPB menilai kegiatan Environmental Baseline Assessment memiliki peran strategis dalam mendukung penyediaan data ilmiah yang akurat sebagai dasar pengelolaan lingkungan dan pengambilan keputusan berbasis keberlanjutan. Data hasil survei diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam mendukung perlindungan ekosistem pesisir, pengelolaan kualitas lingkungan, serta upaya konservasi sumber daya alam di wilayah Kepulauan Riau.

Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pemantauan kualitas lingkungan dan ekosistem pesisir, SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui penguatan data dasar ekosistem laut dan pesisir, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui identifikasi keanekaragaman hayati dan konservasi mangrove, serta SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pemantauan kualitas air permukaan dan air tanah untuk mendukung keberlanjutan sumber daya air masyarakat.

Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University