PKSPL IPB Perkuat Implementasi Nature-based Solutions di Buru Selatan: Integrasi Rehabilitasi Ekosistem, Penguatan Ekonomi Lokal, dan Pengukuran Karbon Berbasis Ilmiah
PKSPL IPB Perkuat Implementasi Nature-based Solutions di Buru Selatan: Integrasi Rehabilitasi Ekosistem, Penguatan Ekonomi Lokal, dan Pengukuran Karbon Berbasis Ilmiah
Buru Selatan, 12 Februari 2026 β Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung ketahanan wilayah pesisir melalui pelaksanaan 3rd Visitation Nature-based Solutions (NbS) Technical Support pada Program ELECTRA (Empowering Local Entities and Communities to Take Rapid Action). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PKSPL IPB University, American Red Cross, dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dilaksanakan di lima desa program di Kabupaten Buru Selatan, yakni Desa Simi, Waefusi, Leksula, Liang, dan Nalbessy.
Kunjungan teknis ini dirancang sebagai tahapan lanjutan dari pendampingan sebelumnya, dengan fokus pada penguatan implementasi di tingkat tapak. Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan teknis pengembangan mata pencaharian berbasis sumber daya alam, monitoring dan mentoring kelembagaan desa, serta pelaksanaan carbon baseline field assessment untuk mendukung pengukuran dampak mitigasi berbasis ekosistem.
Penguatan Livelihood dan Alternative Livelihood Berbasis Potensi Lokal
Salah satu pilar utama kegiatan adalah penguatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pelatihan livelihood dan alternative livelihood yang relevan dengan kondisi ekologis dan sosial wilayah Buru Selatan. PKSPL IPB menghadirkan pendekatan integratif yang menghubungkan konservasi dengan peningkatan pendapatan masyarakat.
Materi pelatihan mencakup:
- Pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk bernilai tambah seperti briket arang, cocopeat, dan cocofiber sebagai media tanam dan produk ekspor.
- Pengolahan hasil perkebunan pala dan cengkeh, termasuk produksi sirup dan manisan pala serta penyulingan minyak atsiri daun cengkeh.
- Pengembangan produk turunan perikanan, seperti pembuatan abon dari sisa prosesing tuna dan pemanfaatan mata ikan untuk ekstraksi DHA dan EPA.
- Peningkatan produktivitas tanaman kakao, pala, dan cengkeh, termasuk teknik pengendalian hama terpadu.
- Pengembangan ekowisata berbasis lanskap pesisir, sebagai alternatif ekonomi yang tetap menjaga daya dukung lingkungan.
Pelatihan dilaksanakan melalui kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus lokal, dan praktik langsung. Peserta yang terdiri dari anggota SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), perangkat desa, kelompok perempuan, dan pemuda dilatih tidak hanya dalam aspek teknis produksi, tetapi juga dalam manajemen usaha, pengemasan produk, hingga peluang pemasaran.
Andy Afandy, S.P., M.Si., Deputi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (SDAL) PKSPL IPB sekaligus Ketua Tim kegiatan NbS, menyampaikan harapannya terhadap implementasi pasca-pelatihan:
βHarapannya, pelatihan ini menjadi bekal nyata bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kita ingin memastikan bahwa rehabilitasi ekosistem tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika ekonomi masyarakat kuat, maka komitmen menjaga lingkungan juga akan semakin kokoh.β
Penguatan Tata Kelola Desa dan Regulasi Berbasis Partisipatif
Selain aspek ekonomi, visitasi ini juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola sumber daya alam di tingkat desa. Tim PKSPL IPB melakukan monitoring dan mentoring terhadap proses penyusunan draft Peraturan Desa (PERDES) tentang pengelolaan sumber daya alam dan rehabilitasi ekosistem.
Pendampingan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, kelompok perempuan, dan relawan PMI. Proses ini mencakup identifikasi isu prioritas, penyusunan norma pengelolaan, serta penetapan mekanisme pengawasan berbasis masyarakat. Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa kegiatan rehabilitasi mangrove, pengelolaan riparian, dan pemanfaatan sumber daya pesisir memiliki landasan hukum lokal yang jelas dan dapat ditegakkan secara kolektif.
Carbon Baseline Assessment: Fondasi Ilmiah Mitigasi Berbasis Ekosistem
Sebagai bagian dari integrasi pendekatan ilmiah dalam program ELECTRA, PKSPL IPB juga melaksanakan carbon baseline field assessment di ekosistem mangrove, riparian, dan pesisir non-mangrove. Kegiatan ini bertujuan memperoleh data dasar cadangan karbon (carbon stock) dan potensi serapan karbon yang dapat digunakan sebagai tolok ukur evaluasi dampak program NbS dalam jangka panjang.
Pengukuran dilakukan melalui pengambilan sampel biomassa, pengukuran diameter dan tinggi pohon, serta analisis kandungan karbon tanah. Tim teknis juga memberikan pengenalan dasar kepada peserta lokal mengenai pentingnya penghitungan karbon sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengurangan emisi global.
Pendekatan ini memperkuat posisi Buru Selatan sebagai wilayah yang tidak hanya melakukan rehabilitasi ekosistem, tetapi juga memiliki basis data ilmiah yang dapat mendukung skema pembiayaan berbasis karbon di masa depan.
Sinergi Multipihak untuk Ketahanan Wilayah
Kegiatan ini memperlihatkan sinergi kuat antara lembaga riset, organisasi kemanusiaan internasional, PMI, dan pemerintah desa. Pendekatan Nature-based Solutions yang diusung tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis rehabilitasi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, serta integrasi sains dalam pengambilan keputusan.
Dengan memadukan aspek ekologis, sosial, ekonomi, dan tata kelola, PKSPL IPB memastikan bahwa implementasi program ELECTRA di Buru Selatan berjalan secara holistik dan berkelanjutan.
Pelaksanaan program NbS di Buru Selatan memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui rehabilitasi vegetasi dan penguatan kapasitas adaptasi berbasis ekosistem; SDG 14 (Ekosistem Lautan) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pengelolaan terpadu wilayah pesisir, perlindungan mangrove, serta penguatan keanekaragaman hayati; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan alternatif mata pencaharian berbasis sumber daya lokal; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas lembaga dalam membangun ketahanan wilayah pesisir secara inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB University kembali menegaskan perannya sebagai lembaga riset dan pengabdian masyarakat yang menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk memperkuat ketahanan sosial-ekologis dan mendorong pembangunan pesisir yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Kontak Media:
π§ humas@pksplipb.or.id
π www.pkspl.ipb.ac.id
π± Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
π Facebook: PKSPL IPB
πΊ YouTube: PKSPL IPB University
