Valuasi Ekonomi Tailing: Upaya Mengintegrasikan Pengelolaan Lingkungan dan Konservasi Ekosistem

Kajian Valek BSI 1

Valuasi Ekonomi Tailing: Upaya Mengintegrasikan Pengelolaan Lingkungan dan Konservasi Ekosistem

Banyuwangi, April 2025 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University, dengan dukungan dari PT. Bumi Suksesindo, telah melaksanakan kajian valuasi ekonomi mengenai penempatan tailing. Kajian ini berlangsung di Kabupaten Banyuwangi pada bulan April 2025 dan akan mengeksplorasi faktor-faktor relevan untuk memperkuat tata kelola lingkungan yang bertanggung jawab. Dengan pendekatan yang komprehensif terhadap valuasi ekonomi sumberdaya dan ekosistem, kegiatan ini bertujuan untuk menilai dampak dari berbagai skenario penempatan tailing, baik di darat maupun di laut, melalui perhitungan perubahan ekonomi dari jasa ekosistem yang teridentifikasi.

Kajian ini merupakan manifestasi dari komitmen bersama untuk mengintegrasikan manajemen lingkungan dengan pelestarian ekosistem serta keanekaragaman spesies lokal. Tim penelitian yang dipimpin oleh Prof. Ario Damar, yang merupakan ahli pencemaran, termasuk juga Dr. Benny Osta Nababan dan Dr. Peggy Ratna yang memiliki latar belakang dalam ekonomi sumber daya serta lingkungan, serta Dr. Akhmad Solihin yang menangani kebijakan. Partisipasi ahli dalam bidang flora dan fauna oleh Eko Adhiyanto, ahli GIS oleh Galih Rakasiwi, serta asisten ahli memperkuat kapabilitas tim dalam menghasilkan data yang akurat dan andal untuk mendukung analisis yakni Retia Revany, Sinta Hasriningtyas, Qonita Sinatrya, Tiara Nurofik, dan Fatih Ahmad Fauzan.

Salah satu aspek penting dari kajian ini adalah melakukan perbandingan nilai valuasi ekonomi antara skenario penempatan tailing di kawasan daratan (Tailing Storage Facility-TSF) dan signifikansi penempatan di laut (Deep Sea Tailing Placement-DSTP). Pengidentifikasian jasa ekosistem yang terjadi dalam setiap lokasi mencakup empat kategori utama yaitu jasa provisioning, regulating, supporting, dan cultural. Proses ini mengkalkulasi nilai ekonomi yang terkait dengan setiap jenis layanan yang ditawarkan oleh ekosistem tersebut. Metodologi yang digunakan sesuai dengan tipologi nilai ekonomi total (TEV), yang mencakup nilai kegunaan langsung, tidak langsung, dan nilai pilihan.

Lebih mendalam, hasil kajian ini memperlihatkan bahwa nilai total ekonomi untuk jalur pipa dan area TSF darat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan skenario penempatan di laut. Nilai yang dihasilkan dalam kajian ini menunjukkan perbedaan mencolok, di mana nilai ekonomi total untuk ekosistem darat mencapai Rp 13.175.682.575.907,40 sedangkan nilai untuk ekosistem laut hanya Rp 813.862.500.075,56. Namun, perlu dicatat bahwa perbandingan ini bertumpu pada konteks lokal dan karakteristik ekosistem spesifik, sehingga hasil mungkin tidak sepenuhnya berlaku secara umum.

Analisis lebih lanjut juga menunjukkan bahwa dengan pendekatan evaluasi jasa ekosistem, dominasi jasa provisioning terbukti mendukung nilai ekonomi yang lebih tinggi pada ekosistem darat, yang berkontribusi pada penilaian positif bagi kawasan yang akan dilalui oleh jalur pipa dan TSF.

Dengan tambahan konteks bahwa area sekitar memiliki kualitas ekosistem yang beragam, temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan yang berlandaskan pengetahuan ilmiah untuk memastikan pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan. Dinamika perubahan nilai ekonomi dari waktu ke waktu lebih besar terjadi pada alternatif darat, terutama saat tahap awal pembendungan dimulai. Hal ini mengindikasikan bahwa meski tailing belum sepenuhnya ditempatkan, dampak lingkungan dan pergeseran nilai ekonomi akan mulai dirasakan secara signifikan.

Secara keseluruhan, kajian ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan data dan bukti empiris dalam memilih skenario penempatan tailing yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi ekosistem dalam konteks pengembangan industri. Upaya ini sepenuhnya selaras dengan kebijakan pemerintah mengenai keberlanjutan lingkungan dan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi keputusan pengelolaan di masa mendatang. [van]

Kegiatan valuasi ekonomi tailing PKSPL IPB University berkontribusi pada SDGs dengan memperkuat SDG 6 melalui analisis dampak air, SDG 12 lewat dorongan praktik industri berkelanjutan, SDG 13 melalui integrasi mitigasi iklim, serta SDG 14 dan 15 lewat perlindungan ekosistem darat dan laut. Kolaborasi lintas pihak yang terbangun juga mencerminkan SDG 17 (Kemitraan).

 

Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University