PKSPL IPB University Soroti Dampak Industri Ekstraktif dalam Kuliah Kolaborasi Nasional di IAIN Sultan Amai Gorontalo

pembicara pak yoppie

PKSPL IPB University Soroti Dampak Industri Ekstraktif dalam Kuliah Kolaborasi Nasional di IAIN Sultan Amai Gorontalo

Bogor, 14 Mei 2025 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University kembali menunjukkan kontribusinya dalam diskursus nasional mengenai pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial. Melalui partisipasi sebagai pembicara dalam Mata Kuliah Kolaborasi Nasional “Jejak Tambang pada Bumi dan Manusia”, yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Sultan Amai Gorontalo, PKSPL turut memperkaya perspektif kritis terhadap dampak industri ekstraktif di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini menghadirkan Yoppie Christian, S.Sos., M.Si, Peneliti PKSPL IPB University, sebagai salah satu narasumber utama. Dalam paparannya berjudul “Dampak Industri Ekstraktif: Perspektif Sosiologis dan Praktis”, Yoppie menekankan bahwa praktik ekstraktivisme tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan yang kasat mata, tetapi juga memunculkan persoalan struktural yang lebih dalam dan sistemik.

“Ekstraksi tambang terbuka merupakan arena kontestasi ekonomi politik, tidak melulu persoalan lingkungan. Ekstraktivisme adalah soal pilihan politik yang rentan koruptif, manipulatif, dan terjadinya kesewenang-wenangan,” tegas Yoppie.

 “Oleh karena itu, dampak yang terjadi tidak hanya bersifat langsung, terlihat dan terukur secara jangka pendek. Dampak dapat terjadi secara episodik bahkan sistemik setelah operasi selesai. Kampus tetap harus kritis pada ekstraktivisme karena pada dasarnya ekstraktivisme adalah sebuah creative destruction.”

Acara yang berlangsung selama dua jam ini dimoderatori oleh Sunandar Macpal, M.A, dosen Sosiologi Agama IAIN Sultan Amai Gorontalo, dan juga menghadirkan Jurisman Hakim, dosen Ilmu Politik Pemerintahan dari kampus yang sama, sebagai panelis. Sekitar 20 mahasiswa semester VI berpartisipasi aktif dalam diskusi yang digelar secara virtual tersebut.

Dalam konteks akademik, kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang refleksi kritis bagi mahasiswa terhadap dampak industri ekstraktif, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi pusat eksploitasi sumber daya alam. Penguatan kapasitas intelektual mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa menjadi agenda penting agar mereka mampu memahami kompleksitas hubungan antara ekonomi, lingkungan, dan politik.

Melalui partisipasi ini, PKSPL IPB University menunjukkan komitmennya dalam menyuarakan pentingnya keadilan ekologis dan sosial di tengah praktik pembangunan yang sering kali mengesampingkan keberlanjutan jangka panjang. Kolaborasi lintas kampus dan disiplin ilmu seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan literasi publik terhadap isu-isu strategis nas

ional.