PKSPL IPB University Dorong Rehabilitasi Mangrove Lewat Program Biodiversitas Kepiting Bakau di Kepulauan Anambas
PKSPL IPB University Dorong Rehabilitasi Mangrove Lewat Program Biodiversitas Kepiting Bakau di Kepulauan Anambas
Kepulauan Anambas, 23 Mei 2025 – Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University berperan aktif dalam pelaksanaan Program Biodiversitas Mangrove di Pantai Senggolong, Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas. Program ini merupakan kolaborasi antara PKSPL IPB University dan Harbour Energy yang dilaksanakan pada 18–23 Mei 2025.
Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan keanekaragaman hayati ekosistem mangrove melalui pengadaan benih kepiting bakau (Scylla spp.) serta edukasi teknis kepada masyarakat setempat mengenai metode transportasi, aklimatisasi, dan pemeliharaan kepiting bakau.
“Kepiting bakau merupakan keystone species yang memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekosistem hutan mangrove. Selain mendukung keseimbangan ekologis, spesies ini juga memiliki nilai ekonomi strategis bagi masyarakat pesisir,” ujar Muhammad Qustam Sahibuddin, perwakilan PKSPL IPB University.
Pendekatan Ilmiah dalam Penguatan Biodiversitas Pesisir

Sebagai lembaga akademik yang mengedepankan pendekatan berbasis sains, PKSPL IPB University memastikan bahwa setiap tahap program ini dilakukan melalui proses ilmiah yang sistematis, antara lain:
- Pengangkutan benih kepiting dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan, guna meminimalkan stres dan menjaga kesehatan insang.
- Sebelum dimasukkan ke wadah pemeliharaan, dilakukan pengukuran parameter biologis: panjang cangkang, bobot tubuh, kelengkapan organ, jenis kelamin, dan kondisi fisik.
- Pemeliharaan kepiting dilakukan dalam karamba tancap dengan dua sistem: sistem komunal dan sistem individu.
- Kepiting diberi pakan kerang dengan rasio pakan sebesar 5% dari bobot tubuh, dan dilakukan monitoring harian terhadap kebersihan wadah serta kondisi kepiting.
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemantauan Pertumbuhan

PKSPL IPB University juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat lokal sebagai mitra aktif dalam menjaga keberlangsungan program. Masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam proses teknis, tetapi juga dalam rangkaian edukasi dan transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Tahapan selanjutnya mencakup pemantauan pertumbuhan selama 30 hari, sebagai dasar evaluasi keberhasilan introduksi spesies biodiversitas ini di ekosistem mangrove lokal.
Komitmen terhadap Keberlanjutan Ekosistem Mangrove
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang PKSPL IPB University dalam mendorong konservasi dan rehabilitasi pesisir melalui integrasi antara sains, kearifan lokal, dan tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan. Dengan mengutamakan pendekatan ekosistem, PKSPL berharap upaya ini tidak hanya meningkatkan biodiversitas lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
PKSPL IPB University akan terus mengawal proses ini melalui monitoring ilmiah dan pendampingan partisipatif, guna memastikan ekosistem mangrove Anambas dapat terjaga secara berkelanjutan.
