PKSPL IPB University Dorong Pemanfaatan Mangrove sebagai Solusi Alami untuk Pencegahan Penyakit Udang di Gresik

gresik, SAKA PANGKAH

PKSPL IPB University Dorong Pemanfaatan Mangrove sebagai Solusi Alami untuk Pencegahan Penyakit Udang di Gresik

Gresik, 19 Mei 2025 – Sebagai institusi akademik yang konsisten mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan sektor budidaya perikanan nasional. Melalui kegiatan survei lapangan di Desa Ujung Pangkah, Gresik, tim PKSPL IPB mengusulkan pendekatan berbasis ekosistem untuk mengatasi tantangan penyakit pada komoditas unggulan udang Litopenaeus vannamei.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara PKSPL IPB University dan PT Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) yang telah berlangsung sejak tahun 2020. Kerja sama ini sebelumnya telah difokuskan pada pemantauan dan pengembangan vegetasi mangrove sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di kawasan pesisir Ujung Pangkah.

Mangrove: Solusi Alami yang Potensial

Diketahui bahwa pada tahun 2024, produksi udang di Ujung Pangkah mengalami penurunan signifikan yang diperparah oleh pembatasan penggunaan antibiotik dalam budidaya. Hal ini mendorong PKSPL IPB untuk menggali potensi lokal yang berkelanjutan, khususnya dari vegetasi mangrove, dalam upaya pengendalian penyakit udang yang ramah lingkungan.

Salah satu fokus kajian adalah pemanfaatan fungi endofit Nodulisporium sp. KT29 yang ditemukan pada daun mangrove. Fungi ini memiliki kemampuan sebagai imunostimulan alami yang berpotensi meningkatkan respons imun udang terhadap infeksi bakteri Vibrio harveyi—penyebab utama penyakit dalam budidaya vaname.

Sinergi dengan Pemerintah Desa dan Kelompok Pembudidaya

Dalam survei yang dilaksanakan pada 19 Mei 2025, tim PKSPL IPB berdiskusi secara langsung dengan Kepala Desa Ujung Pangkah, serta ketua dan anggota Pokdakan budidaya setempat. Diskusi berlangsung konstruktif dan menghasilkan dukungan penuh terhadap rencana uji coba pemanfaatan ekstrak mangrove sebagai imunostimulan di tambak milik masyarakat.

“Kajian ini harap segera dilakukan dan kami para petani serta pihak Desa Ujung Pangkah siap berkolaborasi dengan tim PKSPL IPB. Dengan pemanfaatan mangrove dan tambahan teknologi dalam budidaya, kami optimis bisa kembali berjaya dalam produksi udang vaname,” ujar Kepala Desa Ujung Pangkah.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem mangrove yang terbukti bermanfaat secara ekologis dan ekonomi.

Menuju Budidaya Berbasis Ekosistem dan Inovasi Ilmiah

PKSPL IPB melihat upaya ini sebagai bentuk penerapan riset terapan berbasis potensi lokal yang mampu menjawab tantangan di tingkat tapak. Integrasi ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan sistem budidaya yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Uji coba yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi teknis jangka pendek, tetapi juga model inovatif yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Indonesia.

PKSPL IPB University akan terus berperan aktif sebagai mitra strategis dalam mengembangkan pendekatan pengelolaan pesisir yang inklusif, ilmiah, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan sektor industri menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi wilayah pesisir Indonesia.