PKSPL IPB University dan Medco Energi Lakukan Monitoring Keanekaragaman Hayati di Jawa Timur
PKSPL IPB University dan Medco Energi Lakukan Monitoring Keanekaragaman Hayati di Jawa Timur

Menjaga Ekosistem, Menjamin Keberlanjutan
Jawa Timur, 11 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat tata kelola lingkungan yang bertanggung jawab, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bekerja sama dengan Medco Energi Sampang Pty., Ltd. melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keanekaragaman Hayati (Kehati) di sejumlah lokasi eksisting di Kab. Pasuruan dan Kab. Sampang, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan bahwa pengelolaan lingkungan berjalan seiring dengan konservasi ekosistem dan pelestarian spesies.
Kegiatan monev ini bertujuan untuk menilai efektivitas pelaksanaan program kehati yang telah berjalan, khususnya terhadap perkembangan populasi fauna—terutama burung air—sebagai indikator dampak perbaikan lingkungan. Representasi dari PKSPL IPB University bidang Fauna, Restu Syafaatul Mufti, A.Md., yang terlibat dalam tim pelaksanaan observasi di berbagai titik pengamatan mulai dari Desa Tambak Lekok dan OPF Grati di Kabupaten Pasuruan, hingga Politeknik Negeri Madura (Poltera), Desa Taddan, Desa Jrangoan, dan RTH Taman Wijaya Kusuma di Kabupaten Sampang.
“Program kehati di lokasi eksisting tetap perlu untuk dimonitor dan dievaluasi, agar keberadaan dan perkembangannya tetap terjaga sebagai impact indicator perbaikan lingkungan,” tegas Restu Syafaatul Mufti dari PKSPL IPB.
Indikator Ekologi Positif di Lapangan

Hasil observasi menunjukkan adanya keberagaman spesies yang cukup signifikan. Di Desa Tambak Lekok, tercatat 26 spesies burung, dengan lima di antaranya merupakan jenis dilindungi, antara lain:
- Cekakak sungai (Todiramphus chloris)
- Kuntul perak (Ardea intermedia)
- Burung-madu sriganti (Cinnyris jugularis)
- Dara laut biasa (Sterna hirundo)
- Cangak laut (Ardea sumatrana)
Kawasan pesisir tambak ini menjadi habitat alami bagi beragam burung air dan burung pantai. Sementara di OPF Grati, meskipun berada di zona pantai serupa, ditemukan populasi lebih terbatas, namun tetap menyertakan spesies yang dilindungi.
Selain avifauna, tim juga mengamati keberadaan mamalia kecil seperti Garangan Jawa (Urva javanica), serta beberapa spesies reptil seperti Bunglon Taman dan Bengkarung. Di kawasan RTH Wijaya Kusuma, tim mencatat kehadiran Tokek Rumah (Gekko gecko) dan Cekibar (Draco volans)—menunjukkan bahwa kawasan ruang terbuka hijau juga berkontribusi penting dalam menjaga biodiversitas kota.
Kolaborasi Sains dan Industri untuk Konservasi Berkelanjutan

Kegiatan monitoring ini merepresentasikan upaya kolaboratif antara dunia akademik dan pelaku industri dalam menjalankan praktik bisnis yang ramah lingkungan. Melalui pendekatan ilmiah dan berbasis data, Medco Energi dan PKSPL IPB University menegaskan bahwa aktivitas industri migas dapat berjalan sejalan dengan komitmen perlindungan ekosistem.
Pendekatan monev tidak hanya menyasar observasi visual, tetapi juga digunakan untuk membangun basis data biodiversitas lokal yang dapat menjadi acuan perencanaan lingkungan jangka panjang dan pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy).
Sains untuk Laut dan Bumi yang Lebih Seimbang
Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB University menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang tidak hanya fokus pada penelitian, tetapi juga mendampingi sektor industri dalam praktik-praktik pembangunan yang bertanggung jawab. Dengan kehadiran di lapangan dan pendekatan kolaboratif, PKSPL IPB terus mendorong terciptanya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi contoh baik bagaimana riset, kebijakan, dan praktik konservasi dapat berjalan seiring, demi menjaga ekosistem pesisir Indonesia tetap lestari dan produktif bagi generasi mendatang.
Kegiatan monitoring keanekaragaman hayati yang dilakukan PKSPL IPB University bersama Medco Energi secara nyata berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kontribusi ini tercermin melalui pemantauan kualitas ekosistem sebagai upaya mitigasi perubahan iklim, perlindungan spesies pesisir dan darat, serta penguatan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
