PKSPL IPB University dan Bappenas Bahas Strategi Hilirisasi SDA Unggulan Berbasis Ilmu Pengetahuan

Gambar WhatsApp 2025-11-03 pukul 13.13.40_488a07d5

PKSPL IPB University dan Bappenas Bahas Strategi Hilirisasi SDA Unggulan Berbasis Ilmu Pengetahuan

Bogor, 3 November 2025 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University menerima kunjungan konsultatif dari Direktorat Perencanaan Hilirisasi dan Kerjasama Ekonomi Internasional (PHKEI) Kementerian PPN/Bappenas. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, dengan fokus pada strategi hilirisasi sumber daya alam (SDA) unggulan di sektor kelautan, perikanan, kehutanan, dan perkebunan.

Diskusi ini melibatkan berbagai pakar dan peneliti dari PKSPL IPB University, di antaranya Andy Afandy, Agus Sadeli, Dr. Kustiariyah Tarman, dan Boimin, bersama tim perencana dari Bappenas yang dipimpin oleh Indra Muhammad, perwakilan Direktorat PHKEI. Pertemuan ini bertujuan untuk mengintegrasikan masukan empiris dari akademisi ke dalam kebijakan pembangunan nasional, serta memperkuat sinergi antara riset, inovasi, dan kebijakan publik. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi wadah untuk membahas arah pembangunan jangka menengah–panjang terkait transformasi ekonomi berbasis ekonomi biru (blue economy) dan nilai tambah berkelanjutan.

Dalam diskusi, Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si., Kepala PKSPL IPB University, menegaskan bahwa hilirisasi di sektor kelautan tidak boleh hanya berorientasi pada nilai ekonomi jangka pendek, tetapi harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Transformasi ekonomi harus bertumpu pada inovasi, tata kelola yang adaptif, dan kolaborasi lintas sektor. Hilirisasi di sektor kelautan dan perikanan akan berhasil bila kita mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam satu kerangka kebijakan,” ungkapnya.

Tim dari Bappenas, yang dipimpin oleh perwakilan dari Direktorat PHKEI, menegaskan bahwa hasil dari kunjungan dan diskusi ini akan menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan hilirisasi nasional. Masukan akademik dari PKSPL IPB dinilai relevan untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), khususnya dalam konteks pembangunan wilayah pesisir dan maritim yang tangguh dan berdaya saing.

Diskusi ini menghasilkan beberapa poin strategis, antara lain:

  • pentingnya penguatan kapasitas daerah dalam hilirisasi produk perikanan dan kelautan,
  • pengembangan industri biru berbasis riset dan teknologi, serta
  • penerapan mekanisme kemitraan lintas sektor untuk memastikan hilirisasi sejalan dengan prinsip keberlanjutan. 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PKSPL IPB University dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui riset aplikatif, pengabdian masyarakat, dan kolaborasi strategis antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta.

Kegiatan konsultatif ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain dengan mendorong penguatan rantai nilai ekonomi biru dan penciptaan lapangan kerja (SDG 8), mengembangkan inovasi dan teknologi hilirisasi berbasis riset (SDG 9), memastikan kebijakan hilirisasi selaras dengan upaya konservasi ekosistem laut dan pesisir (SDG 14), serta memperkuat kemitraan antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri untuk mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (SDG 17).

 

Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University