PKSPL IPB University Bedah Buku “Ekonomi Kesejahteraan Nelayan Skala Kecil”: Menyatukan Perspektif Akademik, Sosial, dan Ekologi untuk Masa Depan Nelayan

Bedah Buku 1

PKSPL IPB University Bedah Buku “Ekonomi Kesejahteraan Nelayan Skala Kecil”: Menyatukan Perspektif Akademik, Sosial, dan Ekologi untuk Masa Depan Nelayan

Bogor, 30 Juni 2025 – Dalam semangat mendorong pengarusutamaan isu kesejahteraan nelayan kecil dalam kebijakan pembangunan pesisir, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bersama LRI i-MAR IPB menggelar kegiatan Launching dan Bedah Buku bertajuk “Ekonomi Kesejahteraan Nelayan Skala Kecil” karya Dr. Benny Osta N. Bertempat di Gedung EDTC PKSPL LRI i-MAR, kegiatan ini menjadi ajang refleksi ilmiah sekaligus pernyataan komitmen PKSPL untuk memperkuat basis keilmuan dalam mendampingi kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang inklusif.

Nelayan Kecil dan Ketimpangan Struktural: Perspektif Baru dari Kajian Akademik

Dalam sambutannya, Kepala LRI i-MAR IPB University, Prof. Dr. Luky Adrianto, menyampaikan bahwa peluncuran buku ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari kontribusi akademik dalam menyuarakan realitas nelayan kecil di Indonesia yang kerap terpinggirkan oleh arus modernisasi dan industrialisasi laut. Launching buku secara resmi dilakukan oleh Dr. Akhmad Solihin, Deputi Program Sosial Ekonomi dan Kelembagaan PKSPL IPB University, yang juga menekankan pentingnya dialog antar-research fellows PKSPL yang kini berjumlah lebih dari 40 orang.

Dalam pemaparannya, Dr. Benny Osta N. menyoroti bahwa nelayan kecil tidak hanya menghadapi tantangan ekonomi, namun juga ketimpangan akses terhadap sumber daya, lemah dalam posisi tawar, dan belum terakomodasi dalam kerangka kelembagaan yang adil. Buku ini lahir dari pemikiran bahwa pendekatan kesejahteraan nelayan tidak cukup jika hanya diukur dari pendapatan, namun harus mencakup dimensi sosial, struktural, dan ekologis.

“Kesejahteraan tidak cukup hanya dinilai dari ekonomi. Kita harus melihat siapa yang mengakses sumber daya, siapa yang membuat aturan, dan bagaimana sistemnya bekerja. Itulah mengapa pendekatan bioekonomi multispesies dan kelembagaan lokal menjadi penting,” tegas Dr. Benny.

Respon Akademik: Kritis terhadap Pendekatan Tekno-ekonomik

Dua tanggapan akademik menguatkan diskursus ilmiah dalam forum ini. Dr. Ir. Agus Sadelie dari PKSPL IPB University menekankan pentingnya pendekatan ekonomi-politik dalam merumuskan strategi pembangunan kelautan yang berkeadilan, serta memberikan kritik terhadap model pembangunan perikanan yang terlalu teknokratis dan belum adaptif terhadap realitas nelayan kecil.

Sementara itu, Presiden IMFISERN, Dr. Achmad Zamroni menyoroti pentingnya penerjemahan buku ini dalam format policy brief agar dapat menjangkau pengambil kebijakan secara lebih luas. Ia juga menekankan perlunya penguatan kebijakan berbasis sosial-ekologi sebagai landasan transformatif dalam reformasi tata kelola perikanan.

Diskusi Kritis dan Relevansi Sosial

Sesi diskusi bersama peserta—yang terdiri atas akademisi, mahasiswa, dan peneliti—membuka ruang refleksi terhadap tantangan nelayan kecil. Pertanyaan yang muncul antara lain: bagaimana menjawab persoalan kemiskinan struktural di pesisir? Apakah generasi muda masih memiliki ketertarikan menjadi nelayan? Bagaimana negara bisa hadir secara efektif dalam mendukung keberlanjutan kehidupan nelayan kecil?

Forum ini menyimpulkan bahwa buku ini berhasil membingkai isu nelayan kecil dalam kerangka akademik yang kuat dan mendalam, sekaligus mengangkat urgensi sinergi antara sains, data, dan kebijakan.

PKSPL IPB University menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan kebijakan berbasis sains dan keadilan sosial, dengan menjadikan nelayan kecil sebagai subjek utama dalam diskursus pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Terkait dengan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini secara nyata berkontribusi terhadap SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kontribusi tersebut tercermin melalui penguatan basis keilmuan dalam memahami akar struktural kemiskinan nelayan kecil; penyediaan ruang akademik yang mendorong literasi kritis terhadap isu-isu pesisir; advokasi kesetaraan akses dan perlindungan hak nelayan kecil dalam sistem ekonomi dan kelembagaan; pengarusutamaan prinsip keadilan sosial dalam pengelolaan ekosistem laut; serta kemitraan strategis antara akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan dalam membangun narasi pembangunan kelautan yang lebih adil dan inklusif.

Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University