PKSPL IPB Tingkatkan Kapasitas Daerah dalam Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Pelatihan Nasional di Wakatobi
PKSPL IPB Tingkatkan Kapasitas Daerah dalam Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Pelatihan Nasional di Wakatobi

Wakatobi, 10 Oktober 2025 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan iklim nasional melalui kegiatan Second Training in Formulation of Ecosystem and Landscape-based Adaptation Plan including Baseline and Target Setting yang diselenggarakan di Patuno Resort, Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara PKSPL IPB University, Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and the Pacific (CCROM-SEAP IPB), dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas Tim Kerja Terpadu Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Wakatobi, khususnya dalam memahami metode, teknis, dan strategi penyusunan rencana aksi adaptasi daerah yang berbasis ekosistem dan lanskap. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat basis data dan memverifikasi informasi dasar yang diperlukan dalam penyusunan Dokumen Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim (RAD-API), yang menjadi pondasi penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Dalam paparannya, Ir. Arif Wibowo, M.Sc., menjelaskan bahwa penyusunan rencana adaptasi perubahan iklim harus berlandaskan prinsip no one left behind, dengan melibatkan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lanjut usia. Ia menegaskan bahwa konteks perubahan iklim bersifat multidimensional — mencakup aspek ekosistem, sosial, budaya, hingga ekonomi — dan telah menimbulkan potensi kerugian besar di berbagai sektor, termasuk energi dan kebencanaan. Karena itu, ia menekankan pentingnya strategi adaptasi yang terukur, berbasis data ilmiah, serta selaras dengan kebijakan nasional seperti Paris Agreement, UU No. 32 Tahun 2009 tentang PPLH, dan Perpres No. 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon.

Selama tiga hari, peserta menerima materi komprehensif yang mencakup tahapan penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Daerah (RAD-API), metodologi identifikasi indikator dan baseline, valuasi dampak sektoral, hingga perencanaan pembiayaan dan pendanaan adaptasi. Pelatihan juga memperkenalkan penggunaan SIDIK Baru sebagai instrumen pengelolaan adaptasi, serta integrasi program ProKlim dalam strategi adaptasi lokal. Pendekatan yang digunakan berfokus pada penilaian risiko iklim berbasis bahaya, keterpaparan, dan kerentanan, untuk menghasilkan kebijakan adaptasi yang efektif dan terukur.
Sebagai kabupaten percontohan dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Wakatobi dinilai memiliki relevansi ekologis tinggi dan komitmen kuat terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat kapasitas pemerintah daerah, tetapi juga memperkokoh kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga internasional dalam upaya membangun daerah tangguh iklim.
Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB University terus menegaskan perannya sebagai pusat unggulan nasional dalam riset dan implementasi kebijakan adaptasi perubahan iklim, memperkuat posisi Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan global.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kapasitas adaptasi berbasis sains dan kebijakan, SDG 14 (Ekosistem Lautan) serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pendekatan berbasis ekosistem dan lanskap dalam mitigasi dampak perubahan iklim, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga internasional dalam perencanaan pembangunan berketahanan iklim.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
