PKSPL IPB Susun Masterplan Blue Economy Kabupaten Tanggamus: Wujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan
PKSPL IPB Susun Masterplan Blue Economy Kabupaten Tanggamus: Wujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Koordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kab.Tanggamus
Tanggamus, Lampung – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus mengukuhkan komitmen untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui penyusunan Masterplan Blue Economy Kabupaten Tanggamus. Kontrak kajian yang dimulai sejak 2024 ini hadir sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan pengelolaan sumber daya darat, pesisir, dan laut secara berkelanjutan, dengan menekankan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sebagai fondasi utama.
Masterplan ini mencakup analisis komprehensif kondisi eksisting, sektor prioritas, hingga rencana aksi strategis untuk mengoptimalkan potensi lokal tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem. Empat sektor utama yang menjadi fokus adalah pertanian dan perkebunan, perikanan tangkap, perikanan budidaya, serta wisata bahari.

Wawancara Pemilik Tambak
Di sektor pertanian dan perkebunan, komoditas unggulan seperti kopi, kakao, lada, dan padi dikembangkan dengan pendekatan ramah lingkungan dan berbasis agroforestry. Untuk perikanan tangkap, roadmap disusun agar nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapan melalui modernisasi armada dan pendampingan teknis, tanpa mengabaikan konservasi stok ikan. Pada sektor perikanan budidaya, potensi budidaya air tawar, air payau, dan laut dioptimalkan guna memperkuat ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja baru. Sementara itu, wisata bahari diarahkan untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah, dengan Teluk Kiluan, Pantai Gigi Hiu, dan Pantai Muara Indah sebagai ikon utama, didukung penguatan SDM Pokdarwis dan integrasi dengan UMKM lokal.
Selain penguatan sektor, PKSPL menekankan pentingnya dukungan regulasi, kebijakan, dan pembiayaan. Pemerintah daerah diharapkan mengintegrasikan Blue Economy ke dalam RPJMD, menyusun regulasi pendukung, serta membuka ruang investasi hijau dan kemitraan publik-swasta (PPP). Sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, swasta, dan komunitas menjadi kunci keberhasilan implementasi masterplan ini.
Prof. Yonvitner, Kepala PKSPL IPB University, menyampaikan bahwa Masterplan Blue Economy Kabupaten Tanggamus merupakan model pembangunan daerah berbasis inovasi dan konservasi. “Blue Economy bukan sekadar jargon, melainkan strategi nyata untuk menghubungkan kesejahteraan masyarakat dengan kelestarian ekosistem. Harapan kami, Tanggamus dapat menjadi contoh daerah pesisir yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan disusunnya Masterplan ini, Kabupaten Tanggamus diproyeksikan mampu menjadi poros Blue Economy di Provinsi Lampung, yang tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga mendukung agenda nasional dalam membangun Indonesia sebagai negara maritim berkelanjutan.
Observasi di Pantai Muara Indah
Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan mendukung peningkatan kapasitas ekonomi nelayan, petani, dan pelaku wisata (SDG 1), membuka lapangan kerja baru di sektor perikanan, pertanian, dan wisata bahari (SDG 8), serta mengintegrasikan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam pengelolaan pesisir (SDG 13). Upaya konservasi terumbu karang, mangrove, dan hutan darat memperkuat SDG 14 dan 15, sementara kolaborasi multipihak yang terjalin mencerminkan komitmen pada SDG 17.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
