PKSPL IPB Perkuat Peran Regional dalam Pengembangan Blue Carbon Methodology melalui PNLC Workshop dan General Assembly 2026

WhatsApp Image 2026-04-14 at 10.47.25

PKSPL IPB Perkuat Peran Regional dalam Pengembangan Blue Carbon Methodology melalui PNLC Workshop dan General Assembly 2026

Manila, 27 Maret 2026 — Kawasan pesisir dan laut di Asia Timur menghadapi tekanan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, degradasi ekosistem, serta meningkatnya aktivitas manusia. Dalam konteks tersebut, ekosistem karbon biru (blue carbon) menjadi salah satu pendekatan strategis yang tidak hanya berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim, tetapi juga memperkuat ketahanan ekosistem pesisir dan mendukung pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL/CCMRS) IPB University mengoordinasikan 25 Learning Centres dalam kegiatan PNLC Regional Workshop: From Knowledge to Action: Scaling Blue Carbon Initiatives in the East Asian Region serta 5th PNLC General Assembly yang diselenggarakan pada 24–27 Maret 2026 di Antipolo dan Manila, Filipina.

Kegiatan regional ini mempertemukan lebih dari 45 peserta dari 10 negara di kawasan East Asian Seas, termasuk Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Lao PDR, China, Hongkong, hingga Timor-Leste. Workshop ini berfokus pada upaya menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan dan implementasi kebijakan dalam pengembangan blue carbon, sekaligus mendorong adopsi metodologi regional yang telah dikembangkan oleh Technical Working Group Blue Carbon di bawah PEMSEA dan PNLC.

Sebagai Sekretariat PNLC, PKSPL IPB memainkan peran sentral dalam mengkoordinasikan kegiatan, memastikan proses diskusi berjalan efektif, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu penggerak utama dalam pengembangan pengetahuan dan implementasi blue carbon di tingkat regional. Kepala PKSPL IPB sekaligus Presiden PNLC, Prof. Dr. Yonvitner, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antar negara serta mendorong transformasi dari pengetahuan menjadi aksi nyata.

Workshop ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa pengembangan blue carbon tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata melalui kolaborasi regional yang kuat dan terstruktur,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, PKSPL IPB juga berkontribusi melalui penyampaian berbagai kajian ilmiah. Dr. Akhmad Solihin menekankan pentingnya integrasi valuasi jasa ekosistem dalam kebijakan publik serta penguatan mekanisme pembiayaan berkelanjutan.

Blue carbon memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam skema ekonomi seperti perdagangan karbon serta berkontribusi terhadap pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDC), sehingga perlu didukung oleh kebijakan dan sistem pembiayaan yang tepat,” jelasnya.

Selain itu, Isdahartati sebagai fasilitator dari PNLC Secretariat menyampaikan capaian PNLC selama periode 2024–2025 serta rencana kerja ke depan yang berfokus pada penguatan kapasitas, pengembangan jejaring, serta optimalisasi platform berbagi pengetahuan di kawasan. Sementara itu, Dr. Lusita Meilana menyoroti peran IPB melalui PKSPL dalam penguatan kapasitas generasi muda melalui program Regional Summer Course yang berfokus pada pengelolaan pesisir dan pengurangan sampah laut di kawasan Asia Timur.

Puncak kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan 5th PNLC General Assembly yang berlangsung di University of the Philippines – Marine Science Institute, Diliman. Pertemuan ini dihadiri oleh 21 dari 25 anggota PNLC dan membahas capaian program, implementasi Sustainable Development Strategy for the Seas of East Asia (SDS-SEA) 2023–2030, serta arah strategis ke depan.

Dalam sidang tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, fokus diarahkan pada penguatan kapasitas melalui pelatihan teknis, pengembangan kelompok kerja tematik, serta peningkatan kompetensi dalam pemetaan ekosistem dan pengelolaan pesisir terpadu. Sementara dalam jangka panjang, PNLC akan mendorong pengembangan riset kolaboratif, harmonisasi metodologi blue carbon, serta implementasi proyek percontohan yang didukung oleh skema pembiayaan berkelanjutan.

PKSPL IPB memandang bahwa keterlibatan aktif dalam forum ini menegaskan peran strategis IPB University dalam memimpin kolaborasi global south, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan implementasi pengelolaan pesisir dan laut. Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan berbagai program konkret dapat dihasilkan untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam agenda global perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan berbasis laut.

Kegiatan PNLC Regional Workshop dan General Assembly ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengembangan metodologi dan implementasi blue carbon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem pesisir seperti mangrove dan lamun juga berkontribusi pada SDG 14 (Ekosistem Lautan) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Selain itu, penguatan kolaborasi regional antar negara, lembaga riset, dan institusi pendidikan mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mendorong pengelolaan pesisir yang berbasis ilmu pengetahuan, kolaboratif, dan berkelanjutan di kawasan Asia Timur.

Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University