PKSPL IPB Lakukan Survei Sosial Ekonomi di Desa Epil dan Epil Barat: Dorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Data
PKSPL IPB Lakukan Survei Sosial Ekonomi di Desa Epil dan Epil Barat: Dorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Data

Musi Banyuasin, 30 Agustus 2025 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University melalui LRI i-Mar, bersama PT Medco E&P Indonesia, PT Medco E&P Rimau, dan PT Medco E&P Lematang, kembali menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dengan melaksanakan survei sosial ekonomi di Desa Epil dan Desa Epil Barat, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin.
Gambar 1 Wawancara dengan masyarakat di Desa Epil Barat
Survei yang dilaksanakan pada 27–30 Agustus 2025 ini menjadi bagian penting dalam penyusunan Addendum Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) untuk pengembangan lapangan minyak dan gas bumi di Blok Riau.
Ketua tim survei, Dahyar Muhammad, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap perencanaan.
“Kami berupaya mendengarkan suara masyarakat secara langsung, memahami harapan dan kekhawatiran mereka, agar rencana pengelolaan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Rifki Aldi Ramadhani menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses transparansi.
“Dengan data sosial ekonomi yang kuat, rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Temuan Sosial Ekonomi Lokal
Gambar 2 Kondisi Sawah, Kebun Karet dan Sawit sebagai mata pencaharian utama di Desa Epil dan Epil Barat
Hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat di kedua desa masih sangat bergantung pada sektor perkebunan, terutama karet dan kelapa sawit, sebagai tulang punggung ekonomi. Di Desa Epil, lebih dari 2.500 orang bekerja di perkebunan, disusul sektor pertanian pangan, perikanan, dan peternakan. Sedangkan di Desa Epil Barat, terdapat 967 orang bekerja di perkebunan dengan dukungan aktivitas perdagangan dan jasa yang mulai berkembang.
Selain melalui wawancara dengan warga, tokoh adat, dan perangkat desa, tim juga melakukan observasi langsung terhadap kondisi fasilitas pendidikan, perumahan, sumber air, serta sarana transportasi air yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Gambar 3 Fasilitas pendidikan dan sarana prasarana di Desa Epil Barat
Melalui pendekatan ilmiah yang partisipatif, survei sosial ekonomi ini menjadi pondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Komitmen PKSPL IPB University terhadap SDGs diwujudkan melalui pemetaan kesejahteraan masyarakat (SDG 1), penguatan potensi ekonomi lokal (SDG 8), serta dukungan pembangunan desa berkelanjutan (SDG 11). Pengelolaan lingkungan migas juga diarahkan untuk menjaga ekosistem darat dan adaptasi iklim (SDG 13 & 15), dengan memperkuat kemitraan lintas pihak (SDG 17).
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
