Kepala PKSPL hadiri Blue Carbon Training di Chonburi, Bangkok

Kepala PKSPL hadiri Blue Carbon Training di Chonburi, Bangkok
Chonburi, Thailand – Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) atau yang dikenal secara internasional sebagai Center for Coastal and Marine Resources Studies (CCMRS) IPB University sekaligus Presiden PEMSEA Network of Learning Centres (PNLC), Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si., menghadiri pelatihan bertema “Integrating Blue Carbon into the ICM Framework” yang diselenggarakan pada tanggal 25–27 Maret 2025 di Chonburi, Thailand.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PNLC, Burapha University, CCRMS IPB University, dan PEMSEA Resource Facility, serta dihadiri oleh 35 peserta dari kalangan profesional muda yang bergerak dibidang pengelolaan pesisir, adaptasi perubahan iklim, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Pelatihan selama tiga hari tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam serta metode praktis dalam Integrated Coastal Management (ICM), isu perubahan iklim, dan solusi berbasis karbon biru (blue carbon) ke dalam proses perencanaan, penyusunan kebijakan, hingga pelaksanaan pengelolaan wilayah pesisir. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekosistem pesisir serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kegiatan pelatihan terbagi ke dalam tujuh sesi penyampaian materi. Pada hari pertama, peserta menerima materi mengenai Climate Issues on Coasts and Oceans and ICM Role in Addressing the Issues serta Climate Adaptation and Mitigation through Blue Carbon Ecosystems. Hari kedua meliputi sesi Legal Framework for Blue Carbon, Assessment and Valuation of Blue Carbon Resources, dan Blue Carbon Financing Options. Sedangkan pada hari ketiga, peserta mendapatkan paparan mengenai Regional Framework for Blue Carbon Accounting Methodology dan mengikuti workshop bertajuk PNLC Role in Blue Carbon Program for the Region.
Pelatihan ditutup dengan kunjungan lapangan ke salah satu situs pesisir lokal di Chonburi, sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual dan penguatan praktik lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yonvitner menegaskan pentingnya peran generasi dan pemangku kepentingan regional dalam menjaga serta memanfaatkan potensi karbon biru secara berkelanjutan. Ia mengutip pernyataan penting bahwa:
“Laut Asia Timur merupakan salah satu kawasan laut regional yang memiliki potensi besar dalam mengurangi emisi karbon. Oleh karena itu, perlu adanya generasi yang siap untuk melindunginya.”
Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas regional menuju pengelolaan pesisir yang adaptif dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen global terhadap mitigasi perubahan iklim.