PKSPL IPB Dan Pokmas Bersinergi, Restocking Kepiting Bakau Di Pantai Senggalong, Desa Temburun, Kabupaten Kepulauan Anambas
PKSPL IPB Dan Pokmas Bersinergi, Restocking Kepiting Bakau Di Pantai Senggalong, Desa Temburun, Kabupaten Kepulauan Anambas
Tarempa, 13 November 2025 – Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB bersama dengan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Temburun sukses melaksanakan kegiatan restocking (penebaran kembali) kepiting bakau (Scylla serrata) di kawasan Pantai Senggalong, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kegiatan restocking ini merupakan bagian dari program penelitian dan pengabdian masyarakat PKSPL IPB dalam mendukung konservasi sumber daya pesisir secara berkelanjutan dan berbasis komunitas. Fokus utama kegiatan ini adalah kajian pemeliharaan dan restocking untuk pemulihan populasi kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peran ekologis vital di hutan mangrove.
PKSPL IPB University yang diwakili oleh tim pelaksana—Dr. Irzal Effendi, Muhammad Qustam Sahibuddin, M.Si., dan Heru F. Arafat, S.I.K.—menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan program restorasi.
“Kami melepas kembali kepiting bakau setelah beberapa saat dipelihara dalam wadah khusus di area Pantai Senggalong. Lokasi tersebut memiliki kawasan mangrove-nya sudah membaik, yang sebelumnya sempat terkikis oleh laut. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen Pokmas dan masyarakat Desa Temburun dalam mengelola dan mengawasi habitatnya,” ujar Dr. Irzal Effendi.
Lebih lanjut beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini masih dalam kerangka penelitian, kepiting yang dilepas diberi tanda (tagging) agar nanti kami dapat memonitor arah dan jangkau jelajah kepiting bakau, dan mengkaji pertumbuhan dan reproduksi spesies ini. Monitoring keberadaan kepiting bakau yang ditebar – termasuk cangkang pasca molting, dilakukan bersama masyarakat melalui Pokmas, dengan skema insentif.
Pokmas Desa Temburun menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan dan pengawasan restocking ini. Setelah memperoleh sosialisasi terkait kegiatan ini, mereka diharapkan bertanggung jawab dalam pelaksanaan monitoring, sehingga diperoleh informasi yang memastikan benih kepiting yang dilepas dapat tumbuh hingga dewasa, serta mencegah penangkapan yang merusak atau ilegal di area konservasi.
Perwakilan Pokmas Desa Temburun, Bapak Hasmadi, menyampaikan rasa terima kasih dan komitmennya. “Kami menyambut baik bantuan dan pendampingan dari IPB. Kegiatan ini memberikan kami pengetahuan baru tentang cara budidaya dan konservasi yang benar. Kami berkomitmen menjaga wilayah ini, karena kepiting bakau adalah masa depan mata pencaharian kami,” tegas Hasmadi.
Diharapkan, dalam jangka waktu 6-12 bulan, populasi kepiting bakau di Pantai Senggalong akan meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan hasil tangkapan nelayan lokal, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk penyediaan benih secara berkelanjutan untuk keperluan budidaya spesies ini di masa yang akan datang. Budidaya kepiting bakau selama ini masih mengandalkan benih hasil tangkapan dari alam (fisheries-based aquaculture)
“Kolaborasi seperti ini harus terus digalakkan. Melalui pendekatan ilmiah dari IPB dan kearifan lokal Pokmas, kita bisa memastikan ekosistem Kepulauan Anambas tetap lestari dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutup Dr. Irzal Effendi.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama melalui peningkatan peluang ekonomi masyarakat pesisir (SDG 1 & 8), pemanfaatan sumber daya perikanan yang bertanggung jawab (SDG 12), perlindungan dan pemulihan ekosistem mangrove serta habitat kepiting bakau (SDG 14 & 15), serta penguatan kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya pesisir berbasis sains dan partisipasi lokal (SDG 17).
Penulis: Muhammad Qustam Sahibuddin
