PKSPL IPB dan Konsorsium EMERGE Perkuat Tata Kelola Teluk Saleh melalui Community Leaders Forum di Sumbawa

WhatsApp Image 2026-04-07 at 09.21.25

PKSPL IPB dan Konsorsium EMERGE Perkuat Tata Kelola Teluk Saleh melalui Community Leaders Forum di Sumbawa

Sumbawa, 28 Maret 2026 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bersama Konsorsium Riset EMERGE (Enhancing Marine Environmental Governance in Indonesia and The Philippines) menyelenggarakan Saleh Bay Community Leaders Forum (CLF) di Grand Sumbawa Hotel, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan di Teluk Saleh melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemimpin formal maupun tokoh masyarakat pesisir.

Forum ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta yang berasal dari delapan desa yang berbatasan langsung dengan Teluk Saleh. Peserta terdiri dari unsur pemerintah daerah, kepala desa, organisasi nelayan, kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas), serta organisasi masyarakat sipil. Kegiatan ini menjadi ruang dialog penting untuk membahas berbagai persoalan struktural dan fungsional dalam pengelolaan Teluk Saleh, sekaligus mengidentifikasi peluang penguatan tata kelola berbasis masyarakat.

Kegiatan CLF merupakan bagian dari rangkaian program riset EMERGE yang melibatkan berbagai institusi nasional dan internasional, antara lain University of Technology Sydney (UTS), PKSPL LRI i-MAR IPB University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI), serta Rekam Nusantara Foundation. Program ini dirancang untuk berlangsung hingga tahun 2027 dengan fokus pada penguatan tata kelola ekosistem pesisir dan laut di Indonesia dan Filipina.

Sebagai fasilitator kegiatan, Prof. Dr. Luky Adrianto, Penasehat Utama PKSPL LRI i-MAR IPB University sekaligus Kepala LRI i-MAR IPB University, menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah awal dalam membangun kesamaan pemahaman dan kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan Teluk Saleh.

Melalui forum ini, kami ingin mensosialisasikan rencana kegiatan riset hingga tahun 2027 yang akan mengkaji kondisi Teluk Saleh secara komprehensif, mulai dari aspek ekologi, sosial ekonomi, konektivitas wilayah, hingga kondisi rumah tangga nelayan, termasuk isu ketahanan pangan, kemiskinan, dan gender. Di akhir kajian, kami akan merumuskan rekomendasi intervensi aksi serta tata kelola yang lebih efektif dan berkelanjutan,” jelas Prof. Luky.

Forum ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi., M.T., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif yang dilakukan oleh konsorsium EMERGE.

Kami mengucapkan terima kasih kepada tim periset EMERGE yang telah memberikan perhatian terhadap Teluk Saleh, yang dikenal sebagai ‘Akuarium Dunia’. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan Teluk Saleh yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari University of Technology Sydney (UTS), Nicholas McClean, menyampaikan bahwa proyek EMERGE akan berjalan hingga tahun 2027 dan membutuhkan dukungan aktif dari seluruh pemangku kepentingan di tingkat lokal.

Kami berharap adanya kolaborasi yang kuat dengan masyarakat dan pemerintah daerah, terutama saat tim melakukan kegiatan lapangan di desa-desa. Masukan dari para pemimpin komunitas sangat penting untuk memahami modal sosial, tantangan, serta kebutuhan dalam pengelolaan Teluk Saleh ke depan,” ungkapnya.

Diskusi dalam forum ini juga menyoroti pentingnya integrasi pengelolaan lintas sektor. Para tokoh masyarakat menyampaikan bahwa selama ini belum terdapat koordinasi terpadu dalam pengelolaan Teluk Saleh, baik antar lembaga pemerintah maupun dengan aparat penegak hukum. Oleh karena itu, forum ini menjadi momentum penting untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem Teluk Saleh.

Para peserta secara kolektif menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam upaya pelestarian Teluk Saleh sebagai kawasan strategis yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial yang tinggi.

Dari perspektif PKSPL IPB, kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan ilmiah dan partisipatif dalam memperkuat tata kelola sumber daya pesisir dan laut. Melalui integrasi riset, dialog multi pihak, serta penguatan kapasitas masyarakat, PKSPL IPB terus berperan sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan implementasi di tingkat tapak.

Pelaksanaan Community Leaders Forum ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Upaya penguatan pengelolaan perikanan berkelanjutan dan perlindungan ekosistem pesisir mendukung SDG 14 (Ekosistem Lautan). Kajian yang mencakup aspek sosial ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir juga berkontribusi terhadap SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 2 (Tanpa Kelaparan). Integrasi isu gender dalam kajian turut mendukung SDG 5 (Kesetaraan Gender). Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mendorong pengelolaan pesisir yang inklusif, berbasis ilmu pengetahuan, dan berkelanjutan.

 

Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University