Pesisir sebagai Pilar Ketahanan Pangan Biru: Pesan Strategis Bappenas dalam Hari Kedua Konferensi Internasional

Teguh1

Pesisir sebagai Pilar Ketahanan Pangan Biru: Pesan Strategis Bappenas dalam Hari Kedua Konferensi Internasional

Hari kedua rangkaian 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology (ICMMBT) 2025 dibuka dengan sambutan kunci dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Leonardo Adiyurnama Alias Teguh Sambodo, Ph.D., S.P., M.S.. Dalam pidatonya, Pak Teguh menegaskan pentingnya kawasan pesisir dan laut sebagai fondasi utama dalam mendukung ketahanan pangan biru nasional yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Beliau menekankan bahwa pembangunan pesisir tidak lagi dapat diperlakukan sebagai isu sektoral semata. Sebaliknya, wilayah ini harus ditempatkan sebagai elemen strategis dalam arsitektur pembangunan nasional yang berorientasi pada keberlanjutan ekologis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan di Indonesia, menurutnya, tidak cukup jika hanya bertumpu pada daratan—lautan dan pesisir harus diarusutamakan sebagai lumbung protein, energi biru, dan sumber ekonomi masa depan.

Dalam paparannya, beliau juga menyuarakan urgensi untuk memainstreamkan science-based policy dalam setiap tahap perencanaan pembangunan. Mulai dari tingkat tapak hingga nasional, pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan ekosistem dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang. “Kita tidak bisa lagi membangun berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan bukti. Kebijakan publik yang berbasis sains dan data adalah fondasi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya sinergi antar sektor dan pemangku kepentingan, serta perlunya memperkuat kapasitas lokal dalam mengelola sumber daya pesisir secara adil dan berkelanjutan. Dalam konteks perubahan iklim dan krisis pangan global, laut bukan hanya sumber pangan, melainkan juga ruang untuk inovasi dan regenerasi.

Paparan beliau mencerminkan kontribusi konkret terhadap berbagai tujuan dalam agenda SDGs. SDG 2 (Tanpa Kelaparan) diwujudkan melalui pengarusutamaan pangan biru sebagai bagian integral dari ketahanan pangan nasional. SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) didorong melalui penerapan pendekatan berbasis ekosistem dan sains dalam perencanaan pesisir. SDG 14 (Ekosistem Laut) diperkuat melalui perlindungan dan pemanfaatan laut secara berkelanjutan, sedangkan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) tercermin dari dorongan terhadap kolaborasi antar sektor dan antarwilayah dalam menyukseskan transformasi pembangunan kelautan Indonesia.