Perkuat Pembangunan Berkelanjutan, PKSPL LRI i-MAR IPB University bersama Pakar Dunia Bahas Inovasi Pengelolaan Pesisir Terpadu di Workshop Internasional 2025
Perkuat Pembangunan Berkelanjutan, PKSPL LRI i-MAR IPB University bersama Pakar Dunia Bahas Inovasi Pengelolaan Pesisir Terpadu di Workshop Internasional 2025
Xiamen, Tiongkok, 8 November 2025 – Dalam rangkaian World Ocean Week in Xiamen 2025, PEMSEA Network of Local Governments (PNLG) dan PEMSEA Network of Learning Centers (PNLC) sukses menyelenggarakan Joint Workshop on Sustainable Coastal Development pada 6-8 November 2025. Acara yang berlangsung di Xiamen International Conference Center Hotel ini mengusung tema “Science and Technology Empowered Integrated Coastal Management and Sustainable Development in the New Era“.
Workshop ini dihadiri secara aktif oleh tim PKSPL IPB University sebagai anggota aktif PNLC. Delegasi tersebut terdiri dari Prof. Yonvitner, Kepala PKSPL IPB University, yang juga merupakan Chairman of PNLC, beserta anggota lainnya yaitu Prof. Ario Damar, Isdahartati, M.Si, dan Lusita Meilana, PhD. Kontribusi PKSPL IPB dalam forum internasional ini semakin ditegaskan ketika Prof. Yonvitner menyampaikan presentasi kunci bertajuk “East Asia Network and Contribution on Blue Carbon Capacity Development“.

Dalam pemaparannya, Prof. Yonvitner menjelaskan fundamental blue carbon dan alasan fokus pada kawasan Asia Timur, termasuk potensi sumberdaya serta status kesehatan mangrove dan temuan terbaru spesies lamun. Ia lebih lanjut memaparkan jaringan kerja sama blue carbon regional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti PEMSEA, ASEAN, Jepang, UNDP, hingga skema pendanaan seperti ABCF. Kontribusi kunci PNLC dalam pengembangan kapasitas blue carbon dirinci dalam lima pilar: 1) penelitian dan berbagi data (melalui standar blue carbon PEMSEA-PNLC), 2) pelatihan dan pertukaran pengetahuan, 3) keterlibatan komunitas, 4) dukungan kebijakan dan tata kelola, serta 5) teknologi dan inovasi (pemanfaatan satelit, GIS, dan platform digital). Presentasi ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya memperkuat keterkaitan PNLG-PNLC dan seruan untuk kolaborasi yang lebih luas di bidang penelitian, disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap anggota.

Workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan pusat pembelajaran di kawasan Laut Asia Timur dalam menerapkan Pengelolaan Pesisir Terpadu (Integrated Coastal Management/ICM) yang berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Nota Kerjasama antara PNLG dan PNLC yang ditanda tangani pada tahun 2024.
Acara dibuka dengan partisipasi para peserta dalam Opening Ceremony World Ocean Week di Xiamen 2025, dilanjutkan dengan menghadiri International Symposium on Education in Marine Affairs. Dalam simposium ini, sejumlah pembicara kunci menyampaikan pandangannya, termasuk Ms. Aimee Gonzales (Executive Director of PEMSEA Resource Facility) yang menekankan pentingnya sains, teknologi, dan talenta untuk masa depan pembangunan pesisir.

Selama dua hari workshop, sebanyak total 45 pakar, peneliti, dan praktisi dari Zhejiang University, University of Tokyo, APEC Marine Sustainable Development Center, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Sukabumi,Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, PNLC Secretariat/ PKSPL LRI i-MAR IPB University, Pemerintah Filipina, Lembaga Urus Air Selangor (LUAS) Malaysia, menyampaikanpresentasi mendalam. Topik-topik yang dibahas sangat beragam dan relevan dengan tantangan terkini, mencakup: perencanaan ruang laut dan blue carbon, solusi berbasis alam untuk pertahanan pantai, inisiatif blue citizen community networking, ketangguhan menghadapi risiko pesisir, sinergi restorasi ekologi dan pengurangan bencana pesisir, dukungan sains untuk kerangka kerja ICM, pendekatan adaptif restorasi pesisir, implementasi terkini ICM, pemanfaatan teknologi ARMOS untuk mitigasi bencana.
Tak hanya sesi diskusi yang kaya akan wawasan, peserta juga melakukan kunjungan lapangan (field visit) ke Komunitas Percontohan “Blue Citizen” – Jinsha Academy di Xiamen, untuk melihat langsung praktik terbaik pengelolaan pesisir yang melibatkan komunitas lokal khususnya anak-anak usia dini.

Workshop ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, organisasi internasional, akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara. Keberhasilan acara ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih erat dan inovatif dalam mewujudkan pembangunan pesisir yang berkelanjutan dan tangguh di kawasan Asia Timur dan global.

Acara ini diselenggarakan oleh PEMSEA Network of Local Governments (PNLG) dan PEMSEA Network of Learning Centers (PNLC), serta dikelola bersama oleh Coastal and Ocean Management Institute, Xiamen University dan Xiamen International Training Center for Coastal Sustainable Development (Lusita/Isda).

