Monash University, ClimateWorks Centre, dan PKSPL IPB Kembangkan Kurikulum dan Modul Blue Carbon Nasional
Monash University, ClimateWorks Centre, dan PKSPL IPB Kembangkan Kurikulum dan Modul Blue Carbon Nasional

Bogor, 10 November 2025 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bekerja sama dengan ClimateWorks Centre – Monash University menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) 1: Curriculum and Syllabus Development for Reporting, Validation, and Blue Carbon Economy di Gedung EDTC PKSPL LRI-iMAR IPB University. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Capacity Building Blue Carbon Indonesia yang bertujuan memperkuat kapasitas nasional dalam pelaporan, validasi, dan pengelolaan ekonomi biru berbasis karbon pesisir.
Dalam sambutannya, Etwin Kuslati Sabarini selaku Program Impact Manager dari ClimateWorks Centre – Monash University menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan mitra atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun kurikulum dan silabus pelatihan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kebijakan dan praktik pengelolaan sumber daya pesisir. Etwin menjelaskan bahwa upaya pengembangan kapasitas ini merupakan bagian dari komitmen global untuk mengintegrasikan aspek kelautan dan pesisir ke dalam kebijakan perubahan iklim.
Dalam kesempatan tersebut, Etwin juga memperkenalkan program SEAFOAM atau Southeast Asia Framework for Ocean Action in Mitigation yang dijalankan oleh ClimateWorks Centre – Monash University. Program ini berfungsi sebagai wadah kolaboratif untuk memperkuat kapasitas pemangku kebijakan di Asia Tenggara dalam mengintegrasikan isu kelautan ke dalam aksi mitigasi perubahan iklim. Melalui SEAFOAM, ClimateWorks mendorong penerapan kerangka Monitoring, Measuring, and Verification (MMV) yang menjadi dasar penting dalam memastikan keakuratan data pelaporan pengurangan emisi, sekaligus memperkuat kebijakan berbasis data.
FGD ini berfokus pada penyusunan tiga modul utama pelatihan yang akan digunakan dalam program peningkatan kapasitas nasional. Modul pertama membahas aspek reporting atau pelaporan karbon biru yang terukur dan sesuai standar nasional maupun internasional. Modul kedua menitikberatkan pada proses verifikasi dan validasi untuk menjamin akurasi data dan kredibilitas sistem pelaporan. Sementara modul ketiga mengulas konsep blue carbon economy yang mengaitkan nilai ekonomi ekosistem pesisir dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Ketiga modul ini dirancang saling terintegrasi, menggabungkan pendekatan ilmiah, kebijakan, dan ekonomi, sehingga dapat diterapkan baik di tingkat nasional maupun daerah.
Penyusunan modul melibatkan berbagai pakar dan lembaga dari lintas sektor, di antaranya Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Direktorat Konservasi Ekosistem, Direktorat Jasa Bahari, Direktorat IGRK dan MPV (Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi), serta lembaga sertifikasi seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Komite Akreditasi Nasional (KAN). Dari kalangan akademisi dan praktisi, hadir sejumlah pakar terkemuka seperti I Wayan Susi Dharmawan, Bukti Bagja, Yanto Santosa, Uus Usman, Arif Wibowo, Dadan Mulyana, Nurcahyo Wiloso dari Pusdiklat Kementerian Kehutanan, Meti Ekayani, A. Faroby Falatehan, Dodik Ridho Nurrochmat, serta Nur Masripatin dan Rizaldi Boer. Selain itu, IDX turut berpartisipasi dalam penyusunan materi yang mengaitkan nilai ekonomi biru dengan mekanisme pasar karbon.
Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB University dan ClimateWorks Centre berupaya menghasilkan kurikulum pelatihan yang komprehensif, aplikatif, dan berorientasi pada penguatan kapasitas nasional dalam pengelolaan karbon biru. Etwin menegaskan bahwa penguatan kapasitas di bidang ini tidak hanya mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, tetapi juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga ekosistem laut, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan memperkuat kolaborasi antar lembaga.
Kegiatan FGD ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan program pelatihan nasional di bidang blue carbon yang dapat memperkuat kontribusi Indonesia terhadap target net zero emission dan komitmen global untuk keberlanjutan lingkungan.
