Merawat Ekosistem, Menguatkan Komunitas: PKSPL IPB Pantau Rehabilitasi Mangrove dan Silvofishery di Cilacap
Merawat Ekosistem, Menguatkan Komunitas: PKSPL IPB Pantau Rehabilitasi Mangrove dan Silvofishery di Cilacap

Cilacap, 21 Juli 2025 β Dalam komitmennya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memberdayakan masyarakat, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaksanakan kegiatan monitoring kelompok pengelola rehabilitasi ekosistem mangrove dan silvofishery di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan ini mencakup evaluasi teknis rehabilitasi mangrove, pemantauan tambak silvofishery, serta fasilitasi diskusi partisipatif dengan masyarakat lokal. Sejak program dimulai pada 2023, Desa Ujungalang menunjukkan perubahan signifikan. Aktivitas penebangan liar mangrove berhasil dihentikan, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekosistem pesisir semakin meningkat.

Melalui sistem silvofishery, masyarakat kini memperoleh manfaat ganda: menjaga kelestarian mangrove sekaligus meningkatkan penghasilan rumah tangga. Tidak hanya menghasilkan ikan bandeng dan udang windu, tambak juga menyediakan hasil tambahan seperti ikan mujair, kepiting, dan belanak yang dapat dikonsumsi sendiri atau dijual.
Nasiman, anggota kelompok rehabilitasi, menuturkan bahwa hasil tambak membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga. βKalau sedang tidak ada uang, kami bisa ambil ikan dari tambak. Kadang bisa sampai belasan kilo ikan belanak, lumayan untuk dijual,β ujarnya.
Dalam sesi FGD, perwakilan pemerintah desa menyampaikan dukungan penuh untuk keberlanjutan program. Menurut Sekretaris Desa Ujungalang, pengelolaan ekosistem mangrove yang konsisten dapat membuka potensi ekonomi baru, bahkan integrasi dengan sektor peternakan di darat.
Sebagai langkah lanjutan, PKSPL IPB dan LPS akan mengembangkan wilayah rehabilitasi seluas 37,5 hektar di kawasan Bantarloji dan Cilubak. Tim Vegetasi PKSPL IPB telah melakukan survei biofisik, menunjukkan kondisi vegetasi cukup beragam dengan dominasi spesies mangrove seperti Rhizophora apiculata dan Nypa fruticans. Sementara itu, Tim Tata Kelola dan Pengembangan Masyarakat memfasilitasi penyusunan rencana tambak baru yang akan melibatkan 24 warga lokal dalam pengelolaan.
PKSPL IPB University melihat kolaborasi ini sebagai praktik nyata dari pendekatan berbasis bukti, komunitas, dan keberlanjutan. Penguatan kelembagaan masyarakat dan pelibatan multipihak menjadi fondasi keberhasilan program ini ke depan.
Kegiatan ini mencerminkan kontribusi nyata PKSPL IPB University terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), SDG 15 (Ekosistem Darat), dan SDG 17 (Kemitraan).
Melalui rehabilitasi mangrove dan pengembangan tambak silvofishery, program ini mendukung penguatan ekonomi keluarga pesisir, perlindungan ekosistem pesisir dan darat, serta penyerapan karbon alami. Pendekatan kolaboratif antara akademisi, masyarakat, pemerintah desa, dan mitra pembangunan menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan sosial-ekonomi komunitas pesisir.
Kontak Media:
π§ humas@pksplipb.or.id
π www.pkspl.ipb.ac.id
π± Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
π Facebook: PKSPL IPB
πΊ YouTube: PKSPL IPB University
