Menanam Mangrove, Menanam Harapan: PKSPL IPB dan LPS Dorong Rehabilitasi Ekosistem Segara Anakan Melalui Kolaborasi Nyata
Menanam Mangrove, Menanam Harapan: PKSPL IPB dan LPS Dorong Rehabilitasi Ekosistem Segara Anakan Melalui Kolaborasi Nyata

Jakarta, 24 Juni 2025 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University melalui LRI i-MAR IPB kembali menunjukkan peran nyatanya dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir di Indonesia. Bertempat di Pacific Place Jakarta, PKSPL bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar kegiatan diskusi dan presentasi bertajuk “Implementasi Program Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Kawasan Segara Anakan, Cilacap.”
Presentasi yang disampaikan oleh Andy Affandy, S.P., M.Si., perwakilan PKSPL IPB University, mengupas berbagai capaian, tantangan, dan potensi dari program rehabilitasi mangrove yang telah dijalankan sejak 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LPS beserta tim, dan berlangsung secara dinamis dengan sesi diskusi yang menghasilkan berbagai masukan konstruktif untuk keberlanjutan program.
“Menanam mangrove bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam harapan bagi masa depan pesisir dan anak cucu kita.” ujar Andy Affandy, S.P., M.Si.
Menghubungkan Sains, Komunitas, dan Kebijakan
Program rehabilitasi ekosistem mangrove di Segara Anakan tidak hanya fokus pada restorasi ekologi, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan komunitas lokal. Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah keterlibatan warga dalam budidaya kepiting “sekilas rata”, yang memiliki nilai ekonomi tinggi, serta budidaya bandeng dan udang secara polikultur dengan teknik pengolahan inovatif.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pesisir—dari pengelolaan lahan, keterbatasan bibit, koordinasi institusi, hingga tantangan dalam akses terhadap skema perdagangan karbon (carbon trading) akibat minimnya regulasi pemerintah.
Ketua LPS menyambut baik hasil presentasi dan menunjukkan antusiasme terhadap capaian lapangan yang telah dibuktikan oleh tim PKSPL IPB bersama komunitas.
Dampak dan Inovasi yang Dihadirkan PKSPL IPB University

PKSPL IPB University melalui kegiatan ini membuktikan perannya sebagai lembaga riset yang tidak hanya berkontribusi di tingkat kebijakan, tetapi juga hadir di lapangan melalui:
- Pemanfaatan metode SERAI untuk pengukuran dampak sosial-ekonomi proyek.
- Meningkatkan kapasitas komunitas dalam diversifikasi usaha perikanan yang adaptif dan berbasis ekosistem.
- Monitoring biodiversitas yang menunjukkan keberhasilan ekologis, termasuk munculnya kembali spesies burung migran langka.
- Identifikasi potensi karbon biru sebagai nilai tambah proyek di masa depan.
Program ini juga menegaskan pentingnya model pengelolaan yang berbasis komunitas dan berkelanjutan, menjawab kritik atas proyek konservasi yang hanya sebatas wacana tanpa kontribusi nyata di tingkat lokal.
Komitmen Lanjutan dan Rencana Strategis
Program rehabilitasi ekosistem mangrove akan memasuki tahap kedua pada tahun 2025, dengan target perluasan hingga 140 hektar. Meski tantangan administrasi dan regulasi masih dihadapi, semangat kolaboratif antar pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk memastikan keberlanjutan proyek.
PKSPL IPB University menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan berbasis bukti, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan memperjuangkan model pembangunan yang adil, adaptif, dan berwawasan ekologi.
📌 PKSPL IPB University percaya bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi dari harapan dan keberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat.
Terkait pada capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini secara nyata berkontribusi terhadap SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), SDG 15 (Ekosistem Daratan), SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui implementasi rehabilitasi mangrove sebagai solusi berbasis alam untuk mitigasi perubahan iklim; pemulihan ekosistem pesisir yang mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan dan keanekaragaman hayati; restorasi kawasan pesisir daratan yang terdegradasi untuk menjaga fungsi ekologis jangka panjang; penguatan ekonomi masyarakat melalui inovasi usaha budidaya ramah lingkungan; serta kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, lembaga keuangan, dan komunitas lokal dalam mendorong praktik pembangunan yang inklusif dan berbasis ilmu pengetahuan.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
