Memperkuat Kapasitas Nasional Blue Carbon: PKSPL IPB Inisiasi Kurikulum Pelatihan Karbon Laut Berbasis Sains dan Keadilan Iklim
Memperkuat Kapasitas Nasional Blue Carbon: PKSPL IPB Inisiasi Kurikulum Pelatihan Karbon Laut Berbasis Sains dan Keadilan Iklim

Bogor, 3 Juni 2025 – Dalam merespons meningkatnya kebutuhan penguatan kapasitas nasional terkait perubahan iklim berbasis ekosistem laut, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University berkolaborasi dengan LRI-iMAR, Climateworks Centre, dan Net-Zero Academy of Monash Sustainable Development Institute, menyelenggarakan Workshop Pengembangan Desain Capacity Building Blue Carbon Development di IPB International Convention Center, Bogor.
Workshop ini menjadi bagian awal dari proses penyusunan kurikulum pelatihan nasional karbon biru, yang mencakup aspek teknis, kebijakan, dan manajerial, serta mengedepankan pendekatan lintas sektor dan berbasis keilmuan untuk mendukung pencapaian target iklim Indonesia secara adil dan inklusif.
Mendorong Ekosistem Pendidikan dan Aksi Iklim yang Terstruktur

Direktur LRI-iMAR IPB sekaligus Senior Advisor ISSG, Prof. Dr. Luky Adrianto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun pendekatan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga kolaboratif dan lintas sektor.
“Isu lingkungan tidak bisa hanya dilihat dari sisi sains. Kita harus membangun kurikulum dan aksi lintas sektor—menggabungkan akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, hingga komunitas—untuk menjawab tantangan perubahan iklim secara inklusif.” ujarnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dr. Akhmad Solihin, Kepala Deputi Bidang Sosial Ekonomi PKSPL IPB University, yang menyoroti urgensi penyiapan kapasitas dalam mendukung implementasi Peraturan Menteri KKP No. 1 Tahun 2025 tentang skema karbon sektor kelautan.
“Perdagangan karbon, khususnya blue carbon, kini menjadi agenda strategis yang tak bisa diabaikan. Melalui penyusunan kurikulum untuk kelompok teknis, manajerial, dan pengelola, kami ingin memastikan bahwa kapasitas nasional benar-benar terbangun secara menyeluruh dan inklusif.” ujarnya.
Paparan Ahli: Tantangan, Peluang, dan Arah Strategis Karbon Biru Indonesia
Tiga pembicara utama menyampaikan masukan strategis dari sisi kebijakan, ekonomi, dan teknis:
1. Ir. Arif Wibowo, M.Sc., IPU – ICLEI Indonesia dengan membawakan topik: Perkembangan Kebijakan Iklim dan Kapasitas SDM Sektor Blue Carbon.
“Negara berkembang seperti Indonesia sudah dua kali ‘dikadali’ dalam politik iklim global—dari Protokol Kyoto hingga Paris Agreement. Tapi dari situ kita belajar melihat perubahan iklim sebagai peluang: memperkuat kapasitas, literasi kebijakan, dan membangun skenario pembangunan yang adil dan adaptif.” — Ir. Arif Wibowo, M.Sc., IPU
Beliau juga menyoroti pentingnya ketepatan literasi dalam penyusunan kebijakan dan anggaran agar tidak terjadi kekeliruan antara mitigasi iklim dan mitigasi bencana.
2. Dr. Mahawan Karuniasa – UI & Senior Advisor ISSG dengan membawakan topik: Tantangan dan Peluang Nilai Ekonomi Blue Carbon dalam NDC Indonesia
“Tantangan kita bukan sekadar teknis, tapi pada political will dan kelembagaan. Kita perlu ekosistem capacity building yang tidak tergantung individu. Isu kapasitas bukan isu pinggiran—ini isu sentral. Kita akan menembus 2°C pada 2029.” — Dr. Mahawan Karuniasa
Beliau juga mendorong pembentukan Capacity Building Hub yang terstruktur dan menyarankan adanya needs assessment untuk pelatihan di level lokal dan sektoral agar pelatihan tepat sasaran.
3. Riko Wahyudi, S.Hut., M.Sc – IRCC UI dengan membawakan topik: Perspektif Teknis Pengembangan Proyek Penurunan Emisi Sektor Blue Carbon
“Proyek karbon bukan sekadar jualan emisi—ia soal integritas, dampak nyata ke komunitas dan biodiversitas. Tanpa metodologi yang kredibel dan kontekstual, kita tidak punya apa-apa untuk dijual.” — Riko Wahyudi, S.Hut., M.Sc
Beliau menyoroti pentingnya alat ukur additionality, leakage, dan permanency yang sesuai dengan konteks Indonesia serta tantangan dominasi standar luar dalam validasi proyek karbon nasional.
Rangkaian FGD: Merancang Masa Depan Kapasitas Nasional

Workshop dilanjutkan dengan sesi diskusi dan Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh Dr. M. Arsyad Al Amin bersama fasilitator Akhmad Nurhijayat dan Muhammad Ridwan. FGD membahas tiga topik penting:
- Strategi SDM dan Capacity Building untuk Net-Zero Emission
- Desain Kurikulum dan Silabus Blue Carbon
- Penyusunan Modul Pelatihan Blue Carbon Assessment (BCA)
Peserta aktif memberikan masukan kritis yang menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap sistem pelatihan yang adaptif, intersektoral, dan kontekstual dengan realitas Indonesia.
Keterlibatan PKSPL IPB University dalam pengembangan desain pelatihan karbon biru menegaskan peran strategis institusi akademik dalam memperkuat kapasitas iklim nasional. Melalui integrasi pendekatan ilmiah, kebijakan, dan partisipasi masyarakat, PKSPL turut menjembatani kebutuhan dunia akademik dengan praktik pembangunan berkelanjutan.
Terkait pada capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini secara nyata berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penyusunan kurikulum pelatihan yang ilmiah dan inklusif di sektor kelautan; penguatan kapasitas mitigasi dan adaptasi berbasis ekosistem karbon biru; konservasi serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut; serta kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah, dan mitra internasional dalam mendukung agenda iklim global berbasis sains dan keadilan lingkungan.
📌 Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Blue Carbon dan kegiatan PKSPL lainnya:
🌐 Website: www.pkspl.ipb.ac.id
📧 Email: humas@pksplipb.or.id
📱 IG & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
