Membangun Ekonomi Biru Berbasis Solusi Alam dan Data: Perspektif Komunitas Pesisir Indonesia
Membangun Ekonomi Biru Berbasis Solusi Alam dan Data: Perspektif Komunitas Pesisir Indonesia
Menutup rangkaian Key Plenary Session, Dr. Heidi Retnoningtyas dari Rekam Nusantara Foundation menyampaikan paparan yang menggugah tentang bagaimana pendekatan nature-based solutions (NbS) dan inisiatif berbasis data dapat menjadi fondasi transformasi ekonomi biru di Indonesia. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa strategi pembangunan kelautan yang berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari peran sentral komunitas pesisir, kearifan lokal, dan sistem pengetahuan tradisional.
Dengan membawa studi kasus dari berbagai wilayah pesisir di Indonesia, Dr. Heidi memperlihatkan bahwa integrasi antara solusi alam (seperti restorasi ekosistem pesisir, rehabilitasi mangrove, dan perlindungan terumbu karang) dengan sistem data yang akurat dan partisipatif dapat memperkuat ketahanan pangan laut, mendorong kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menyoroti bahwa transformasi sistem pangan laut biru tidak cukup hanya berbasis teknologi dan kebijakan nasional, tetapi harus ditopang oleh pendekatan yang menghargai nilai-nilai lokal dan pengalaman komunitas, termasuk pengetahuan turun-temurun dalam mengelola laut secara lestari. Data yang dikumpulkan secara partisipatif, menurutnya, mampu mendorong pengambilan keputusan yang lebih inklusif, adil, dan kontekstual.
Dr. Heidi menekankan bahwa kebijakan dan investasi pembangunan laut harus diarahkan untuk memperkuat kapasitas lokal, mendukung keberlanjutan ekosistem, dan membuka ruang partisipasi masyarakat dalam tata kelola sumber daya laut. “Komunitas bukan hanya penerima manfaat, tapi juga aktor utama dalam transformasi ekonomi biru Indonesia,” ujarnya.
Paparan ini menegaskan kontribusi nyata terhadap SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui sistem pangan laut yang berkelanjutan dan berbasis lokal; SDG 13 (Aksi Iklim) dengan penerapan solusi berbasis alam yang adaptif; dan SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui perlindungan habitat pesisir. Selain itu, SDG 17 (Kemitraan) diperkuat melalui kolaborasi antara komunitas, lembaga riset, dan pengambil kebijakan untuk membangun masa depan laut yang adil dan lestari.
