Kolaborasi Regional Perkuat Pengelolaan Pesisir dan Cagar Biosfer Kepulauan Togean: Sinergi Kementerian Kehutanan, ASEAN ENMAPS Project, PEMSEA, dan PKSPL IPB University

ICM

Kolaborasi Regional Perkuat Pengelolaan Pesisir dan Cagar Biosfer Kepulauan Togean: Sinergi Kementerian Kehutanan, ASEAN ENMAPS Project, PEMSEA, dan PKSPL IPB University

AMPANA, 30 Oktober 2025 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bersama Kementerian Kehutanan, ASEAN ENMAPS Project, dan Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) memperkuat kolaborasi regional dalam pengelolaan pesisir dan laut berkelanjutan melalui kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building) di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

Peningkatan Kapasitas di Tingkat staf pelaksana dan Tingkat Tapak

Kegiatan ini berfokus pada penguatan kerjasama multipihak di Kepulauan Togean dalam rangka implementasi Pengelolaan Wilayah Pesisir Terintegrasi dan Berkelanjutan (ICM). Pelatihan yang mengusung tema “Training course on Sustainable and Integrated Management Approach to Support the ICM Planning and MPA Management in Selected Sites in Indonesia” ini berlangsung sejak 27 Oktober hingga 1 November 2025.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah mendorong efektivitas implementasi di tingkat lapangan dan memperkuat upaya pengelolaan yang berbasis pada partisipasi masyarakat. Secara spesifik, program ini diarahkan untuk mendukung Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP)/Marine Protected Area Network (MPAN) dan penerapan Rencana Tata Ruang Laut (RTL), sekaligus mengimplementasikan kerangka kerja ICM.

 

Program ini merupakan kelanjutan dari tujuh seri webinar dan lima sesi High-Level Dialogue yang telah dilaksanakan sejak Agustus 2025, melibatkan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, akademisi, LSM, hingga komunitas lokal. Kegiatan diadakan di Hotel Lawaka, Ampana, dan diakhiri dengan field trip ke Pulau Siatu, Kepulauan Togean, sebagai bagian dari implementasi pembelajaran lapangan.

Sebanyak 63 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri atas masyarakat dari Pulau Enam, Kabalutan, Kadoda, Tiga Pulau, dan Siatu; perwakilan dinas kehutanan dan kelautan provinsi; pemerintah kabupaten; serta pengelola Taman Nasional Kepulauan Togean dan Wakatobi. Pelibatan masyarakat lokal, tokoh adat, perempuan, dan pemuda menjadi aspek penting dalam mendorong tata kelola pesisir yang partisipatif dan inklusif.

Taman Nasional Kepulauan Togean  dan Wakatobi sebagai Lokus Konservasi ASEAN ENMAPS Project.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Kementerian Kehutanan dan PKSPL IPB University menegaskan bahwa Taman Nasional Kepulauan Togean dan Wakatobi menjadi dua lokasi utama pelaksanaan proyek ASEAN ENMAPS di Indonesia, bersama dengan Filipina dan Thailand. Lokasi ini dipilih karena memiliki konektivitas ekologi dan sosial-ekonomi yang tinggi antara Samudra Hindia dan Pasifik, menjadikannya kawasan strategis dalam menghadapi tantangan global seperti kenaikan suhu dan permukaan air laut.

Sebagai contoh, saat ini banyak negara kecil di lautan pasifik yang khawatir kehilangan negaranya,  tenggelamnya pulau di wilayahnya akibat  kenaikan suhu bumi dan permukaan air laut.   Tiga unsur negara yaitu,  areal tanahnya, masyarakat dan pemerintah menjadi tidak terpenuhi.

Program ini didukung oleh Global Environment Facility (GEF) dan diimplementasikan oleh United Nations Development Programme (UNDP) bersama ASEAN Centre for Biodiversity (ACB) dan PEMSEA, dengan PKSPL IPB University sebagai mitra utama di Indonesia. Melalui pelatihan ini, peserta diperkuat dalam pengetahuan teknis, analisis tata kelola, dan strategi pengelolaan berbasis ekosistem untuk menjaga keberlanjutan cagar biosfer serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

Dengan kolaborasi lintas negara dan lintas sektor ini, PKSPL IPB University menegaskan perannya sebagai pusat unggulan dalam riset, kebijakan, dan aksi nyata pengelolaan wilayah pesisir Indonesia yang terintegrasi menuju keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (ISD)

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kapasitas adaptasi wilayah pesisir terhadap dampak iklim global; SDG 14 (Ekosistem Lautan) dengan penguatan perlindungan kawasan laut dan pesisir melalui penerapan ICM dan MPA; SDG 15 (Ekosistem Daratan) lewat pengelolaan cagar biosfer yang berlandaskan keanekaragaman hayati; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga internasional, dan masyarakat lokal dalam mewujudkan pengelolaan pesisir yang inklusif, ilmiah, dan berkelanjutan.

 

Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University