KLH dan PKSPL IPB University Lanjutkan Pemantauan Sampah Laut di Tiga Wilayah Pesisir
KLH dan PKSPL IPB University Lanjutkan Pemantauan Sampah Laut di Tiga Wilayah Pesisir
Bogor, 11 Oktober 2025 – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut kembali berkolaborasi dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University dalam kegiatan Pemantauan Sampah Laut (Makro dan Meso) Periode Kedua Tahun 2025. Pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen nasional untuk mendukung pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut (RAN PSL) 2018–2025, serta memperkuat upaya Indonesia dalam mengurangi polusi laut secara berkelanjutan.
Kegiatan lapangan dilaksanakan pada 1–11 Oktober 2025 di tiga wilayah pesisir strategis, yaitu Pantai Padi-Padi dan Pantai Kebon Kelapa (Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat), Pantai Tanjung Pasir 1 dan 2 (Kabupaten Tangerang, Banten), serta Pantai Pulau Opak Besar dan Pulau Kayu Angin Bira (Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta). Tim survei dari PKSPL IPB University terdiri atas Dony Suhartono, Dwianka Rahman Maisalda, dan Rifki Aldi Ramadhani, didukung oleh Maulidya Regina Poetri Hartono, mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta tenaga lokal dari masing-masing daerah.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pengumpulan data komprehensif mengenai komposisi, karakteristik, dan sebaran sampah laut makro dan meso di kawasan pesisir. Data ini akan menjadi dasar penting untuk menilai tingkat pencemaran, mengidentifikasi sumber utama limbah, serta merumuskan strategi pengelolaan yang lebih efektif di masa mendatang.
Menurut Dony Suhartono, peneliti PKSPL IPB University, kegiatan pemantauan ini memiliki peran strategis dalam menyediakan data ilmiah berbasis lapangan untuk mengevaluasi efektivitas program pengelolaan sampah laut nasional. “Data yang kami kumpulkan tidak hanya sebatas angka, tetapi juga menggambarkan pola sebaran dan sumber sampah laut yang menjadi dasar dalam merancang kebijakan pengendalian pencemaran laut,” ujarnya.
Sementara itu, Dwianka Rahman Maisalda, anggota tim lapangan PKSPL IPB University, menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat dalam proses pemantauan. “Keterlibatan masyarakat lokal menunjukkan bahwa pengelolaan sampah laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau akademisi, tetapi juga gerakan kolektif dari semua pihak. Kolaborasi lintas sektor inilah yang memastikan keberlanjutan hasil di tingkat tapak,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kemitraan antara pemerintah, akademisi, dan komunitas pesisir, tetapi juga memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kebersihan laut dan pantai. Pemantauan periode kedua ini menjadi bagian dari upaya nasional yang lebih luas, di mana hasil pengumpulan data di berbagai daerah akan dianalisis secara komprehensif untuk mendukung pelaporan capaian penurunan sampah laut Indonesia di tingkat global.
Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB University kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyediakan basis ilmiah untuk kebijakan lingkungan, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia menuju laut yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Kegiatan pemantauan sampah laut oleh PKSPL IPB University dan KLH turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui upaya pengurangan polusi laut dan sampah plastik, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan penerapan pengelolaan limbah yang berkelanjutan, serta SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui peningkatan kualitas perairan dengan pengendalian kontaminasi bahan berbahaya.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
