Ilmu untuk Laut yang Lebih Bersih: PKSPL IPB University Bersama KLH/BPLH Lakukan Survei Sampah Laut di Tiga Provinsi
Ilmu untuk Laut yang Lebih Bersih: PKSPL IPB University Bersama KLH/BPLH Lakukan Survei Sampah Laut di Tiga Provinsi

Kepulauan Seribu, 29 Juli 2025 – Sebagai institusi akademik yang secara konsisten mengedepankan pendekatan ilmiah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University kembali memperkuat kontribusinya melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan pemantauan sampah laut bersama Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua pekan, 14–29 Juli 2025, ini menjadi bagian penting dari Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut (RAN PSL) 2018–2025 dan dilakukan di tujuh titik pantai strategis di Indonesia, yakni:
- Pantai Kebon Kelapa dan Pantai Padi-Padi, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat;
- Pantai Tanjung Pasir 1 dan 2, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten;
- Pantai Pulau Opak Besar dan Pulau Kayu Angin Bira, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.
Data, Analisis, dan Bukti Lapangan untuk Kebijakan Lingkungan Berbasis Sains

Tim PKSPL IPB University yang terdiri dari Agus Ramli, Rifki Aldi Ramadhani, Dwianka Rahman Maisalda, Dony Suhartono, dan Reyza Arsa Nugroho, bersama tim lokal di masing-masing lokasi, menjalankan serangkaian kegiatan ilmiah berupa:
- survei komposisi dan karakteristik sampah makro dan meso;
- pengambilan sampel sedimen dan air untuk dianalisis kandungan mikroplastik;
- dokumentasi sumber-sumber potensial sampah.
Hasil dari kegiatan ini akan menjadi input strategis bagi KLH/BPLH dalam menyusun basis data nasional yang akurat mengenai sebaran dan sumber utama pencemaran sampah laut, termasuk mikroplastik yang kini menjadi ancaman global tersembunyi bagi kesehatan manusia dan ekosistem laut.
“Pendekatan berbasis data dan kemitraan lintas sektor menjadi kunci untuk mengatasi persoalan lingkungan pesisir yang kompleks. Di sinilah peran akademisi hadir sebagai penghubung antara pengetahuan, kebijakan, dan aksi nyata di lapangan,” ujar tim peneliti PKSPL IPB.
Menguatkan Kolaborasi Pemerintah–Akademisi–Masyarakat

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen penting untuk mengumpulkan data ilmiah, namun juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, institusi riset, dan komunitas lokal dalam membangun kesadaran kolektif terhadap dampak jangka panjang sampah plastik di laut.
Partisipasi aktif tenaga lokal dari setiap lokasi pemantauan menjadi bentuk implementasi pendekatan partisipatif dan inklusif, yang mendorong keterlibatan langsung masyarakat dalam pengamatan dan pelestarian lingkungan pesisir. Hasil akhir dari kegiatan ini tidak berhenti pada publikasi atau angka statistik semata, tetapi juga menjadi bahan advokasi untuk mendorong kebijakan transformatif di tingkat daerah dan nasional.

PKSPL IPB University menegaskan bahwa pemantauan lingkungan bukanlah sekadar pengumpulan data, tetapi juga bagian dari komitmen strategis dalam mengarusutamakan sains sebagai alat perubahan sosial dan ekologis. Di tengah tantangan krisis lingkungan, membangun kebijakan berbasis bukti menjadi satu-satunya jalan untuk mengarahkan pembangunan ke arah yang benar dan berkelanjutan.
Kegiatan survei ini menegaskan peran aktif PKSPL IPB University dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 (Kemitraan). Melalui pemantauan kualitas air laut, identifikasi mikroplastik dan sampah pesisir, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan masyarakat lokal, kegiatan ini memperkuat fondasi ilmiah dalam perlindungan ekosistem laut dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
