Dari Kanada ke Kampung Laut: Mahasiswa Internasional Belajar Tentang Kehidupan Sosial dan Tata Kelola Rehabilitasi Ekosistem Mangrove

20251004_102620

Dari Kanada ke Kampung Laut: Mahasiswa Internasional Belajar Tentang Kehidupan Sosial dan Tata Kelola Rehabilitasi Ekosistem Mangrove

Cilacap, 6 Oktober 2025 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University kembali menegaskan perannya dalam mendukung pengelolaan ekosistem pesisir berbasis ilmu pengetahuan melalui kegiatan Assessment Opportunity Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada 4–9 Oktober 2025, bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan turut diikuti oleh lima mahasiswa asal Kanada sebagai bagian dari program Field Learning Subject for Cilacap Field Trip.

Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan rehabilitasi mangrove sekaligus mengumpulkan data karbon, sampel tanah, dan kualitas air di lokasi program 2024 dan 2025. Data yang diperoleh menjadi landasan penting bagi analisis karbon dan keberlanjutan program rehabilitasi. Selama kegiatan, tim melakukan pengambilan data karbon mangrove dan kualitas air di berbagai titik seperti FS4-BL3, Blok K-BL3, Blok T-BL3, Blok 3-BL3, SF7-BL3, Blok D-BL3, SF1-BL3, SF2-BL3, Cilubak, dan Bantarloji 2. Selain itu, kegiatan diawali dengan kunjungan ke rumah Kepala Dusun sekaligus Ketua Kelompok Tani Mangrove untuk koordinasi lapangan dan peninjauan lokasi.

Dalam kegiatan lapangan, para mahasiswa Kanada turut berinteraksi dengan masyarakat lokal, melakukan wawancara terkait pengelolaan mangrove berbasis masyarakat, serta menghadiri musyawarah desa mengenai perlindungan kawasan rehabilitasi. Mereka juga mengikuti kegiatan pembentukan kelompok silvofishery tahap II, sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat melalui integrasi ekosistem mangrove dan perikanan berkelanjutan.

Menurut tim PKSPL IPB University, keikutsertaan mahasiswa internasional ini bukan hanya memperluas wawasan lintas budaya, tetapi juga memperkuat kolaborasi akademik global dalam pengelolaan sumber daya pesisir. “Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara dalam memperkuat tata kelola pesisir yang adaptif dan berkelanjutan,” ungkap perwakilan tim.

Program rehabilitasi mangrove di Cilacap merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PKSPL IPB University bersama LPS dalam membangun model community-based rehabilitation yang tidak hanya fokus pada aspek ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB University terus memperkuat perannya sebagai lembaga riset dan pengabdian masyarakat yang berkomitmen pada pengelolaan pesisir berkelanjutan, berbasis sains, inklusif, dan berorientasi global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran lintas negara dan transfer pengetahuan akademik; SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan rehabilitasi mangrove sebagai solusi alami mitigasi dan adaptasi; SDG 14 (Ekosistem Lautan) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui perlindungan ekosistem pesisir dan hutan mangrove; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan mitra pembangunan.

Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University