PKSPL IPB Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Pesisir Adaptif di Kabupaten Demak
PKSPL IPB Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Pesisir Adaptif di Kabupaten Demak
Demak, 18 Februari 2026 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pengelolaan pesisir yang adaptif dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam High Level Dialogue (HLD) Pengelolaan Pesisir Terpadu di Kabupaten Demak. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Demak ini menghadirkan jajaran pimpinan daerah, OPD teknis, camat wilayah pesisir, serta mitra Konsorsium FOCUS.
Forum ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi progres pendampingan pengelolaan pesisir yang telah berjalan sejak 2023, sekaligus menyepakati langkah strategis ke depan dalam menghadapi tantangan rob, abrasi, penurunan muka tanah, hingga dampak sosial ekonomi di wilayah pesisir Demak.

Dalam sambutannya, dr. Hj. Eisti’anah, S.E. selaku Bupati Demak menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam menangani persoalan pesisir.
“Permasalahan pesisir Demak tidak bisa diselesaikan secara parsial. Kita butuh kolaborasi, sinkronisasi antar-OPD, dan dukungan akademisi agar setiap program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

PKSPL IPB yang selama ini berperan sebagai mitra teknis dan fasilitator menyampaikan bahwa pengelolaan pesisir harus mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, ekonomi, serta tata kelola kelembagaan. Dalam forum tersebut, Dr. Handoko Adi Susanto, S.Pi., M.Sc., perwakilan dari PKSPL IPB turut menekankan urgensi konsistensi implementasi program.
“Dokumen dan perencanaan sudah kita miliki, namun yang terpenting adalah komitmen bersama untuk mengeksekusi secara terukur dan berkelanjutan. Kolaborasi ini harus kita jaga agar hasilnya nyata di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, H. Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan program prioritas berjalan efektif.
“Kami akan memastikan setiap OPD bergerak dalam satu arah yang sama. Pengelolaan pesisir ini menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan, ekonomi, dan masa depan masyarakat Demak,” ungkapnya.
Diskusi dalam HLD juga membahas penguatan rehabilitasi mangrove, optimalisasi lahan terdampak rob, peningkatan kapasitas kelompok masyarakat pesisir, serta integrasi program pengurangan risiko bencana berbasis ekosistem. PKSPL IPB menekankan bahwa pendekatan Integrated Coastal Management (ICM) yang diterapkan di Demak harus terus diperkuat melalui pengawalan teknis, monitoring berkala, dan penguatan kapasitas lokal.
Bagi PKSPL IPB University, forum ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi mampu menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif dan kontekstual. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada dokumen perencanaan, tetapi juga memastikan implementasi di tingkat tapak berjalan efektif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan High Level Dialogue ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui penguatan peran dan partisipasi dalam proses perencanaan SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui penguatan sistem perencanaan pesisir berbasis riset, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kapasitas adaptasi terhadap rob dan abrasi, SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui rehabilitasi mangrove dan perlindungan habitat pesisir, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, akademisi, dan mitra pembangunan.
Melalui komitmen bersama ini, PKSPL IPB University optimistis bahwa pengelolaan pesisir Demak akan semakin terarah, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
