PKSPL IPB Berperan Aktif dalam Workshop dan FGD TDA–SAP South China Sea di Pontianak
PKSPL IPB Berperan Aktif dalam Workshop dan FGD TDA–SAP South China Sea di Pontianak

Pontianak, 25 September 2025 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung tata kelola laut yang berkelanjutan melalui partisipasi aktif pada Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Transboundary Diagnostic Analysis (TDA) – Strategic Action Programme (SAP) South China Sea (SCS). Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Mercure, Pontianak, oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut, bekerja sama dengan PKSPL IPB University dan United Nations Office for Project Services (UNOPS).
Acara dibuka oleh Asisten 2 Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Ignatus IK, S.H., M.Si., serta Ir. Aditya Yuniarti, M.M., perwakilan Direktorat PPKWPL KLHK. Dalam sambutannya, keduanya menekankan bahwa forum multipihak ini diharapkan dapat menghimpun data dan informasi kunci mengenai isu lingkungan di wilayah pesisir Kalimantan Barat, untuk memperkuat penyusunan Strategic Action Programme Laut Cina Selatan.

Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 70 peserta dari lintas sektor, mulai dari perangkat daerah (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, BAPPEDA, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat, hingga pemerintah Kabupaten Kubu Raya), instansi vertikal (Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Satker PSDKP, Badan Otoritas Pelabuhan, dan BPDAS Kapuas), akademisi (Universitas Tanjungpura, Politeknik Pontianak), kelompok masyarakat (POKMASWAS, kelompok perempuan pesisir, kelompok tani hutan, pengelola wisata), serta mitra pembangunan, LSM, dan dunia usaha.
Forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk mengidentifikasi isu lintas batas yang berkaitan dengan pengelolaan pesisir dan laut, termasuk konservasi keanekaragaman hayati, pengendalian pencemaran, pengembangan pesisir yang inklusif, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hasil rekomendasi diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam forum regional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesehatan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.
Dengan semangat kolaborasi dan berbasis pada sains, PKSPL IPB University terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mewujudkan tata kelola laut yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi masyarakat pesisir maupun ekosistem regional.
Keterlibatan PKSPL IPB University dalam kegiatan ini sekaligus mencerminkan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi) melalui upaya pengendalian pencemaran darat dan laut, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) lewat strategi mitigasi dan adaptasi berbasis ekosistem, SDG 14 (Ekosistem Lautan) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui konservasi pesisir dan keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat sinergi multipihak antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan mitra pembangunan internasional.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University
