Inovasi Teknologi dan Komunitas Pesisir Jadi Kunci Transformasi Sistem Pangan Laut, Tegas Prof. Jim Leape dari Stanford University

Jim3

Inovasi Teknologi dan Komunitas Pesisir Jadi Kunci Transformasi Sistem Pangan Laut, Tegas Prof. Jim Leape dari Stanford University

Yogyakarta, 30 Juli 2025 — Dalam sesi pleno Konferensi Internasional ICMMBT 2025, Prof. Jim Leape dari Stanford University, Amerika Serikat, menyampaikan urgensi transformasi sistem pangan laut (blue food) melalui pendekatan teknologi inovatif, penguatan tata kelola rantai pasok, serta pemberdayaan komunitas pesisir sebagai aktor sentral dalam sistem pangan global.

Prof. Leape menekankan bahwa pangan biru merupakan elemen strategis untuk menjawab tantangan krisis pangan, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial di kawasan pesisir. Namun, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa dukungan teknologi yang adaptif serta sistem produksi dan distribusi yang inklusif. Ia menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan data spasial, kecerdasan buatan, dan inovasi digital dalam pemodelan rantai pasok, pelacakan sumber daya laut, hingga peningkatan efisiensi logistik dan akses pasar.

Lebih lanjut, Prof. Leape menyoroti bahwa komunitas pesisir harus menjadi subjek, bukan objek pembangunan kelautan. Pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang menempatkan nelayan, pembudidaya, serta pelaku usaha lokal sebagai mitra utama perlu diperkuat melalui investasi dalam kapasitas lokal dan akses teknologi yang setara.

Materi yang disampaikan Prof. Leape berkontribusi nyata pada pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui diversifikasi pangan laut sebagai sumber nutrisi global; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi untuk mendukung sistem pangan laut yang efisien dan terdesentralisasi; serta SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pemodelan dan tata kelola perikanan berkelanjutan yang berbasis ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.