Mendorong Ketahanan Pangan Nasional Melalui Strategi Pangan Biru yang Inklusif dan Berkelanjutan
Mendorong Ketahanan Pangan Nasional Melalui Strategi Pangan Biru yang Inklusif dan Berkelanjutan
Yogyakarta, 30 Juli 2025 — Pangan biru menjadi sorotan utama dalam The 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology (ICMMBT) 2025. Dalam sambutannya sebagai keynote speaker, Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Bapak Dandy Satria Iswara, S.IP, M.Si., mewakili Menko Bidang Pangan RI, menekankan pentingnya menjadikan kebijakan pangan biru sebagai arus utama dalam strategi ketahanan pangan nasional.
Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai negara maritim untuk mengembangkan sumber pangan laut yang bergizi, berkelanjutan, dan terjangkau. Namun demikian, pemanfaatan potensi tersebut harus selaras dengan perlindungan daya dukung ekosistem laut serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir yang menjadi garda terdepan dalam sistem pangan biru.
“Strategi pangan biru harus mencerminkan keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan, serta memastikan inklusi sosial bagi nelayan kecil dan komunitas pesisir,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dan negara dalam penguatan riset, inovasi teknologi, dan tata kelola sumber daya kelautan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar global.
Konferensi ini memperkuat komitmen Indonesia untuk mewujudkan transformasi sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis sains dan kebijakan. Dengan demikian, pangan biru tidak hanya menjadi pilar ketahanan pangan nasional, tetapi juga bagian dari solusi global terhadap krisis pangan dan degradasi ekosistem.
Sambutan ini sejalan dengan upaya pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pengarusutamaan pangan biru sebagai solusi ketahanan pangan global; SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) lewat pendekatan yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan laut; dan SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui dorongan terhadap pengelolaan sumber daya laut yang lestari dan berkeadilan. Selain itu, semangat kolaboratif yang diusung turut memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Prof. Dr. Qinhua Fang dari Xiamen University, Tiongkok, menjadi pembicara pertama yang membahas pentingnya penerapan Integrated Coastal Management (ICM) untuk membangun ekosistem pangan biru yang sehat, efisien, dan berketahanan tinggi terhadap perubahan iklim.
