IPB University Tegaskan Peran Strategis Indonesia dalam Blue Food Nexus di ICMMBT 2025
IPB University Tegaskan Peran Strategis Indonesia dalam Blue Food Nexus di ICMMBT 2025
Yogyakarta, 29 Juli 2025 — Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, secara resmi membuka The 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology (ICMMBT) dengan seruan kuat untuk membangun masa depan pangan dan laut yang berkelanjutan melalui pendekatan integratif berbasis inovasi.
Mengangkat tema “Blue Food Nexus: Harnessing Solutions for Global Food Security and Ocean Health”, konferensi ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan pemikiran, kebijakan, dan inovasi dari berbagai negara dalam menghadapi tantangan sistem pangan, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Indonesia memiliki kekuatan bukan hanya di darat atau di laut, melainkan pada integrasi keduanya,” ujar Prof. Arif.
Ia menekankan bahwa visi Agromaritim 4.0 yang dikembangkan IPB University adalah upaya untuk mensinergikan sektor pertanian dan kelautan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dengan lebih dari 70 juta hektar lahan pertanian dan 325 juta hektar wilayah laut, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi epicentrum pangan dunia.
Sebagai universitas agromaritim terdepan, IPB University terus memimpin transformasi melalui berbagai inovasi unggulan, seperti akuakultur cerdas, bioteknologi kelautan (dari rumput laut hingga spirulina), solusi karbon biru, dan model ketahanan pesisir. Teknologi mutakhir seperti drone bawah laut, biosensor kesehatan laut, serta prototipe pangan laut berbasis sains telah dikembangkan sebagai bagian dari strategi nasional dan global untuk aksi iklim, ketahanan gizi, dan pemberdayaan ekonomi.
Selain itu, IPB University telah menempati posisi tertinggi di Indonesia dalam pemeringkatan THE Interdisciplinary Science Rankings 2025, dan meluncurkan program-program baru seperti AI, Smart Agriculture, dan Bioinformatika guna menjawab kompleksitas tantangan dunia melalui sains kolaboratif lintas sektor.
Dalam semangat menjadi Innopreneur University, IPB memperkuat kemitraan dengan industri dan masyarakat, mendorong penelitian berdampak, serta membangun kapasitas agromaritim hingga ke tingkat desa melalui model resiliensi pangan dan gizi berbasis komunitas.
Konferensi ini turut memperkuat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya melalui integrasi pangan biru untuk mengatasi krisis pangan (SDG 2), pengembangan inovasi dan teknologi maritim (SDG 9), penerapan solusi karbon biru untuk iklim (SDG 13), serta pengelolaan laut berbasis sains dan inklusi (SDG 14), sejalan dengan visi Agromaritim 4.0 yang disampaikan Rektor IPB University.
Lebih dari 100 peserta dari 21 negara hadir di Yogyakarta dalam semangat kolaborasi global untuk mengubah ilmu menjadi aksi nyata demi generasi masa depan. Prof. Arif mengajak seluruh peserta menjadikan ICMMBT bukan sekadar konferensi, tetapi gerakan global Blue Food Nexus yang mampu menjembatani inovasi sains dengan perubahan sosial di tingkat akar rumput.
